Salah satu pengunjung melihat karya-karya yang ditampilkan di pameran tunggal Oky Rey Montha bertajuk Pilgrimage. (Sumber gambar: (Sumber foto: (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Eksplorasi Medium Kekaryaan Oky Rey Montha dalam Pameran Tunggal Pilgrimage

30 November 2023   |   14:04 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Pilgrimage menandai pameran tunggal ke-11 perupa Oky Rey Montha sejak pameran perdananya, Evorah, berlangsung pada 2010 lalu. Dalam kurun waktu yang panjang tersebut, namamya kemudian dikenal sebagai salah satu yang paling tersohor di lanskap seni kontemporer Indonesia.

Dalam pameran Pilgrimage, seniman yang karib disapa Kyre ini menampilkan koleksi lukisan, instalasi, patung, dan gambar-gambar terbarunya. Total ada lebih dari 20 karya yang dikuratori Bob Edrian itu terpajang di ruang pamer SPAC8, Ashta District 8, Jakarta.

Baca juga: Membuka Lembaran Sejarah Jakarta lewat Pameran Jejak Memori Evolusi Museum Prasasti

Judul besar Pilgrimage dipilih oleh sang seniman sebagai simbol perjalanan artistiknya yang kini menyentuh usia lebih dari satu dekade lamanya. Berbeda dari pameran-pameran sebelumnya, Pilgrimage justru membawanya pada perjalanan ziarah tentang capaian artistik yang telah ditekuninya selama ini.

Pameran ini seolah menjadi semacam reuni dari Kyre terhadap gaya-gaya lama yang sempat menghilang. Lewat karya-karyanya di pameran ini, Kyre seolah ingin merekam jejaknya secara lebih detail.

Namun, lebih dari sekadar menengok masa lalu, pameran ini juga menjadi momentum baru baginya untuk mengumpulkan bekal sebelum memulai proyeksi ke depan. Kyre mengaku masih ada banyak karya yang menanti untuk direalisasikan ke depannya.

Kyre dikenal sebagai salah satu seniman yang suka bereksperimen dengan berbagai media dan teknik. Gagasan kekaryaannya juga kerap menyinggung hubungan interpersonal, pencarian jati diri, hingga isu sosial. Namun, dikemas dalam satu perspektif personal yang menarik.

Di pameran ini, goresan kekaryaannya tidak hanya terpaku di atas kanvas. Dia bahkan menggunakan meja, kulit, hingga instalasi kayu. Salah satunya bisa ditemui pada karya bertajuk Drive, yang menggunakan material-material recycle.
 

Drive karya Oky Rey Montha yang dipajang di pameran tunggal Pilgrimage (Sumber foto: (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Drive karya Oky Rey Montha yang dipajang di pameran tunggal Pilgrimage (Sumber foto: (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)


Kyre membawa figur-figur surealistiknya masuk dan berpadu dengan bahan kayu. Dalam karya tersebut, terdapat figur dengan wajah penuh intensi tegas sedang mengendarai kerbau. Tangan satunya tampak sedang memegang tanduk, sedang tangan lainnya menjadi tempat bersandar hewan lain.

Karakter tersebut tampak sedang berkendara ke suatu negeri lain. Ada sebuah harmonisasi yang tampak sedang ditonjolkan. Kehidupan dan perjalanan kerap kali memang tidak bisa ditempuh seorang diri.

Pada karyanya yang lain, Kyre kembali menggunakan material kayu. Mengambil tajuk Entrance of Paradise, Kyre mencoba menghadirkan sebuah gambaran rumah yang penuh dengan goresan kata-kata.
 

Entrance of Paradise karya Oky Rey Montha yang dipajang di pameran tunggal Pilgrimage (Sumber foto: (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Entrance of Paradise karya Oky Rey Montha yang dipajang di pameran tunggal Pilgrimage (Sumber foto: (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)


Sang perupa dengan cerdik menggambarkan pintu masuk menuju dunia senang-senang dengan sederhana. Jika diperhatikan, ia juga menempatkan sejumlah kalimat sentilan, seperti “Born to Rush” hingga “asleep again”.

Lewat karya Entrance of Parade, Kyre juga seperti ingin menunjukkan satu aspek interaktivitas, yakni pengunjung tidak hanya bisa menonton saja. Rumah kecil-kecilan tersebut juga bisa dimasuki dan merasakan pengalaman ruang berkarya menuju dunia surga ala Kyre.

Kemudian, pada karyanya bertajuk Me Time, Kyre mencoba mengolah material kulit dalam goresan warna-warnanya. Dalam karya bertitimangsa 2023 ini, sebuah figur yang sedang bersantai di bathtub digambarkan dengan jenaka.
 

Me Time karya Oky Rey Montha yang dipajang di pameran tunggal Pilgrimage (Sumber foto: (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Me Time karya Oky Rey Montha yang dipajang di pameran tunggal Pilgrimage (Sumber foto: (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)


Dia tampak menggambarkan ruang-ruang privat kerap kali membuat seseorang bisa menikmati waktunya sendiri. Di ruang tersebut, dia pun bebas menjadi siapa saja, termasuk meniup mainan balon.

Tak jarang, ketika seseorang sedang sendiri, berbagai ide dan gagasan juga muncul di atas kepala. Dengan palet warna yang tidak terlalu reaktif pula, Kyre menggambarkan waktu bersantai dengan menarik.

Seniman Oky Rey Montha mengatakan karya-karya yang ditampilkan di pameran tunggal Pilgrimage merupakan rangkuman perjalanan lebih satu dekadenya dalam berkarya. Perjalanan ziarah sengaja dipilihnya sebagai tajuk karena dirinya ingin menengok hal-hal yang sebelumnya telah terjadi, sebelum akhirnya menatap masa depan lagi.

Beberapa karya mengusung gagasan lama, tetapi dengan sentuhan teknis baru. Dia juga ingin melihat bagaimana ketika gaya-gaya tersebut berkumpul dan berada di satu tempat yang sama.

Sementara itu, kurator Bob Edrian mengatakan tidak hanya melihat masa lalu saja, Pilgrimage juga menjadi penanda atau momen untuk melihat ke depan juga. Lewat karya ini, ada semacam perenungan dari sang seniman untuk memilih beberapa hal dari masa lalunya, dan memasukkan hal baru untuk masa depannya.

Pameran tunggal bertajuk Pilgrimage yang dipresentasikan oleh CAN’S Gallery ini mulai dibuka pada 26 November hingga 14 Desember 2023. Pameran digelar di SPAC8 Ashta District 8, Jakarta. Dalam pameran tunggalnya ini, publik akan diajak menikmati karya-karya lukis, seni instalasi, patung, dan drawing terbaru dari seniman yang karib disapa Kyre ini. Total, akan ada 20 lebih karya yang dipamerkan. 

Baca juga: Cerita di Balik Romantisme Lukisan-Lukisan Ni Nyoman Sani


Editor: Indyah Sutriningrum

SEBELUMNYA

Ini Rahasia Trio Macan Eksis di Kancah Musik Gangdut Lintas Generasi

BERIKUTNYA

Review Buku Kiat Menjadi Diktator, Cara Jitu Mikael Hem Menguliti Borok Para Despot Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: