COVID -19 (Sumber Foto: Freepik)

Ketahui Gejala Covid-19 Subvarian JN 1 yang Merebak pada Awal Tahun 2024

01 January 2024   |   18:30 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Indonesia kembali menghadapi kenaikan kasus Covid-19 akibat subvarian JN.1. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa jumlah kasus Covid-19 akan mencapai puncaknya pada Januari 2024 melihat tingginya pergerakan masyarakat saat libur Natal dan tahun baru.

Adapun puncaknya diperkirakan berlangsung selama 2 sampai 4 pekan. Maksimal pada pekan terakhir sudah terjadi penurunan, sehingga harusnya kasus Covid-19 di Indonesia sudah turun kembali pada Februari. 

Sampai 29 Desember 2023 lalu terdapat 112 kasus Covid-19 subvarian JN.1 di Tanah Air. Temuan itu diketahui melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). Kasusnya banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Riau, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan Utara. 

Baca juga: Waspada, Ini Ciri-ciri Sesak Napas yang Jadi Gejala Pneumonia

Paling banyak ditemukan di Jakarta Barat dengan 42 kasus dan Jakarta Selatan 30 kasus. Jakarta Utara 21 kasus, serta Jakarta Timur 8 kasus. Selanjutnya Pekanbaru 4 kasus, Batam 3 kasus, Tarakan 2 kasus, dan Bandung 2 kasus. 

Terdapat dua kasus kematian terkait Covid-19 subvarian JN.1 di Batam, Kepulauan Riau, salah satunya positif terinfeksi subvarian JN.1. Pasien laki-laki berinisial FV, 48 tahun telah meninggal dunia pada 18 Desember di RS Embung Fatimah, Batam. Penyebab kematiannya karena penyakit jantung, dan saat dites Covid-19 hasilnya positif dengan varian JN.1.

Adapun pasien kedua adalah laki-laki berinisial GNS yang berusia 77 tahun. Pasien meninggal pada 21 Desember di RS Elizabeth Lubuk Baja. Penyebab kematiannya akibat penyakit komorbid infeksi radang paru, lalu setelah dites Covid-19 dengan hasil positif subvarian GE.1.

Data terakhir per 30 Desember 2023, tercatat ada 2.606 kasus aktif Covid-19 subvarian JN.1. Berdasarkan jumlah tersebut ada 318 kasus terkonfirmasi positif, dan 128 kasus sembuh, serta 2 kasus meninggal dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan subvarian baru dari strain Omicron ini adalah variant of interest (varian yang diperhatikan) akibat penyebarannya yang pesat di berbagai negara dunia, termasuk India, China, Inggris, dan Amerika Serikat.

Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC, saat ini varian JN.1 merupakan kasus yang paling cepat pertumbuhannya di Amerika Serikat dengan jumlah pasien terinfeksi sebanyak 15-29 persen.

Namun jangan khawatir, WHO memaparlan bahwa saat ini risiko JN.1 masih terbilang rendah. Vaksin-vaksin yang ada saat ini dapat memberikan perlindungan terhadap subvarian JN.1.

Meski begitu, WHO memperingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati karena Covid-19 dan infeksi lainnya dapat meningkat menjelang musim dingin di negara Eropa. Terutama virus yang menjangkiti saluran penasaran seperti flu, virus pernapasan syncytial (RSV), dan pneumonia anak.


Gejala Subvarian JN.1

Pada umumnya gejala Covid-19 subvarian JN.1 sama seperti gejala yang dialami saat terinfeksi varian lainnya. Berat ringannya gejala bergantung pada kekebalan tubuh dan kondisi kesehatan pasien, bukan karena tipe variannya.

Meski begitu gejala subvarian JN.1 mungkin bisa tertukar dengan penyakit lainnya yang seringkali muncul saat musim dingin seperti flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan. Untuk membedakannya simak gejala COVID-19 subvarian JN.1 yang meliputi:

Baca juga: Penyebab dan Gejala Stiff Person Syndrome yang Diderita Celine Dion

• Batuk
• Sakit tenggorokan
• Sakit kepala
• Nyeri otot
• Demam
• Hilangnya kemampuan mengenali rasa atau bau
• Hidung mampet dan pilek
• Kelelahan
Brain fog
• Sesak napas
• Gejala gastrointestinal (sakit perut, diare ringan)

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Sejuk! Intip 5 Kafe & Resto di Sentul Alternatif Wisata Selain Puncak

BERIKUTNYA

Gamer Ngeluh Filter Buta Warna di Tekken 8 Bikin Migrain Hingga Vertigo?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: