Karya Kogi In Metropolis, Super Crafty Little Giri Kogi, dan Let's Go Fishing, Kogi (Sumber gambar: Chelsea Venda/ Hypeabis.id)

Pameran Seni Rupa & NFT Re-Identify Hadirkan Karya Seni Multiplatform

26 July 2023   |   20:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Kemunculan teknologi baru kerap kali menimbulkan disrupsi. Revolusi Industri 4.0 yang sekarang bergulir terus mendorong ragam inovasi yang berpadu dengan teknologi kecerdasan buatan, termasuk dalam dunia seni yang turut beradaptasi dengan lanskap baru tersebut.

Ekspresi itulah yang coba dituangkan oleh para seniman dalam pameran Re-Identify yang digelar di Galeri Astra, Menara Asrta, Jakarta. Pameran yang digelar Astra berkolaborasi dengan Bentara Budaya ini akan berlangsung pada 27-30 Juli 2023.

Pameran ini menghadirkan puluhan karya dari 34 peserta program Laboratorium NFT Bentara Budaya powered by Astra. Selain itu, sejumlah karya dari seniman undangan juga dihadirkan di pameran ini.

Baca juga: Menengok Kunci Manajemen Proyek Seni di Museum Nasional Australia

Karya-karya yang dipajang akan mengajak para pengunjung untuk merenungkan kembali bagaimana teknologi digital berpengaruh besar pada manusia dewasa ini.

Pameran ini akan mengajak para pengunjung untuk memikirkan ulang, siapa sejatinya identitas diri kita di tengah revolusi industri 4.0. Semangat itu kemudian ditafsirkan oleh para seniman melalui berbagai karya.

Misalnya, karya berjudul Piet Truck Variable Dimensions dari Kana Fuddy Prakoso yang menampilkan sebuah sepeda yang cukup unik. Sepeda itu dibungkus dengan kertas dan di kertas itu ada beberapa tulisan. Di belakangnya ada sketsa yang bercerita tentang sepeda.

Dari cerita-cerita dalam karya tersebut, Kana tampak ingin agar laju kehidupan manusia sehari-harinya bisa lebih melambat sejenak, sehingga setiap orang bisa lebih menikmati berbagai hal agar lebih bermakna.
 

(Sumber gambar: Chelsea Venda/ Hypeabis.id)

Piet Truck Variable Dimensions dari Kana Fuddy Prakoso (Sumber gambar: Chelsea Venda/ Hypeabis.id)


Namun, bak mata uang yang punya dua dua sisi, teknologi juga telah membawa seni ke era baru. General Manager Bentara Budaya Ilham Khoiri mengatakan bahwa teknologi digital telah memberikan kesempatan luar biasa bagi para seniman untuk mengungkapkan identitas mereka dengan cara yang baru.

Teknologi telah membuat eksplorasi karya seni bisa dinikmati multiplatform. Dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti non-fungible token (NFT), seniman bisa melebarkan karyanya secara lebih luas dan jauh.

“Para seniman di sini berkarya multiplatform, ada lukisan, instalasi, video digital, print out, hingga foto. Semua itu menjadi khas di pameran ini karena masing-masing memiliki versi NFT,” ungkapnya.

Menurut Ilham Khoiri, NFT adalah sebuah bentuk baru yang memungkinkan para seniman menaruh karya di dalamnya. Teknologi ini membuat para seniman dapat memiliki akses penuh agar karyanya bisa dinikmati secara global,.Hal yang dahulu tak semua orang bisa melakukannya.

Pihaknya ingin agar NFT ini menjadi bentuk peluang baru bagi seniman untuk menjelajah modus-modus baru dalam berkarya, bagaimana bertransaksi dan berjejaring. NFT juga membuat seniman bisa mendapatkan royalti dan perlindungan hak cipta yang lebih baik.

Sebab, semua transaksi karya seni yang dialihwahanakan ke NFT tercatat ke dalam jaringan blockchain global. Jadi, era keterbukaan telah dimulai.
 

Optimisme Pasar Seni di NFT 

a

Pameran Seni Rupa & NFT Re-Identify (Sumber gambar: Chelsea Venda/ Hypeabis.id)


Ilham Khoiri mengatakan bahwa sambutan publik terhadap pameran ini cukup baik. Selama periode pameran pertama, dirinya mencatat ada 422 transaksi pembelian karya. Beberapa karya bahkan diapresiasi oleh pencinta seni global.

Ya, menaruh karya seni di NFT telah membuka peluang lebar bagi seniman untuk menembus pasar internasional. Menurutnya, kondisi ini adalah sesuatu pertanda yang baik.

Tak jauh berbeda, seniman Ariful Amir juga mengatakan hal senada bahwa dia optimistis dengan pasar seni NFT. Melalui medium ini, dirinya bisa lebih bebas dalam bereksplorasi karya termasuk dalam memasarkannya.

“Saya masih optimistis terhadap penjualan karya melalui NFT. Cara ini juga membuat sebuah karya bisa dengan mudah menembus pasar global. Apalagi, karya yang saya bawa sekarang juga berhubungan dengan batik. Tentu ini jadi hal yang menarik,” ungkapnya.

Baca juga: Seni Lukis Jadi Terapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Pameran Re-Identify yang digelar di Galeri Astra merupakan fase kedua. Sebelumnya, karya-karya para seniman telah ditampilkan terlebih dahulu di Bentara Budaya Jakarta pada 13-21 Juli 2023.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Gokil, Cincin Emas Tupac Shakur Terjual Rp15 Miliar di Balai Lelang Sotheby 's

BERIKUTNYA

10 Gaya Hidup Ramah Lingkungan untuk Cegah Perubahan Iklim, Bisa Dimulai dari Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: