Museum Song Terus. (Sumber gambar: Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya)

Museum Song Terus Direvitalisasi dari Amphitheater hingga Auditorium

31 January 2024   |   13:41 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) memacu program transformasi museum di Indonesia, salah satunya Museum Song Terus. Transformasi pada museum di Pacitan, Jawa Timur ini bertujuan untuk menjadikan museum sebagai destinasi edukasi dan pusat ilmu prasejarah di Tanah Air.

Proyek transformasi ini meliputi revitalisasi fasilitas pengunjung dan pelestarian situs Gua Song Terus, untuk pemanfaatan pendidikan dan penelitian serta implementasi standar dan praktik terbaik dalam perawatan museum dan cagar budaya.

Baca juga: Hypereport: Kerja Berat Melestarikan Bangunan Cagar Budaya

Plt. Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Ahmad Mahendra mengatakan tujuan transformasi di Museum Song Terus guna meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pengalaman pengunjung yang lebih baik. Pihaknya pun baru saja merampungkan revitalisasi tahap awal dengan pembangunan amphitheater di Museum Song Terus.

"Proyek ini bertujuan untuk menjadikan museum sebagai ruang bersama [shared space] yang menyediakan pengalaman berbagi dan interaktif bagi pengunjung,” ujar Mahendra dalam keterangan resminya.
 

f

Amphitheater di Museum Song Terus. (Sumber gambar: Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya)

Amphitheater yang baru rampung dibangun ini terletak di sebelah barat bangunan Museum Song Terus, yakni berupa panggung terbuka dengan tribun untuk tempat duduk penonton. Memiliki kapasitas sekitar 500-600 orang dan dilengkapi dengan sound system, fasilitas amphitheater ini nantinya bisa disewakan ke masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai tempat latihan dan/atau pentas kebudayaan. 

Selain pembangunan fisik mencakup pembangunan amphitheater akan dilakukan juga peremajaan dan peningkatan kualitas ruang auditorium di Museum Song Terus. Selain melayani pemutaran film 3D, ruangan auditorium rencananya memiliki kapasitas sekitar 50-60 orang yang dapat disewakan ke masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan, rapat, presentasi.

Selain ruang auditorium, artshop dan pojok ruang anak juga akan dibangun untuk mengoptimalkan pengalaman rekreasi yang lebih edukatif dan interaktif bagi pengunjung. 

Mahendra menuturkan melalui peningkatan standar pelayanan dan fasilitas, BLU MCB berkomitmen untuk terus menjaga pengalaman edukatif pengunjung dan memastikan pengadopsian prosedur yang konsisten dan efektif dalam menjaga kondisi fisik artefak, bangunan dan pemanfaatan edukasinya

"Kami terus berusaha memperbaiki diri dan memastikan pengelolaan museum dan cagar budaya yang lebih profesional dan sesuai standar terbaik dalam pelestarian, pemeliharaan, dan pemanfaatan museum dan warisan budaya," ujarnya.
 


Museum Song Terus yang terletak di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur merupakan sebuah institusi budaya yang baru didirikan dan dibuka untuk umum sejak Oktober 2022. Museum ini menjadi pusat ilmu prasejarah di Nusantara serta melestarikan situs Gua Song Terus untuk pemanfaatan pendidikan dan penelitian.

Museum ini berfokus pada penelitian dan edukasi seputar perjalanan manusia, kebudayaan, dan lingkungan alam di Gunung Sewu sejak zaman prasejarah. Dibangun di tengah Kawasan Cagar Budaya Gunung Sewu yang menyimpan jejak budaya dan perubahan lingkungan prasejarah Indonesia, museum ini menyimpan koleksi sekitar 5.000 artefak.

Ada enam ruangan di Museum Song Terus yang menyimpan benda-benda budaya bernilai histori tinggi seperti perkakas batu, alat prasejarah, dan tulang binatang masa lalu, termasuk replika kerangka manusia serta fosil flora dan fauna yang berada di kawasan tersebut.

Dari segi arsitektur, gaya bangunan modern Museum Song Terus mengaplikasikan kekayaan alam sekitar berupa batuan yang disusun dalam dinding gabion sehingga selaras zaman.

Museum Song Terus sendiri merupakan satu dari puluhan museum, galeri dan cagar budaya yang dikelola oleh Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesian Heritage Agency (IHA). MCB merupakan badan layanan umum dibawah naungan Kemendikbudristek yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 17 museum, 1 galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia.

Terbentuk pada 2022 dan diresmikan menjadi badan layanan umum per 1 September 2023, IHA mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.

Baca juga: Hypereport: Melihat Proses & Tantangan Revitalisasi Bangunan Bersejarah Dunia

IHA mengedepankan peningkatan pelayanan yang berbasis perlindungan sebagai prioritas utama. Dengan merangkul kreativitas dan mengusung semangat kolaborasi yang inklusif, IHA secara kolektif berkontribusi untuk membuka wawasan apresiasi mendalam terhadap warisan budaya Indonesia yang beragam. 

(Baca artikel hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Digempur Drama Asing, Serial Lokal Optimistis Bangun Ceruk Penonton Lewat Cerita Orisinal

BERIKUTNYA

Sinopsis Film Agak Laen, Kisah Komedi dari Rumah Hantu yang Tayang 1 Februari 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: