Karakter Oscar dan William dalam film 13 Bom di Jakarta (Sumber gambar: Siaran pers Visinema Pictures)

Review Film 13 Bom di Jakarta, Aksi Terorisme yang Mencekam & Menegangkan

07 January 2024   |   14:42 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko berjudul 13 Bom di Jakarta telah mendapatkan penonton lebih dari 750.000 orang sampai dengan Minggu, 7 Januari 2024 sejak awal peluncurannya pada tahun lalu, yakni Kamis, 28 Desember 2023.

Kabar itu disampaikan oleh sang sutradara melalui media sosial instagram. ”Terima kasih untuk 750.000++ warga dar der dor yang sudah melihat aksi luar biasa Oscar dan William,” tulisnya pada Minggu, 7 Januari 2024.

Dia menyatakan bahwa film 13 Bom di Jakarta masih tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada saat ini. Dengan begitu, masyarakat yang belum pernah menyaksikannya dapat menikmati film tersebut di bioskop. ”Langsung gas sekarang ke bioskop terdekat,” imbuhnya. 

Baca juga: Sinopsis & 5 Fakta Unik Film 13 Bom di Jakarta Besutan Sutradara Angga Dwimas Sasongko 

13 Bom di Jakarta bercerita tentang kondisi DKI Jakarta yang tiba-tiba mengalami perubahan menjadi kelam lantaran aksi terorisme. Mereka meletakkan 13 bom di berbagai penjuru wilayah itu tanpa diketahui. 

Saat meminta tebusan, mereka meminta uang digital dan menyebut salah satu perusahaan rintisan di ibu kota negara Jakarta. Penyebutan nama itu membuat Badan Kontra Terorisme Indonesia (ICTA) mencari tahu dan menjemput pendirinya, yakni Oscar yang diperankan oleh Chicco Kurniawan dan William yang diperankan oleh Ardhito Pramono.

Misi tim ICTA pun menjadi rumit ketika terdapat penyusup yang membocorkan segala informasi kepada para teroris. Di sisi lain, pemimpin kelompok teroris yang disebut sebagai Arok (Rio Dewanto) terus menebar ketakutan dengan meledakan bom dan menimbulkan korban jiwa setiap 8 jam.


Review Film

Film 13 Bom di Jakarta menyajikan pengalaman berbeda bagi siapa saja pencinta film Indonesia. Karya dari Sutradara Angga Dwimas Sasongko itu menyuguhkan sesuatu yang segar, terlebih bioskop di dalam negeri yang tengah ramai dengan film bergenre horor.

Karya yang memiliki durasi lebih dari 2 jam itu menyajikan aksi yang lengkap. Para penonton dapat melihat aksi bela diri, pertarungan dengan senjata, dan juga kejar-kejaran mobil yang kian menambah keseruannya.

Tak cuma aksi laga, pencinta film di Tanah Air juga dapat menikmati suguhan monolog dari salah satu karakternya yang memperkuat cerita dan tentu membuat kita berpikir tentang kondisi negara selama ini. 

Dari sisi cerita, penonton akan mendapati kisah pembuka yang menghentak. Kita akan teringat dengan aksi-aksi penyergapan yang kerap ada dalam film-film Hollywood. Penggunaan senjata RPG pada pembukaan sangat mencolok dan menarik. 

Berbeda dengan banyak film Indonesia yang memperkenalkan dan menyajikan setiap karakter di depan, Genhype akan menikmati adegan penuh aksi dalam 15 menit pertama. Pengenalan dan penjelasan tentang karakter dapat dinikmati dalam setiap prosesnya.

Penjelasan setiap karakter akan terbuka sedikit demi sedikit seperti potongan puzzle yang pada akhirnya akan membawa kita pada satu titik.
 

Selain cerita yang menyajikan aksi pertarungan dengan atau tanpa senjata dan kejar-kejaran mobil balap, pembuat film 13 Bom di Jakarta juga menyelipkan cerita-cerita lucu yang dapat membuat tensi tinggi sedikit mengendur tanpa menghilangkan keseruannya.

Satu-satunya adegan yang mungkin kurang adalah ketika salah satu anggota Badan Kontra Terorisme Indonesia harus berhadapan dengan orang yang dipercaya dan ternyata seorang pengkhianat. Pada saat itu, pembuat film memilih masyarakat sipil dan juga kekasih karakter William yang mengeksekusinya.

Eksekusi yang terjadi juga bukan sesuatu yang dilakukan olehnya dengan sengaja. Segala aksi menembus barikade sampai menerima tembakan terasa begitu sia-sia. 

Tidak hanya itu, cerita yang juga mengandung unsur peretasan (hacking) ini akan mengingatkan kita pada beberapa kisah tentang film-film dari luar negeri. Meskipun begitu, sayangnya ada rasa sedikit kurang greget dalam aksi bajak-membajak jaringan ini.

Penjahat yang membajak Badan Kontra Terorisme Indonesia terasa sangat begitu mudah meskipun terdapat keterangan bahwa kemudahan itu muncul karena adanya orang dalam yang berkhianat. 

Aksi lainnya yang terasa kurang adalah pertarungan hacking. Penonton tidak akan menyaksikan pertarungan antara teroris dan pihak berwenang dalam sektor IT. Satu-satunya kegiatan hacking yang bisa dikatakan seru adalah ketika Ardhito Pramono yang berperan sebagai William bekerja sama dengan teroris Waluyo yang diperankan oleh Muhammad Khan.

Keduanya berusaha menonaktifkan bom yang sudah terpasang di sejumlah titik di Jakarta. Sepanjang film ini, penonton tidak mendapatkan suguhan pertarungan bajak-membajak atau aksi hacking antara kedua belah pihak.

Meskipun begitu, aksi pertarungan baik dengan senjata atau tangan kosong begitu mumpuni. Beberapa efek tembakan dan pukulan juga terasa begitu nyata. Kita akan melihat aksi pertarungan dengan senjata jarak dekat layaknya film koboi. Aksi menembak dan berganti senjata juga dijalin dengan sangat ciamik. 

Dari sisi visual dan suara, penonton akan merasakan ikut menjadi bagian dalam film ini. Tidak hanya itu, cut and cut dari satu scene ke scene lainnya juga terasa pas karena mata masih bisa mengikuti setiap adegannya.

Terakhir adalah peran para pemainnya yang menawan. Rio Dewanto begitu sangar berperan sebagai tokoh sentral sebagai seorang teroris. Begitu juga dengan Chicco Kurniawan dan Ardhito Pramono yang merupakan pendiri salah satu perusahaan rintisan.

Dari Badan Kontra Terorisme Indonesia, Damaskus, Karin, Gita, dan sebagainya begitu apik memerankan setiap karakter yang diamanahkannya. Pada bagian akhir, sesi bisu dari kondisi dan suasana yang terjadi ditambah monolog dari Rio Dewanto menjadi bagian dramatis tentang alasan di balik seseorang menjadi teroris dan tujuannya yang ingin membuat dunia menjadi setara.

Baca juga: Intip Penampilan Marthino Lio di First Look Film Glenn Fredly The Movie

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Kiat Investasi Saham & Reksa Dana Biar Cuan untuk Pemula Tahun 2024

BERIKUTNYA

Harga & Spesifikasi Mobil Listrik New MG ZS EV dan MG 4 EV Diumumkan 10 Januari 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: