Gerai minimarket Alfamart. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis/Abdurachman)

Ingin Memulai Bisnis Franchise Saat Pensiun? Ini Dia Pilihannya

19 February 2024   |   17:35 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Bagi Genhype yang sebentar lagi akan memasuki usia pensiun atau ingin mendapatkan passive income setelah tidak lagi bekerja, mungkin bisa mempertimbangkan untuk memulai usaha franchise. Pasalnya, dengan usia yang sudah senja memulai bisnis dari nol tampaknya sulit dilakukan sehingga franchise menjadi pilihan ideal.

Meskipun banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh pensiunan dengan memulai bisnis franchise atau waralaba, mereka harus pintar-pintar dalam memilih bisnis.

Baca juga: Cari Potensi Bisnis Franchise Bagi Pensiunan, Simak Dulu Ini

Konsultan Franchise dari DK Consulting Djoko Kurniawan mengatakan bisnis yang paling tepat dipilih oleh seorang pensiunan adalah yang tidak mengandung risiko besar mengingat usia mereka yang tak lagi muda sehingga harus mengambil bisnis dengan risiko rendah. Kemudian, bisnis tersebut harus dapat membantu mereka beraktivitas atau mengisi waktu sehingga tidak mengalami post power syndrome.

“Bisnis franchise menarik karena mereka tidak perlu memulai dari awal. Pasalnya, para pensiunan ini adalah seorang professional yang mendapatkan gaji bulanan sehingga akan kesulitan jika harus memulai bisnis dari awal, sedangkan franchise setidaknya 50 persen bisnisnya sudah berjalan,” tuturnya.

Namun, tidak semua bisnis franchise cocok dijalankan oleh seorang pensiunan. Maka,pilihlah bisnis yang minim risiko dan memiliki pangsa pasar yang baik serta terbukti menguntungkan. Jangan memilih atau mengambil peluang usaha yang belum jelas atau hanya bisnis musiman yang cepat meredup.

Menurut Djoko, bisnis franchise memiliki dua tipe yakni full operate dan owner operate. Bisnis full operate adalah investor menyetor dana kemudian bisnis tersebut dikelola oleh pemilik usaha atau franchisor, nantinya investor hanya tinggal menerima keuntungan bulanan.

Tipe kedua owner operate yaitu pihak franchisee menyetor sejumlah dana dan bisnis tersebut dijalankan sendiri tetapi dengan bantuan dan bimbingan dari franchisor. Menurutnya, agar bisnis owner operate ini lebih optimal maka pensiunan yang menjalankannya harus aktif melakukan berbagai kegiatan dan marketing.

Selain itu, dia juga menyarankan agar bisnis franchise yang dipilih sebaiknya yang sudah memiliki sistem dan pedoman bisnis yang benar sehingga bisnis tersebut bisa tetap berjalan dengan baik meskipun owner tidak selalu ada di lokasi.

Adapun, beberapa contoh sektor bisnis franchise yang menarik bagi pensiunan adalah bisnis retail, bisnis di bidang edukasi, F&B, serta bisnis di sektor lifestyle. “Apapun bisnisnya tidak masalah yang penting sudah terbukti menguntungkan dan memang ramai di pasaran,” ujar Djoko.

Memang sebagian besar bisnis retail tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit bisa mencapai ratusan juta seperti bisnis retail Indomaret atau Alfamart yang membutuhkan dana Rp500 juta ke atas, begitu pula dengan bisnis air minum isi ulang. Namun, dengan modal yang besar tersebut maka omzet dan keuntungan yang didapatkan pun akan sebanding.

Karena itulah dia menyarankan seseorang yang akan segera memasuki usia pensiun agar mulai memikirkan bisnis yang akan diambil. Setidaknya, lima tahun sebelum masa pensiun karena pada saat itu seseorang masih memiliki networking yang cukup, pendapatan yang tetap, dan energi yang masih baik.

“Ini perlu dipersiapkan 5 tahun sebelum pensiun agar ketika sudah memasuki usia pensiun, bisnisnya sudah berjalan. Jangan sampai pas pensiun baru memikirkan akan mengambil atau memulai bisnis apa, itu kurang tepat,” tuturnya.

Adapun terkait modal yang dikeluarkan untuk membeli paket franchise sebaiknya berasal dari hasil tabungan atau jika pun menggunakan uang pensiunan, jangan seluruhnya digunakan. Misalnya saja seseorang mendapatkan dana pensiun sebesar Rp500 juta maka dia bisa menggunakan 20 persen dana tersebut untuk membeli bisnis franchise.

“Jangan sampai terpakai semua [uang pensiunan] sehingga jika pun bisnisnya tidak berjalan, dia masih tetap memiliki dana. Maka bijaklah dalam mengelola dana pensiun dan pilihlah bisnis yang terbukti menguntungkan sehingga dana pensiunnya akan berkembang bukan justru habis,” tuturnya.
 

Gerai Erafone milik Erajaya di Jakarta. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis/Suselo Jati)

Gerai Erafone milik Erajaya di Jakarta. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis/Suselo Jati)
 

Hal senada disampaikan oleh Elisa QM, pengamat bisnis franchise yang menyarankan para pensiunan untuk memilih bisnis yang bersifat full operate seperti Indomaret, Alfamart, maupun Erafone. Dengan nilai investasi yang terbilang cukup besar maka dia menyarankan agar dana yang digunakan berasal dari uang dingin baik dari tabungan maupun dana pensiun.

Selain itu, dia juga tidak menyarankan para pensiunan memulai bisnis dengan mengajukan pinjaman ke perbankan mengingat usianya yang tidak lagi muda. “Karena itu, memulai bisnis franchise harus sudah dipersiapkan saat masih bekerja dengan berinvestasi atau menabung setidaknya 50 persen hingga 75 persen dari gaji pokok,” tuturnya.

Agar bisnis yang dijalankan bisa mendapatkan penghasilan maksimal dan terus berkembang, Elisa menyarankan agar para franchisee tidak percaya 100 persen terhadap perhitungan usaha yang ada di atas kertas karena itu perlu melakukan audit atau mengirim mystery guest ke outlet bisnis yang akan dipilih.

“Harus tanamkan juga mindset bahwa semua bisnis memiliki risikonya masing-masing,” kata Elisa.

Menurutnya, bisnis kuliner mungkin cukup menarik tetapi memiliki tingkat kebocoran yang tinggi maka dibutuhkan sistem dan tim audit yang kuat agar bisnisnya bisa tetap berjalan dan menguntungkan.

Apalagi bisnis dengan sistem owner operate ini menurutnya lebih rumit dibandingkan bisnis full operate seperti bisnis retail Indomaret, Alfamart, dan Erafone. Jikapun ingin mengambil bisnis dengan sistem owner operate sebaiknya memilih bisnis bimbingan belajar, bisnis air minum isi ulang, atau bisnis yang menjual jasa.

“Jika pensiunan paham sistem manajemen F&B dan R&D maka saya rasa franchise kuliner menarik, tetapi jika tidak sebaiknya pilih bisnis yang full operate yang bisnisnya dikelola pemilik brand,” jelasnya.
 

Pilihan Bisnis & Nilai Investasi Franchise Bagi Pensiunan

  • Indomaret: 494 juta untuk jangka waktu 5 tahun (belum termasuk sewa bangunan)
  • Alfamart: Rp300 juta hingga Rp500 juta untu berbagai tipe gerai berdasarkan rak
  • Alfamidi: Mulai dari Rp750 juta hingga Rp1 miliar
  • Erafone: Mulai dari Rp500 juta hingga Rp1 miliar
  • Bata: Rp300 juta
  • Air Minum Isi Ulang Biru: Rp584 juta
  • Apotek K24: Rp1,2 miliar
  • Bimba AIUEO: Rp40 juta hingga Rp50 juta
  • Royal Garden Spa: Rp416 juta hingga Rp848 juta
  • Raja Cukur Barbershop: Rp17,5 juta hingga Rp250 juta

Baca juga: Tertarik Bisnis Franchise Hangry? Cek Dulu Modal, Syarat & Cara Daftarnya

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Perpres Industri Gim Lokal Final, Isinya Cakup Pembiayaan dan Penyediaan Infrastruktur

BERIKUTNYA

Ingin Pinjaman Disetujui Bank? Cek 5 Cara Meningkatkan Skor Kredit

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: