Ilustrasi (sumber : Ketut Subiyanto/pedes)

Cerdas Kelola Keuangan Lebaran, Atur Strategi Pengeluaran Agar Tetap Stabil

29 March 2025   |   19:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak masyarakat Indonesia bersiap merayakan momen ini dengan berbagai tradisi, termasuk mudik ke kampung halaman. Selain membawa kebahagiaan, perayaan Lebaran juga sering diiringi peningkatan pengeluaran, mulai dari biaya perjalanan, kebutuhan pokok, hingga dana untuk berbagi.

Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan pengeluaran ini berisiko mengganggu stabilitas keuangan setelah Lebaran usai.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki strategi dalam mengatur keuangan selama Ramadan dan Idulfitri.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan anggaran yang disiplin, masyarakat dapat tetap menikmati momen Lebaran tanpa harus menghadapi kesulitan finansial di kemudian hari.

Baca juga: 5 Tips Cerdas Mengelola THR agar Keuangan Tetap Stabil Setelah Lebaran
 
Perencana keuangan Budi Rahardjo mengatakan kunci utama dalam mengatur keuangan saat Lebaran dan mudik adalah dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam mengatur pengeluaran.
 
"Memang biasanya saat Ramadan itu ada pos-pos pengeluaran yang bertambah," ujarnya.
 
Beberapa di antaranya seperti sedekah, zakat, serta konsumsi yang meningkat karena adanya hidangan pendamping dan takjil saat berbuka puasa. Selain konsumsi, harga kebutuhan pokok juga cenderung meningkat selama Ramadan, yang berdampak pada naiknya pengeluaran rumah tangga.

"Jika ada pos pengeluaran yang bertambah, maka sebaiknya ada pengeluaran lain yang dikurangi untuk mengompensasi. Misalnya, jika biaya konsumsi meningkat, coba kurangi pengeluaran lain yang tidak terlalu mendesak," tuturnya.
 
Salah satu tantangan terbesar dalam mengatur keuangan saat Lebaran adalah biaya transportasi yang melonjak terutama ketika musim mudik. Karena itulah, Budi menyarankan untuk memesan tiket jauh-jauh hari atau memanfaatkan promo, serta membandingkan berbagai alternatif transportasi untuk menemukan yang paling efisien.
 
Dia juga mengingatkan untuk mempertimbangkan biaya akomodasi dan lama tinggal di kampung halaman, karena semakin lama tinggal maka semakin tinggi pula biayanya.
 
Jika seseorang hanya mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk kebutuhan mudik, Budi menyarankan agar dana tersebut dapat benar-benat dikelola dengan baik.

"Tidak ada aturan pasti berapa persen THR yang bisa digunakan untuk mudik karena tiap keluarga punya kondisi berbeda. Namun, idealnya jangan sampai THR habis seluruhnya hanya untuk mudik. Sebisa mungkin sisakan sebagian untuk kebutuhan setelah Lebaran," sarannya.
 
Penggunaan kartu kredit atau paylater saat mudik perlu dikelola dengan bijak.  Budi menekankan, penting untuk memastikan bahwa kemampuan finansial mencukupi untuk melunasi tagihan, mengingat adanya bunga yang harus dibayarkan. Selain itu, merancang rencana pembayaran cicilan yang realistis dapat membantu menghindari beban keuangan yang berkepanjangan.
 
Untuk menghadapi pengeluaran tak terduga, disarankan untuk menyisihkan sebagian dana sebagai cadangan darurat. Sebaiknya, dana seperti THR tidak dihabiskan sekaligus sebelum berangkat mudik, sehingga masih tersedia untuk keperluan mendesak.

Selain itu, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya kebutuhan tambahan, seperti membantu keluarga di kampung halaman.

"Kadang kita baru sadar setelah sampai di kampung bahwa ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan. Karena itu, sebaiknya sisihkan dana darurat guna sekitar 15% untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga," jelasnya.
 

Kelola Keuangan Setelah Mudik

Setelah mudik, banyak orang menghadapi kondisi keuangan yang menipis. Untuk mengembalikan kestabilan finansial, penting untuk mengendalikan pengeluaran, segera melunasi utang dari kartu kredit atau dana darurat, serta menyusun rencana keuangan yang lebih terperinci untuk bulan-bulan mendatang. Selain itu, kekompakan antara pasangan dalam mengelola keuangan juga menjadi faktor penting dalam pemulihan kondisi finansial.

Dalam hal penggunaan dana THR, disarankan untuk membaginya ke berbagai pos pengeluaran, seperti kebutuhan Lebaran, pembayaran pajak tahunan, liburan, serta pengeluaran tambahan lainnya. Dengan perencanaan yang matang, dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa membebani kondisi keuangan setelah Lebaran.
 
Dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam mengelola keuangan, diharapkan masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dan mudik tanpa khawatir akan masalah keuangan di kemudian hari

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Bocoran Fitur Baru, Desain dan Performa iPhone 17 Pro

BERIKUTNYA

Lebaran 2025 Jatuh pada 31 Maret 2025, Sidang Isbat Tetapkan Ramadan Genap 30 Hari

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga