Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Dinamika Wujud Jakarta Menuju Peran Baru di Pameran Jakarta Architecture Festival 2023

17 September 2023   |   23:16 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Jakarta akan segera memiliki peran baru seiring pengalihan statusnya sebagai ibu kota negara. Meskipun riwayatnya akan selamanya terpaut dengan sejarah Indonesia, kota ini tetap saja mesti bersiap dalam sebuah transisi besar yang mengubah banyak hal.

Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 mencoba merekam ekspresi tersebut. Membawa tajuk TRANSIT(ION), ruang pamer yang digelar di Autograph Tower, Thamrin 9, Jakarta adalah sebuah wahana menyelami permasalahan ruang-ruang kota, sekaligus harapan dari sebuah tempat yang dahulu dikenal dengan nama Batavia tersebut.

Baca juga:   5 Kota dengan Bangunan Arsitektur Terbaik di Dunia

Ketika memasuki ruang pamer, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan yang khas dengan Jakarta. Puluhan foto yang memotret wajah gedung-gedung tinggi yang berdampingan dengan bangunan kecil nan kumuh, seolah jadi salam pembuka sebelum menelusuri Jakarta lebih dekat.

Foto tersebut juga menggambarkan sebuah kehidupan yang penuh keberagaman, baik secara sosial atau apa pun itu, walau sebenarnya jarak mereka hanya sejengkal. Sudut-sudut sungai yang kadang bersih dan kadang tak bersih juga ditelanjangi dengan apik.

Memasuki area dalam, nuansa kritik kembali dihadirkan lewat kumpulan foto Usman Iskandar. Esai foto menggelitiknya menggambarkan semrawutnya penempatan kabel-kabel dan benda yang ditata sewenang-wenang di sudut-sudut jalan.

Jakarta dan semrawutnya kabel menjadi gambaran polusi visual yang masih mudah ditemui di sekitar kehidupan. Sialnya, ini tidak hanya soal pemandangan mata, tetapi juga ancaman keselamatan terhadap kemungkinan musibah.
 

Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Karya Asmoadji berjudul Di Balik Kampung Itu dalam Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Sementara itu, karya Asmoadji berjudul Di Balik Kampung Itu juga mencoba menyoroti bangunan-bangunan yang berdempetan satu sama lain. Ia menggunakan barang-barang, seperti kayu dan seng, yang sudah tidak terpakai dalam karyanya.

Ia mencoba merekam gambaran sebuah perkampungan di balik kota besar yang mencoba bertahan seadanya. Karya ini kemudian juga direspons oleh arsitek Cosmas D. Gozali menjadi sebuah instalasi yang tak kalah nyentrik.

Dalam pameran ini, pengunjung juga akan melihat berbagai ide desain arsitektur untuk beberapa bangunan penting di Jakarta dalam bentuk maket. Desain-desain yang ditawarkan itu menonjolkan unsur keberlanjutan, ruangan terbuka hijau yang lebih asyik, dan ramah pejalan kaki atau pesepeda.
 

a

Karya Anggara Architeam berjudul Epiwalk dalam Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Terlihat, sketsa-sketsa tentang rancang bangunan hingga gambaran Jakarta dari masa ke masa juga ditampilkan. Lewat sketsa, pengunjung bisa melihat perubahan arsitektur dan tata ruang kota yang pelan-pelan ikut mengubah banyak hal kehidupan di dalamnya.

Pameran ini mencoba merekam Jakarta dari sudut paling dekat. Dari sebuah narasi kritik hingga harapan akan tata kota yang lebih manusiawi setelah status ibu kota berpindah. Semua terangkum dalam Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 yang menyajikan beragam karya dengan berbagai medium tersebut.

Kurator pameran Cosmas D. Gozali mengatakan bahwa pemilihan medium yang beragam ini menunjukkan bahwa Jakarta dibangun oleh berbagai macam sudut pandang. Penuh keberagaman, tetapi kemudian melahirkan sebuah kota yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Dirinya memang ingin menciptakan pameran yang inklusif untuk berbagai kalangan, suku, dan profesi, termasuk seniman, budayawan, dan lainnya. Bahkan, anak-anak pun diajak untuk berkontribusi dengan pandangan, ide, dan kritik mereka terhadap Jakarta.
 

dalam Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Suasana Pameran Jakarta Architecture Festival 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Dia memandang Jakarta adalah sebuah kota dengan penuh keberagaman, jenis budaya, agama, dan sosial ekonomi. Semua unsur tersebut kemudian menjadi kekuatan kota ini.

“Meskipun Jakarta bukan lagi ibu kota, kekuatan ini akan terus mengilhami dan menggerakan kota ini selama 500 tahun mendatang. Ini adalah bukti ketahanan dan adaptabilitas kota yang patut dirayakan,” ucap Cosmas kepada Hypeabis.id saat ditemui di pameran, Jakarta, Minggu (17/09/2023).

Total ada 116 partisipan yang berpartisipasi dalam pameran ini. Mayoritas datang dari kalangan arsitektur, tetapi suara-suara dari fotografer, videografer, sketcher, hingga anak-anak sekali pun dihadirkan di pameran ini.

Pameran ini terbuka untuk umum secara gratis dan bisa dikunjungi dari Senin-Jumat pukul 11.00 WIB-20.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 09.00 WIB-20.00 WIB.

Baca juga: Teknik Anyaman Bisa Jadi Identitas & Masa Depan Arsitektur Indonesia

Editor: Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Perpres Industri Gim Tahap Finalisasi, Bakal Ada BLU Buat Modal Pengembang

BERIKUTNYA

Akses Modal Pengembangan Gim Masih Sulit, Indonesia Diminta Tiru Jerman

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: