Ilustrasi belanja di supermarket. (Sumber gambar: Jack Sparrow/Pexels)

Survei Ini Ungkap 32% Masyarakat Bakal Lebih Banyak Belanja pada Ramadan 2024

07 December 2023   |   19:41 WIB
Image
Luke Andaresta Reporter Hypeabis.id| Menulis seputar arsitektur, desain interior, buku, musik, dan film.

Beberapa bulan lagi, masyarakat Muslim akan bertemu dengan Ramadan. Tren belanja masyarakat Indonesia pun umumnya meningkat selama bulan suci, untuk memenuhi kebutuhan ibadah puasa hingga Lebaran. Mulai dari perlengkapan beribadah, makanan, fesyen, hingga hampers menjadi item yang paling dicari oleh konsumen.

Pada Ramadan mendatang, diproyeksikan bahwa minat masyarakat Indonesia dalam berbelanja masih akan tinggi. Data terbaru dari lembaga riset The Trade Desk menyebutkan bahwa 1 dari 3 masyarakat Indonesia atau sebesar 32 persen mereka, akan berbelanja lebih banyak pada Ramadan 2024.

Alasan utama yang membuat masyarakat akan lebih royal berbelanja pada Ramadan 2024 dilandasi oleh kepercayaan diri terhadap kondisi ekonomi sebagaimana diakui oleh 48 persen konsumen. Sedangkan 43 persen mereka memiliki keinginan untuk berbelanja lebih banyak selama bulan suci.

Survei yang dilakukan oleh The Trade Desk dan Milleu Insight itu juga mengungkap bahwa sekitar 67 persen masyarakat Indonesia berencana untuk mengalokasikan setidaknya  seperempat dari Tunjangan Hari Raya (THR) mereka untuk Ramadan mendatang. Data terbaru ini menggarisbawahi  naiknya optimisme konsumen yang akan mendorong peningkatan belanja mereka.

Baca juga:   Survei Ini Ungkap Perilaku Masyarakat Gunakan Paylater

Ramadan mendatang diproyeksikan menjadi momentum yang tepat bagi para pelaku usaha untuk menjaring konsumen yang lebih luas. Pasalnya, riset yang melibatkan sebanyak 1.000 responden itu menemukan bahwa mayoritas konsumen Tanah Air atau sebanyak 85% responden mengaku terbuka untuk mencoba merek baru.

Bahkan, 7 dari 10 konsumen menganggap diri mereka sebagai penjelajah kategori, di mana mereka belum memutuskan brand yang spesifik untuk produk yang ingin mereka beli.

Sementara itu, survei ini juga menunjukkan betapa teknologi telah mengubah perilaku masyarakat. Selain semakin maraknya berbelanja online, banyak masyarakat kini mengonsumsi produk digital. Selama Ramadan, masyarakat Indonesia berencana untuk menjadi lebih aktif secara digital karena berkurangnya aktivitas fisik saat berpuasa.

Responden mengaku akan lebih banyak mengonsumsi produk digital pada saluran open internet seperti OTT/CTV, platform streaming audio, aplikasi Islami, gim seluler, dan majalah/situs web online dalam periode ini. Secara spesifik, kalangan generasi Z yang lebih aktif dalam kegiatan streaming, menunjukkan peningkatan sebesar 20 persen untuk konsumsi OTT/CTV, dan peningkatan sebesar 25 persen untuk streaming audio.

Purnomo Kristanto selaku General Manager Indonesia The Trade Desk mengatakan sebagaimana kepercayaan diri konsumen diperkirakan akan mendorong belanja yang lebih tinggi pada bulan Ramadan mendatang, para pemilik brand dapat memanfaatkan lonjakan tersebut dengan informasi berbasis data untuk mendukung kampanye periklanan dengan presisi, optimalisasi, dan pengukuran yang lebih akurat.

Menurutnya, para pelaku usaha dapat memanfaatkan informasi terkait segmen audiens utama, untuk membangun kampanye iklan dalam waktu yang tepat dan relevan sesuai dengan konsumen di setiap tahap perjalanan belanja mereka.

“Optimisme konsumen memberikan indikator yang kuat bagi brands untuk meningkatkan investasi periklanan mereka, agar dapat menjangkau konsumen pada waktu dan lokasi yang tepat di Ramadan  tahun 2024,” katanya.
 

Ilustrasi belanja di supermarket. (Sumber gambar: Anna Shvets/Pexels)

Ilustrasi belanja di supermarket. (Sumber gambar: Anna Shvets/Pexels)


Tip Belanja saat Ramadan

Meski kebutuhan saat Ramadan hingga Lebaran relatif lebih banyak dari hari-hari biasa, kalian tetap perlu cermat dalam mengeluarkan sejumlah uang agar tidak melebihi anggaran belanja. Oleh sebab itu, pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Financial planner Nadia Harsya mengatakan belanja hemat bukan melulu berarti soal menabung dan investasi. Hal yang paling penting adalah mengatur cash flow agar tetap positif. “Bagaimanapun dengan uang yang kita punya harus bisa diatur. Jadi smart shopper dulu, sebelum kita ikut nabung dan investasi,” katanya.

Terkait hal tersebut, Nadia pun membeberkan tiga kiat agar belanja tetap hemat khususnya selama Ramadan. Pertama, membuat estimasi bujet dan daftar kebutuhan berbelanja, kemudian mematuhinya. “Hanya berbelanja yang ada di list dan jangan sampai melewati bujet yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Kedua, hindari untuk berbelanja di jam-jam kritis. Menurut Nadia, ketika merasa lapar saat sedang berpuasa, orang-orang cenderung menjadi impulsif ketika berbelanja misalnya saat akan buka puasa ataupun sahur. Oleh karena itu, penting untuk berbelanja saat kondisi emosi sedang stabil.

Adapun untuk kiat ketiga, penting juga untuk mencari produk dengan harga terbaik saat belanja kebutuhan. Menurut Nadia, saat ini terdapat banyak opsi toko untuk membeli barang, sehingga penting untuk menjadi pembeli yang pintar.

“Caranya dengan membandingkan untuk mendapatkan produk berkualitas dengan harga bersaing. Dengan begitu, bujet akan aman dan kebutuhan juga terpenuhi,” tambah Nadia. 

Baca juga: Survei Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia, 41% Gunakan Pinjol untuk Kebutuhan Rumah Tangga & Modal Usaha

Editor: Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Dewan Juri Siap Menyeleksi Ratusan Karya dalam Lomba Foto Solidaritas Merawat Kebhinekaan

BERIKUTNYA

Sinopsis drama Korea Soundtrack #2, Kisah Mantan Kekasih yang Bertemu Lagi Ketika Telah Dewasa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: