Bukan Jalan Pintas Jadi Kaya, Ini Tips Cerdas Anak Muda Berinvestasi
27 March 2025 |
19:50 WIB
Dalam beberapa tahun terakhir, makin banyak anak muda yang tertarik untuk berinvestasi dan menyadari pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan mereka. Apalagi terdapat berbagai platform dan instrument investasi yang dapat menjadi pilihan bagi para generasi muda.
Para investor muda tersebut pun tidak hanya datang dari pekerja professional. Para mahasiswa dan fresh graduate pun mulai berani mencoba berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, hingga cryptocurrency.
Fakta tersebut diperkuat pula oleh data dari OJK yang menyebutkan bahwa dari total Single Investor Identification (SID) yang saat ini mencapai 15,7 juta investor, hampir 80% diantaranya didominasi oleh generasi muda di bawah usia 40 tahun.
Baca Juga: Begini Kata Investor dan Perencana Keuangan Soal Potensi Investasi Emas yang Tengah Melesat
Cakra Praditya Himawan, Founder CAK Investment Club mengatakan investasi bukan sekadar cara untuk mendapatkan keuntungan cepat, tetapi lebih kepada membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
"Kalau anak muda mulai investasi dari sekarang, mereka tidak hanya menumbuhkan aset, tetapi juga pola pikir yang lebih matang dalam mengelola keuangan," ujarnya saat berbincang dengan Hypeabis.id, di kantor CAK Investment Club, Kamis (27/3/2025).
Dia menyoroti bahwa banyak anak muda yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif tanpa memikirkan bagaimana mengalokasikan penghasilan mereka untuk masa depan. Dengan memahami investasi, mereka bisa mulai mengelola uang dengan lebih bijak.
Rachelle Viensisca Leffiana, investor muda yang juga menjabat sebagai Head of Media CAK Investment Club mengatakan semangat anak muda dalam berinvestasi saat ini sangat tinggi, terutama karena adanya harapan mendapatkan keuntungan dengan cepat.
Namun, dia menekankan bahwa investasi bukanlah cara instan untuk menjadi kaya. Maka perlu adanya kesabaran dan jangan panik. "Investasi itu nggak menjamin bisa kaya mendadak. It's not judi yang tiba-tiba masuk ke saham atau koin tertentu dan langsung untung besar dalam satu malam. Memang ada yang berhasil seperti itu, tapi kemungkinan kecil," ujarnya.
Dia juga mengapresiasi semakin banyaknya anak muda di Indonesia yang aktif belajar investasi, termasuk dalam komunitas seperti CAK Investment Club. Menurutnya, anak muda memiliki keunggulan karena masih memiliki waktu panjang untuk belajar dari kesalahan.
"Kesempatan gagal masih lebih besar kalau masih muda, tapi justru itu jadi keuntungan. Kalau rugi pun, tanggungannya belum sebesar orang yang sudah berkeluarga," tambahnya.
Sementara itu, Richelle Sunjoto, Marketing Project Manager CAK Investment Club menyoroti bahwa meskipun banyak anak muda yang semangat berinvestasi, tantangan terbesar mereka adalah menghadapi perasaan FOMO (Fear of Missing Out). Misalnya, membeli saham atau aset kripto hanya karena viral di media sosial tanpa mengevaluasi risiko.
"Dalam perjalanan mempelajari investasi, mereka bakal banyak merasa FOMO. Tapi lama-kelamaan, mereka akan belajar untuk lebih bijak dalam mengambil risiko," jelasnya.
Selain itu, banyaknya informasi yang beredar juga menjadi tantangan tersendiri bagi para investor pemula. Karena itu, perlu adanya kemampuan untuk memilih dan memilah mana yang benar-benar valid atau hanya sekedar hoaks atau spekulasi.
Banyak anak muda tergoda untuk ikut-ikutan investasi hanya karena melihat orang lain cuan besar.
Akibatnya, mereka bisa terjebak dalam skema investasi yang tidak sehat atau bahkan penipuan. Alih-alih mengejar keuntungan cepat karena mengikuti tren sesaat, fokuslah pada strategi investasi jangka panjang yang lebih stabil dan menguntungkan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pertimbangkan juga faktor volatilitas dan ketidakpastian pasar. Sebab, dalam investasi, memahami risiko dan memiliki strategi mitigasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Anak muda bisa memanfaatkan berbagai platform edukasi keuangan untuk belajar lebih dalam.
Jangan terpaku juga pada pergerakan harga harian. Fokuslah pada tujuan keuangan jangka panjang. Sebab, investasi yang dikelola dengan strategi jangka panjang akan lebih menguntungkan.
"Anak muda yang terbiasa berinvestasi akan lebih disiplin, punya visi ke depan, dan lebih siap menghadapi tantangan finansial,” tuturnya.
Baca Juga: 5 Cara Bijak Investasi di Pasar Saham Agar Tidak Terjebak Kerugian
Para investor muda tersebut pun tidak hanya datang dari pekerja professional. Para mahasiswa dan fresh graduate pun mulai berani mencoba berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, hingga cryptocurrency.
Fakta tersebut diperkuat pula oleh data dari OJK yang menyebutkan bahwa dari total Single Investor Identification (SID) yang saat ini mencapai 15,7 juta investor, hampir 80% diantaranya didominasi oleh generasi muda di bawah usia 40 tahun.
Baca Juga: Begini Kata Investor dan Perencana Keuangan Soal Potensi Investasi Emas yang Tengah Melesat
Cakra Praditya Himawan, Founder CAK Investment Club mengatakan investasi bukan sekadar cara untuk mendapatkan keuntungan cepat, tetapi lebih kepada membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
"Kalau anak muda mulai investasi dari sekarang, mereka tidak hanya menumbuhkan aset, tetapi juga pola pikir yang lebih matang dalam mengelola keuangan," ujarnya saat berbincang dengan Hypeabis.id, di kantor CAK Investment Club, Kamis (27/3/2025).
Dia menyoroti bahwa banyak anak muda yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif tanpa memikirkan bagaimana mengalokasikan penghasilan mereka untuk masa depan. Dengan memahami investasi, mereka bisa mulai mengelola uang dengan lebih bijak.
Rachelle Viensisca Leffiana, investor muda yang juga menjabat sebagai Head of Media CAK Investment Club mengatakan semangat anak muda dalam berinvestasi saat ini sangat tinggi, terutama karena adanya harapan mendapatkan keuntungan dengan cepat.
Namun, dia menekankan bahwa investasi bukanlah cara instan untuk menjadi kaya. Maka perlu adanya kesabaran dan jangan panik. "Investasi itu nggak menjamin bisa kaya mendadak. It's not judi yang tiba-tiba masuk ke saham atau koin tertentu dan langsung untung besar dalam satu malam. Memang ada yang berhasil seperti itu, tapi kemungkinan kecil," ujarnya.
Dia juga mengapresiasi semakin banyaknya anak muda di Indonesia yang aktif belajar investasi, termasuk dalam komunitas seperti CAK Investment Club. Menurutnya, anak muda memiliki keunggulan karena masih memiliki waktu panjang untuk belajar dari kesalahan.

Rachelle dan Richelle (sumber : Fanny K/hypeabis)
"Kesempatan gagal masih lebih besar kalau masih muda, tapi justru itu jadi keuntungan. Kalau rugi pun, tanggungannya belum sebesar orang yang sudah berkeluarga," tambahnya.
Sementara itu, Richelle Sunjoto, Marketing Project Manager CAK Investment Club menyoroti bahwa meskipun banyak anak muda yang semangat berinvestasi, tantangan terbesar mereka adalah menghadapi perasaan FOMO (Fear of Missing Out). Misalnya, membeli saham atau aset kripto hanya karena viral di media sosial tanpa mengevaluasi risiko.
"Dalam perjalanan mempelajari investasi, mereka bakal banyak merasa FOMO. Tapi lama-kelamaan, mereka akan belajar untuk lebih bijak dalam mengambil risiko," jelasnya.
Selain itu, banyaknya informasi yang beredar juga menjadi tantangan tersendiri bagi para investor pemula. Karena itu, perlu adanya kemampuan untuk memilih dan memilah mana yang benar-benar valid atau hanya sekedar hoaks atau spekulasi.
Tips Berinvestasi untuk Anak Muda
Agar tidak terjebak dalam keputusan investasi yang buruk, berikut beberapa tips bagi anak muda yang ingin mulai berinvestasi:
1. Jangan FOMO
Banyak anak muda tergoda untuk ikut-ikutan investasi hanya karena melihat orang lain cuan besar.Akibatnya, mereka bisa terjebak dalam skema investasi yang tidak sehat atau bahkan penipuan. Alih-alih mengejar keuntungan cepat karena mengikuti tren sesaat, fokuslah pada strategi investasi jangka panjang yang lebih stabil dan menguntungkan dalam jangka waktu yang lebih lama.
2. Lakukan Riset Terlebih Dahulu
Sebelum memasukkan uang ke saham atau kripto, pastikan untuk memahami fundamental dan teknikalnya. Pelajari mekanisme pasar, risiko yang terlibat, serta potensi keuntungan yang bisa didapatkan.Pertimbangkan juga faktor volatilitas dan ketidakpastian pasar. Sebab, dalam investasi, memahami risiko dan memiliki strategi mitigasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Anak muda bisa memanfaatkan berbagai platform edukasi keuangan untuk belajar lebih dalam.
3. Mulai dengan Modal Kecil
Tidak perlu langsung menginvestasikan seluruh tabungan. Mulailah dengan jumlah yang kecil dan gunakan sebagai modal pembelajaran. Dengan cara ini, kerugian yang mungkin terjadi bisa diminimalkan. Apalagi saat ini dengan modal Rp100.000 saja, anak muda sudah bisa mulai investasi reksa dana atau saham.4. Diversifikasi Portofolio
Jangan hanya mengandalkan satu jenis investasi. Sebarkan modal ke beberapa instrumen agar risiko bisa lebih terkelola. Misalnya, kombinasikan investasi saham dengan reksa dana atau emas untuk mengurangi dampak volatilitas pasar.5. Gunakan Prinsip Dollar Cost Averaging (DCA)
Alih-alih menebak kapan harga naik atau turun, Cakra menyarankan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi dalam jumlah tetap secara berkala. Ini membantu mengurangi risiko volatilitas pasar.Jangan terpaku juga pada pergerakan harga harian. Fokuslah pada tujuan keuangan jangka panjang. Sebab, investasi yang dikelola dengan strategi jangka panjang akan lebih menguntungkan.
6. Gabung dengan Komunitas Investasi
Bergabung dengan komunitas investasi, seperti klub investasi CAK Investment Club, bisa menjadi cara efektif untuk memperluas wawasan dan mendapatkan wawasan dari investor yang lebih berpengalaman.7. Jangan Takut Gagal
Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Yang penting adalah terus meningkatkan pengetahuan dan strategi investasi. Cakra menegaskan bahwa investasi bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang membangun pola pikir yang benar."Anak muda yang terbiasa berinvestasi akan lebih disiplin, punya visi ke depan, dan lebih siap menghadapi tantangan finansial,” tuturnya.
Baca Juga: 5 Cara Bijak Investasi di Pasar Saham Agar Tidak Terjebak Kerugian
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.