Content writing dan copywriting memiliki tujuan yang berbeda (Sumber gambar: Mailchimp/Unsplash)

Sama-sama Penting untuk Digital Marketing, Kenali 6 Perbedaan Content Writing & Copywriting

24 July 2023   |   19:15 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
Hampir semua bisnis saat ini gencar melakukan kampanye promosi marketing secara digital. Tak ayal jika kini para pemilik bisnis berlomba-lomba untuk membuat konten yang menarik sehingga bisa menarik dan terus menciptakan ikatan (engagement) dengan calon konsumen. Dalam pemasaran digital, konten adalah hal yang sangat penting.

Begitu pentingnya konten juga menjadi pendorong setiap kampanye digital di samping adanya pengoptimalan pencarian  atau search engine optimization (SEO), kampanye iklan berbayar, dan iklan di media sosial. Dengan kata lain, setiap konten bisa menjadi peluang baru bagi kalian untuk terhubung dengan calon konsumen.

Baca juga: Kenali 4 Aspek Penting dalam Digital Marketing Agar Konsumen Mau Membeli Produk Kalian

Dalam prosesnya, tidak semua bentuk pembuatan konten sama. Ada penulisan konten (content writing) tetapi ada pula copywriting. Meskipun keduanya sama-sama digunakan dalam kampanye pemasaran digital, keduanya memiliki tujuan penggunaan yang berbeda. Melansir Forbes, berikut adalah sejumlah perbedaan antara content writing dan copywriting.


1. Definisi

Content writing atau penulisan konten adalah pembuatan konten dengan konteks untuk mendidik atau menghibur pembaca dengan tulisan yang berkualitas dan bernilai. Meski sejumlah konten dimaksudkan untuk promosi, namun itu bukan menjadi tujuan utama content writing. Beberapa contoh content writing misalnya artikel berita, blogspot, dan konten media sosial.

Sementara copywriting adalah pembuatan konten yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca untuk membeli sebuah produk atau jasa. Dengan kata lain, copywriting adalah seni membujuk pembaca untuk tergoda membeli produk yang ditawarkan. Copywriting biasanya ada di iklan media sosial, halaman website perusahaan, dan email penjualan.


2. Tujuan

Penulisan konten atau content writing biasanya dibuat untuk mendidik atau menghibur pembaca. Konten-konten semacam ini umumnya dapat diakses di satu situs tertentu untuk menawarkan hal-hal yang bersifat nonkomersial kepada pembaca melalui konten pendidikan ataupun hiburan.

Berbanding terbalik, copywriting lebih bertujuan untuk membujuk pembaca melakukan sesuatu yang biasanya berkaitan dengan bisnis dan penjualan. Umumnya, konten-konten hasil copywriting dimuat di mesin pencari seperti Google dan media sosial seperti Facebook atau Bing.
 

Penting untuk memahami penggunaan content writing dan copywriting (Sumber gambar: Firmbee/Unsplash)

Penting untuk memahami penggunaan content writing dan copywriting (Sumber gambar: Firmbee/Unsplash)


3. Panjang Tulisan

Karena berfokus pada konten-konten yang informatif atau menghibur, content writing biasanya berupa artikel yang lebih panjang. Satu artikel hasil content writing biasanya terdiri dari 500-2.500 kata sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dalam membuatnya. 

Sah-sah saja jika artikel content writing disajikan dengan konten yang pendek. Namun, hal itu bisa saja mengurangi nilai dari konten itu sendiri. Sebaliknya, dengan tulisan yang panjang, pembaca lebih bisa menyerap banyak nilai dan informasi dari sebuah konten. 

Namun hal itu tidak berlaku bagi copywriting. Pembaca hanya butuh membaca satu atau dua kalimat yang menarik untuk akhirnya tergoda membeli sebuah produk.


4. Penggunaan Tata Bahasa

Dalam membuat artikel content writing, sebisa mungkin jangan sampai ada kesalahan dalam menggunakan tata bahasa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kebingungan pada pembaca. Dengan begitu, bukan tidak mungkin pembaca justru tidak tertarik untuk membaca konten tulisan kalian sampai akhir.

Sedangkan pada konten copywriting, kalian tidak dituntut hal tersebut. Sebaliknya, kalian harus lebih memikirkan pemilihan kata yang efektif sehingga pesan promosi bisa tersampaikan tanpa harus bertele-tele. Agar konten kalian mudah dicerna, minimalisir beberapa kata atau tanda baca yang tidak perlu.


5. Penempatan SEO

Setiap konten tulisan yang dibuat tentu diharapkan dapat menjadi top of search ketika pembaca mencari dalam situs pencarian seperti Google, sehingga diperlukan pemahaman dan penempatan SEO. Namun, hal ini jauh lebih penting diterapkan pada content writing daripada copywriting.

Pasalnya, content writing menawarkan banyak informasi dan nilai kepada pembaca dan tidak dibuat untuk alasan komersial, sehingga pembaca senang membacanya dan membagikannya. Alasan lainnya adalah karena panjangnya artikel content writing memungkinkan untuk banyak memuat kata kunci (keywords) yang banyak dicari pembaca.


6. Respons Pembaca

Hal terakhir yang membedakan artikel content writing dan copywriting adalah respons yang berpotensi ditimbulkan oleh audiens. Pada konten copywriting, biasanya kata-kata yang diciptakan memang sengaja agar pembaca mendapatkan suatu reaksi emosi tertentu misalnya rasa ketertarikan terhadap suatu produk yang tinggi. Sementara hal itu tidak berlaku pada artikel content writing.

Baca juga: Wow, Penggunaan ChatGPT Kian Masif Mulai dari Copywriting hingga Coding

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Begini Cara Mencegah Virus di Aplikasi Mobile Banking yang Lagi Viral

BERIKUTNYA

5 Kiat Memaksimalkan Huawei MatePad Air

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: