Album Musik Sonic/Panic (Sumber gambar: Instagram.com/musicdeclares_indonesia)

Album Musik Sonic/Panic, Suara Kegelisahan 13 Musisi Tentang Isu Iklim

25 October 2023   |   14:26 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Tiga belas musisi dari berbagai genre di Tanah Air berkolaborasi dalam satu album kompilasi bertajuk Sonic/Panic. Lewat album tersebut, mereka akan menyuarakan isu-isu mengenai perubahan iklim dalam balutan musik khas mereka masing-masing.

Sonic/Panic merupakan album kompilasi yang dirancang dengan cermat dengan masing-masing musisi akan menelurkan satu karyanya di album ini. Para musisi yang tergabung di dalamnya adalah Iga Massardi, Endah N Rhesa, Navicula, Tony Q Rastafara, Tuantigabelas, Iksan Skuter, FSTVLST, Made Mawut, Nova Filastine, Guritan Kabudul, Kai Mata, Rhythm Rebels dan Prabumi.

Baca juga: Rapalan Pengingat Krisis Iklim Ala FSTVLST dalam Lagu Rat Tua

Pada album yang akan dirilis oleh Alarm Records ini, tiap musisi akan memberikan gaya khas mereka dengan keberagaman genre, dari hip-hop, rock, elektronika, hingga musik dunia. Sementara itu, dari segi tema, lagu-lagu di album ini akan berfokus pada tema-tema mendesak seperti krisis iklim, degradasi lingkungan, dampak perilaku manusia, serta pentingnya kebutuhan untuk aksi kolektif.

Robi Navicula salah satu inisiator proyek ini mengatakan bahwa album ini lebih dari sekadar kumpulan lagu, tetapi juga sebagai pernyataan kolektif dari beragam musisi yang berkomitmen terhadap perubahan. Masing-masing musisi akan menunjukkan sikap dan respons mereka terhadap isu lingkungan yang kian hari makin mengkhawatirkan.
 

Konferensi Pers Sonic/Panic (Sumber gambar: tangkapan layar Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Konferensi Pers Sonic/Panic (Sumber gambar: tangkapan layar Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Dalam penggarapannya, musisi yang tergabung juga dibekali dengan data yang kuat soal isu iklim ini. Sebelum memulai proses kreatif, para musisi yang tergabung dikumpulkan di dalam sebuah workshop yang digelar di Bali.

Dalam workshop tersebut, para musisi kembali belajar dan mencerna seberapa parah dampak perubahan iklim dari berbagai sektor yang terjadi di dalamnya. Proses ini dilakukan selama beberapa hari sebelum akhirnya mereka kembali ke proses kreatif masing-masing.

“Saya pikir hampir semuanya sudah kenal dengan perubahan iklim. Namun, workshop ini berguna agar para musisi bisa punya pemahaman yang lebih dalam,” ujar Robi dalam konferensi pers Sonic/Panic secara online, Selasa (24/10).

Setelah workshop, masing-masing musisi akan melakukan kerja kreatif mereka sendiri-sendiri. Musisi merespons terhadap berbagai data faktual yang terjadi di lapangan mengenai perubahan iklim dalam bentuk lagu. Hasilnya, ialah 13 lagu yang ada di album Sonic/Panic ini.

Rapper Tuan Tigabelas mengatakan bahwa periode workshop di Bali cukup banyak membuka mata dan menggugah hatinya. Ada banyak fakta-fakta mendalam yang dijabarkan melalui workshop yang membuat sosok pria bernama asli Upi ini bengong sendiri.

Pada beberapa hari setelahnya, bahkan ada momen-momen dirinya tiba-tiba menangis. Sebab, masalah yang dihadapi perihal ini sudah begitu mengakar dan berat.

“Data-data dari workshop itu bagi saya seperti tongkat estafet yang enggak boleh berhenti. Aku lalu coba kerjain lagu tentang itu di Jakarta. Ya, meski ada insiden perampokan di studio yang akhirnya aku harus bikin ulang, tetapi akhirnya lagunya jadi juga,” ucapnya.
 

a

Album Musik Sonic/Panic (Sumber gambar: Instagram.com/musicdeclares_indonesia)


Sementara itu, Endah Widiastuti dari Endah N Rhesa mengatakan hal senada. Workshop sebelum bermusik membuatnya banyak dijejali berbagai fakta yang cukup membuatnya syok. Baginya, ini adalah suatu masalah yang sensitif dan perlu kerja dari berbagai pihak untuk mengatasinya.

“Begitu selesai workshop itu kayak kena mental breakdown. Cukup emosional. Pada akhirnya, lagu ini adalah tentang ekspresi kekhawatiran aku tentang hal itu. Bukan untuk menakuti, tetapi memang faktanya itu ada semua,” imbuhnya.

Bagi Robi, Sonic/Panic didesain untuk menstimulasi pemikiran, membangkitkan emosi, dan yang terpenting untuk mendorong aksi nyata. Lagu-lagu ini diharapkan bisa mengajak pendengar untuk menghadapi realitas kerusakan lingkungan, menyoroti kondisi kritis iklim planet ini, dan kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan. 

Baca juga: Menilik Proses Kreatif Endah N Rhesa Garap Lagu Soal Iklim dalam Album Sonic/Panic

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Aksi Mogok SAG-AFTRA Berlanjut, Penayangan Mission Impossible 8 Ditunda Hingga 2025

BERIKUTNYA

Rupiah Melemah, Cek Instrumen Investasi yang Bakal Cuan Menurut Perencana Keuangan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: