Film The Summer Holidays (Sumber gambar: Instagram/valentinecadic)

Review Film The Summer Holidays, Potret Potongan Kehidupan yang Menghangatkan Hati

20 January 2024   |   16:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Menampilkan liburan musim panas yang sederhana, dengan dialog yang kita bisa alami sehari-hari, film pendek The Summer Holidays mampu memotret potongan kehidupan yang manis lewat perjalanan dua manusia yang menemukan arti bahagia di satu tempat yang sama.

Salah satu film yang jalan ceritanya begitu indah dan heartwarming ini disutradarai oleh Valentine Cadic. Ini adalah tipikal film yang bisa membuat hati penontonnya jadi hangat. Bonusnya, bisa punya keinginan liburan juga dan berharap ikut mengalami apa yang terjadi di film ini.

Film yang memiliki judul asli Les Grandes Vacances ini mengikuti kisah Blandine (diperankan Benjamin Martini), seorang perempuan yang tengah bosan dan ingin sejenak melarikan diri dari rutinitasnya. Pada momen jeda musim panas, Blandine memutuskan untuk melancarkan keinginannya dengan berkemah.

Baca juga: Review Film The Beekeeper, Menilik Ironi Masa Lalu Peternak Lebah
 

Namun, ketika tiba di sebuah perkemahan kecil dengan danau indah di tengahnya, Blandine baru menyadari kesalahannya dalam memilih tanggal reservasi. Ini membuatnya harus mengatur ulang segala rencana, termasuk harus berkemah di bukan spot terbaiknya.

Blandine mendapati momen liburannya berubah jadi seperti hukuman. Dari lokasi kemahnya yang berisik oleh suara rombongan liburan keluarga yang berada di sebelahnya, punggungnya yang mendadak sakit, dan hujan yang mengguyur hampir sepanjang hari. 

Di tengah kesialan yang menimpa aktor utama, Valentine Cadic menabrakkan setiap kejadian-kejadian tersebut dengan beauty shot dari pemandangan indah di sekelilingnya. Dalam fase pertama hingga kedua film, sang sutradara kerap mempertontonkan gambar-gambar long shot.

Pilihan frame ini membuat kemalangan tokoh utama terasa lebih tergali. Blandine digambarkan seperti sebuah elemen kecil dari luasnya takdir hidup yang sedang dijalani. Sang sutradara juga tampaknya ingin mempertontonkan ironi sekaligus mengangkat gagasannya tentang kebahagiaan.

Seperti diketahui, Blandine mengunjungi tempat ini untuk berlibur dan bersenang-senang, tetapi yang didapat justru sebaliknya. Sepanjang sejarah manusia, bahagia memang selalu jadi hal yang absurd. Sudah banyak ilmuwan yang meneliti reseptor rasa senang di otak hingga ahli filsafat dengan berbagai teorinya, tetapi rasanya tak pernah ada cara pasti mencapai kebahagiaan.

Dalam perkembangannya, perasaan bahagia kerap dilekatkan pada tempat, sebuah liburan, manusia, dan hal-hal lain. Namun, sepertinya tak ada interpretasi tunggal dalam upaya mendapatkannya.

Dalam film ini, Cadic juga beberapa kali menggambarkan tokoh utamanya di dalam sebuah kesendirian yang menyesakkan. Di tengah guyuran hujan di tendanya, Blandine tetap sendiri, seolah mempertanyakan perjalanannya, di tempat yang diharapkannya bisa membawa rasa bahagia. 

Tampaknya, Blandine adalah seorang pemalu. Benar-benar tak ada interaksi dengan sesama pelancong yang jumlahnya cukup banyak di tempat tersebut. Dia benar-benar sibuk dengan dirinya sendiri. 

Baca juga: Review Film Society of the Snow, Kisah Nyata Tragedi Jatuhnya Penerbangan 571 Uruguay
 

Hingga sebuah momen absurd terjadi ketika Blandine yang sedang menyendiri di tepi danau, bertemu dengan Helio, seorang jurnalis muda lokal yang tengah bertugas di tempat tersebut. Helio ingin mewawancarai Blendine. Dengan memasang wajah ramah dan sedikit senyum, Helio bertanya “Apakah kau menyukai tempat ini, berlibur di pusat rekreasi ini?”.

Blandine pun menjawabnya. Keduanya lantas berpisah tak lama setelah wawancara selesai, sebelum akhirnya kembali berinteraksi dan menjadi seorang teman baru.

Pertemuan Blandine dengan Helio ini terasa begitu menarik. Blandine pergi ke tempat ini dengan tujuan liburan, sedangkan Helio justru mengunjunginya untuk sebuah pekerjaan. Namun, di luar itu, interaksi yang terbangun dari keduanya berjalan dengan begitu natural, lewat dialog-dialog sederhana, seolah menuntun penonton pada sebuah cara pandang baru melihat kebahagiaan.

Kecanggungan yang muncul, khas dua orang yang baru bertemu, jadi potret slice of life yang mungkin juga dialami banyak orang. Ini membuat karakter keduanya terlihat nyata dan meyakinkan.

Secara keseluruhan, film The Summer Holidays adalah sebuah feel good movie tentang proses menemukan bahagia dengan berbagai elemen yang tak tunggal. Penulisan dan karakterisasi penokohan yang menawan membuat dua orang di film ini menjadi nyawa, yang membuat rajutan sinema Valentine Cadic begitu hidup.

Film The Summer Holidays masih tayang di My French Film Festival yang berlangsung dari 19 Januari-19 Februari 2024, yang digelar secara daring di layanan streaming Klik Film. 

Baca juga: Review Film 13 Bom di Jakarta, Aksi Terorisme yang Mencekam & Menegangkan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

The Panturas Gelar Tur Sail & Connect di 5 Kota, Cek Informasi Lengkapnya

BERIKUTNYA

Daftar Keju Termahal di Dunia, Ada yang Terbuat dari Susu Rusa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: