Ilustrasi kehamilan (Sumber gambar: Unsplash/John Looy)

Penyebab Keguguran & Hal-hal yang Perlu Diperhatikan oleh Ibu Hamil

21 February 2024   |   16:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Keguguran atau juga disebut dengan Spontaneous Abortion merupakan proses terhentinya kehamilan secara tiba-tiba sebelum minggu ke-20. Sebagian besar kasus keguguran terjadi pada awal kehamilan, bahkan terkadang sebelum calon ibu mengetahui tentang kehamilannya.

Ada beberapa penyebab yang membuat keguguran terjadi. Setiap kasusnya tentu akan berbeda dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Namun, ada sejumlah kecenderungan yang biasanya terjadi.

Melansir Mayo Clinic, istilah keguguran mungkin terdengar seperti ada sesuatu yang salah dalam kehamilan. Namun, dugaan itu tidak selalu benar. Sebab, ada banyak keguguran yang terjadi karena memang bayi belum berkembang dengan baik saja. 

Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Keguguran Berulang


Faktor Penyebab Keguguran 

Salah satu yang paling umum adalah karena gen atau kromosom yang tidak beraturan. Sekitar setengah hingga dua per tiga keguguran yang terjadi pada trimester pertama disebabkan oleh kelebihan atau kekurangan kromosom.

Kromosom adalah struktur di setiap sel yang mengandung gen, petunjuk tentang penampilan dan fungsi manusia. Ketika proses pembuahan terjadi, dua set kromosom dari pasangan akan bergabung bersama.

Namun, jika salah satu dari set kromosom memiliki jumlah lebih banyak atau lebih sedikit, hal itu dapat menyebabkan keguguran. Kondisi ini bisa mengakibatkan kehamilan anembrionik, kematian janin intrauterin, hingga hamil anggur.

Di luar itu, penyebab keguguran umumnya juga bisa terjadi pada kondisi calon ibu yang kurang baik. Beberapa kondisi tertentu, seperti diabetes yang tidak terkendali, infeksi, masalah hormonal, masalah rahim, tiroid, hingga kegemukan, dapat menjadi penyebab keguguran.

Kemudian, usia juga bisa jadi faktor risiko penyebab seseorang mengalami keguguran. Perempuan berusia lebih dari 35 tahun memiliki risiko keguguran lebih tinggi dibanding yang lebih muda. Pada usia 40 tahun, risikonya mencapai 33 persen hingga 40 persen, lalu pada usia 45 tahun bahkan potensi kegugurannya mencapai 80 persen. 
 

Ilustrasi ibu hamil (Sumber gambar: Unsplash/Alicia Petresc)

Ilustrasi ibu hamil (Sumber gambar: Unsplash/Alicia Petresc)


Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil 

Oleh karena itu, selama proses kehamilan, calon ibu biasanya akan diminta untuk rutin mengecek kondisinya dalam periode waktu tertentu. Hal ini dilakukan agar kesehatan calon bayi jadi lebih terkendali.

Calon ibu juga mesti memahami beberapa hal penting yang menjadi tanda bahaya bagi kandungannya. Dengan demikian, ketika terjadi sesuatu, respons yang tepat dan cepat bisa dilakukan.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada beberapa hal penting tentang tanda bahaya kehamilan yang mesti diperhatikan: 
 

1. Perdarahan dari vagina 

Ibu hamil mesti mewaspadai kondisi perdarahan. Hal tersebut bisa menjadi tanda bahaya yang mengancam janin maupun ibu. Jika mengalami pendarahan saat usia kehamilan muda, sebaiknya segera mendatangi dokter. 

Kebanyakan keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan atau sekitar 13 minggu awal. Gejalanya meliputi perdarahan dari vagina dengan atau tanpa rasa sakit. Ini termasuk pendarahan ringan atau juga disebut spotting
 

2. Mual & muntah secara terus menerus

Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil sangat mungkin mengalami mual dan muntah. Ini adalah hal yang wajar. Namun, jika mual dan muntah berlangsung terus menerus dan cenderung berlebihan, itu bisa menjadi tanda bahaya.

Ada beberapa penyebabnya, seperti tubuh ibu yang lemah, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, kekurangan gizi, hingga dehidrasi. Segera periksa ke layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 
 

3. Demam

Demam juga menjadi pertanda yang kurang baik pada ibu hamil. Tentu, demam memiliki beberapa penyebab. Akan tetapi, jika kondisi hamil, sebaiknya memang langsung memeriksakan diri agar penyebab itu menjadi jelas. Alasannya, ibu hamil yang mengalami demam bisa menandakan adanya infeksi tertentu. Oleh karenanya, penanganan kondisi ini mesti tepat dan cepat.
 

4. Janin kurang aktif bergerak

Selama proses kehamilan, menjadi hal wajar ketika perut tiba-tiba bergerak. Itu adalah tanda janin sedang bergerak. Namun, jika gerakan janin tidak terjadi, atau mengalami penurunan keaktifan, segeralah pergi ke layanan kesehatan. Sebab, gerakan janin yang kurang aktif menjadi tanda bahaya bagi kehamilan. 
 

5. Bengkak & air ketuban pecah

Seiring bertambahnya usia kehamilan, calon ibu biasanya akan mengalami penambahan berat badan. Terkadang, calon ibu juga mengalami bengkak-bengkak di bagian kaki maupun wajah. 

Namun, jika kondisi tersebut dibarengi rasa pusing, pandangan kabur, nyeri ulu hati, hingga kejang, segeralah periksa kehamilan. Sebab, bisa jadi itu tanda terjadinya pre-eklampsia pada ibu hamil.

Di sisi lain, pecahnya air ketuban sebelum waktunya melahirkan juga mesti diwaspadai. Sebab, hal tersebut bisa membahayakan kondisi ibu maupun janinnya. Hal yang dikhawatirkan adalah keduanya mengalami infeksi atau bahkan persalinan prematur.

Baca juga: Perhatikan Faktor Ini Sebelum Memulai Program Hamil Pasca Keguguran

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

5 Fakta Menarik Film Sinden Gaib Tayang di Bioskop 22 Februari 2024

BERIKUTNYA

J-Hope BTS Siap Rilis Album Solo Kedua & Dokumenter Hope On The Street

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: