Warna-warna solid yang tampak berani akan digemari pada 2024. (Sumber gambar: Ksenia Chernaya/Pexels)

Desainer Interior Sebut Warna-warna Solid & Berani Bakal Jadi Tren pada 2024

20 July 2023   |   06:52 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
Seiring waktu, tren warna terus berubah mengikuti pola gaya hidup masyarakat yang dinamis. Begitupun dengan tren warna pada desain interior. Pandemi yang telah terjadi selama beberapa tahun belakang dan membatasi ruang gerak sosial, membuat masyarakat kini lebih berani berekspresi seiring dengan kondisi dunia yang lebih kondusif.

Situasi ini membuat warna-warna solid yang tampak berani akan digemari pada tahun depan khususnya untuk desain interior. Desainer Interior Ary Juwono mengatakan warna-warna solid yang berani seperti biru kobalt, merah cabai, merah terakota, bahkan warna yang tidak biasa seperti biru tua dan cokelat, merah menyala, dan krem akan populer pada tahun depan.

Baca juga: Mengungkap 5 Warna yang akan Menjadi Tren pada 2024/2025

Di samping itu, ada pula warna lain yang akan menjadi tren seperti tosca dengan tampilan yang lebih solid dan bukan bernuansa pastel. "Paduan warna-warna tersebut selama ini dianggap tabu karena tidak dari keluarga warna yang berbeda," katanya saat dihubungi Hypeabis.id.
 

Sumber gambar: Ary Juwono

Sumber gambar: Ary Juwono

Ary menjelaskan munculnya warna-warna tersebut yang diprediksi akan menjadi tren pada tahun depan boleh jadi disebabkan oleh semangat baru dari masyarakat setelah selama beberapa tahun menghadapi pandemi dan menghentikan seluruh kegiatan sosial.

Harmoni kehidupan yang sudah mulai membaik, paparnya, tercermin dari penggunaan warna-warna senada dan harmonis yang selama ini mendominasi dunia desain interior. Seperti warna terang dan solid yang muncul dimulai dari sekadar aksen hingga berlanjut ke aplikasi warna solid di atas furnitur, wall covering, cat dinding, sampai curtain pembungkus kursi, sofa, dan karpet.

Hal itu pula lah yang menjadi awal prediksi tren warna desain interior, yakni banyaknya pemakaian warna-warna pada beberapa material produk interior seperti soft furnishing (kain pembungkus kursi, sofa, curtain, wallpaper sampai beding/sprei), cat dinding hingga cat furnitur.
 

Sumber gambar: Ary Juwono

Sumber gambar: Ary Juwono

Warna-warna tersebut biasanya juga banyak dimunculkan pada beberapa kesempatan pameran besar desain interior dunia seperti Maison et Objet dan Paris Deco di Prancis, serta Salone del Mobile di Milan, Italia. "Dari beberapa pameran besar itulah kita biasanya akan tahu warna-warna apa yang akan dipakai di tahun mendatang," jelasnya.


Pergantian Tren

Ary juga menjelaskan bahwa berbeda dengan tren mode yang terus berubah mengikuti musim, tren warna pada desain interior biasanya hanya akan muncul atau teraplikasi sebagai aksen atau dipakai untuk menyamakan visi sebuah gagasan bersama seperti perhelatan pameran interior besar yang mengumpulkan beragam brand di satu tempat.

"Dan setiap tahun mereka pasti muncul dengan arahan warna baru," ujar pria lulusan Desain Interior di Institut Teknologi Bandung itu.

Meski begitu, kata Ary, karena permintaan akan produk interior yang terbilang besar saat ini dan supply produk yang belum memadai, terkadang suatu tren warna hanya bisa terlihat di beberapa area publik seperti resrotan dan hotel, karena rumah yang sifatnya lebih privat sehingga membuat sulit tereksposnya pengaplikasian warna yang sedang tren.

"Tapi di era digital saat ini, inspirasi penggunaan warna untuk interior bisa dengan mudah dilihat di serial acara televisi yang mengangkat tentang rumah," ucapnya.
 

Sumber gambar: Ary Juwono

Sumber gambar: Ary Juwono

Di tengah tren warna yang terus berubah, Ary mengatakan putih adalah warna yang tidak pernah lekang oleh waktu dalam dunia desain interior. Warna putih pun ada sejumlah varian mulai dari putih bersih dan terang dengan sentuhan sedikit kebiruan, ada pula putih kekuningan dan putih keabuan.

"Ragam warna putih ini biasa ada di basic dari tatanan interior seperti dinding, lantai, langit-langit bahkan sebagian furnitur dan elemen estetis seperti karpet sampai lukisan," katanya.

Menurut Ary, khusus untuk Indonesia yang beriklim tropis yang cocok untuk mendesain rumah dengan banyak ventilasi udara untuk mendapatkan udara yang segar, tidak disarankan untuk menggunakan warna putih kebiruan pada interior rumah karena cenderung sulit untuk membersihkan debu yang menempel dan lebih disarankan untuk menggunakan warna putih keabuan atau kekuningan yang lebih mudah perawatannya.

Baca juga: 6 Tips Menciptakan Rumah Tetap Sejuk Tanpa AC

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Yuk Kenalan dengan Karakter-karakter dalam Serial The Continental: From the World of John Wick

BERIKUTNYA

Hari Catur Sedunia, Berikut Manfaat Catur untuk Kesehatan Mental & Otak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: