Ilustrasi suasana kerja yang positif dan nyaman. (Sumber gambar : Freepik/Tirachardz)

Psikolog Analisa Bagi Kiat Tetap Chill Merespons Perubahan di Dunia Kerja

09 January 2024   |   15:24 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Perubahan merupakan hal yang biasa terjadi dalam dunia kerja, baik itu sebagai pengaruh dari pola kepemimpinan maupun kebijakan perusahaan. Pada kondisi ini, penting bagi karyawan untuk bisa menavigasi perubahan tersebut agar bisa melewatinya dengan baik. 

Psikolog Klinis Analisa Widyaningrum menyebut perubahan dapat dinavigasi dengan cerdas secara emosi. Kemampuan untuk mengolah emosi inilah yang dapat membantu melewati segala tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan. 

Baca juga: 15% Orang Dewasa Usia Pekerja Alami Gangguan Kesehatan Mental, Begini Saran Psikiater

Dia menerangkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan manusia mengenali dan memahami emosinya, lalu menggunakannya untuk mengelola diri sendiri maupun hubungannya dengan orang lain. Mengolah hati dan perasaan memang bukan perkara mudah.

Banyak hal yang tidak bisa dikendalikan yang dapat membuat seseorang tidak nyaman terhadap perubahan, tetapi bukan berarti membuat seseorang tersebut tidak kompeten. "Penting bagi kita untuk memahami level kecerdasan emosi supaya bisa mengontrol perasaan dengan lebih baik,” ujar Ana dikutip Hypeabis.id, Selasa (9/1/2024).

Dia berpendapat kecerdasan emosi sangat penting dalam dunia kerja karena dapat meningkatkan kolaborasi atau team work. Karyawan juga mampu mengelola stres, tangguh menghadapi tantangan, dan mengatasi ketidakpastian secara efisien. Jadi, kinerja menjadi lebih produktif, pencapaian target meningkat, dan bisa berkontribusi positif terhadap budaya perusahaan.

Ana menerangkan, level kecerdasan emosi seseorang dapat terasa saat bekerja bersama orang lain. Bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya tinggi, bisa membuat kita merasa lebih nyaman, tenang, dan percaya diri. Hal ini dikarenakan orang tersebut memiliki kompetensi personal dan sosial yang baik. 

Kompetensi personal yaitu mampu memahami emosi yang dimiliki (self-awareness) dan mampu mengendalikannya dalam situasi sulit, serta tetap profesional saat bekerja (self-management).

Orang yang memiliki self management yang baik, dapat mengelola perasaannya untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekhawatiran. "Justru dia bisa menerima perubahan dengan cepat dan memikirkan langkah ke depan," tuturnya.

Baca juga: Kenali 5 Risiko Kesehatan Mental yang Sering Terjadi pada Pekerja

Orang yang cerdas secara emosi juga memiliki kompetensi sosial yaitu mampu memahami perasaan orang lain (empathy) dan memiliki keterampilan mengelola hubungan dan membangun dinamika tim yang efektif (social skills).

Sebaliknya, jika bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya rendah, kita juga akan ikut terbawa merasakan sesuatu yang tidak nyaman, malas, bahkan cemas karena orang tersebut memancarkan aura serta emosi yang negatif.

Lebih lanjut, Ana menyampaikan pada saat mengalami perubahan, boleh saja merasa tidak nyaman, panik, sedih, kecewa, tapi tidak perlu berlarut-larut. Semua orang yang mengalami perubahan dan mengalami hal yang tidak menyenangkan pasti akan mengalami syok.

"Namun jika kita memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, kita bisa mengendalikan emosi tersebut dengan bijak,“ imbuhnya. Untuk menerima dan merangkul perubahan dengan baik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Pertama, setiap menghadapi sesuatu, amati dulu apa yang terjadi. Kedua, Ana menyarankan untuk mengenali emosi yang hadir, apakah marah, sedih, atau kecewa. Asah diri untuk melakukan rutinitas sederhana supaya kalian bisa terkoneksi dengan emosi tersebut.

Misalnya tulis segala perasaan di notes atau cerita ke orang yang tepat. Hal ini dapat membuat sadar emosi apa yang sedang hadir dalam diri kalian.

Ketiga, kalian bisa menerima dan mengelola emosi tersebut dengan menerapkan mindfulness dan melakukan respons delay. Sebelum meluapkannya, hitung mundur 10 detik untuk memikirkan dengan matang apakah respons yang akan diberikan itu benar. 

Keempat, cobalah untuk membuka pandangan lebih jauh lagi dan lakukan reframe. Pahami bahwa ini adalah tantangan yang harus dihadapi. Ana menegaskan semua orang bisa mengalami hal yang sama. "Kita bisa memposisikan diri sebagai orang lain yang juga ikut merasakan perubahan. Inilah yang dapat membangun bonding dalam pekerjaan," jelasnya. 

Baca juga: Daya Saing Dunia Kerja Makin Ketat, Begini Kiat Menghadapinya

Terakhir, ambil napas, step back, ingat kembali long term goals kalian sehingga apapun yang dihadapi, yakinkan kalian bisa mengatasinya dengan baik. Dia mengingatkan navigasi perubahan itu bukan tentang menekan emosi yang dirasakan dalam perubahan, tetapi bagaimana bisa menggunakan emosi yang tepat di situasi yang tepat. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Perbandingan Fitur & Spesifikasi Apple Vision Pro vs Meta Quest 3

BERIKUTNYA

Dunia Sepak Bola Berduka, Legenda Franz Beckenbauer Wafat Pada Usia 78 Tahun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: