Suasana Pemeran Imagining Noumena (Sumber gambar: CAN's Gallery)

Semesta Spekulatif Rendy Raka Pramudya dalam Pameran Imagining Noumena

28 June 2023   |   17:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

CAN'S Gallery berkolaborasi dengan Artsociates menghelat pameran tunggal Rendy Raka Pramudya bertajuk Imagining Noumena. Berlangsung pada 27 Juni—27 Juli 2023, pameran ini menghadirkan 12 lukisan terbaru karya Rendy.

Karya tersebut merespons imajinasi dan daya cipta sang seniman terhadap semesta alternatif. Alih-alih menghadirkan tema karya aktualitas dari fenomena umum dalam karya kontemporer, Rendy justru fokus terhadap entitas yang hadir di seberang, yakni noumena. Secara umum, noumena merupakan kenyataan yang tak dapat dicapai oleh indrawi manusia, tapi bisa ditangkap oleh imajinasi.

Baca juga: Jejak Kesenian 'Seniman Senen' Delsy Syamsumar, Pelukis sekaligus Art Director Film Legenda Indonesia

Hal itu misalnya, terekam dalam karya berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Bentuk Pergerakan 3 (Acrylic and Oil on Canvas). Dalam karya berdimensi 150 X 250 cm ini sang seniman menghadirkan objek-objek yang kaos dan acak. Namun, kepiawaiannya dalam  dalam mengolah media justru berhasil membangun harmoni bentuk yang estetik.

Tak hanya itu, dalam lukisannya tersebut kelindan lapisan warna, permainan tekstur, tumpang-tindih transparansi, serta penjalinan bentuk hadir secara organis dan intuitif. Melihat karya-karya Rendy, pengunjung seolah menikmati semesta bentuk di luar persepsi konkrit tentang objek di luar kognisi.
 

Karya rendy Berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Bentuk Pergerakan 3 (sumber gambar Hypeabis.id/Prasetyo Agung)

Karya rendy Berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Bentuk Pergerakan 3 (sumber gambar Hypeabis.id/Prasetyo Agung)

Sesuai tajuknya yang mengangkat tema noumena, Rendy pun seolah bermain-main mengisi kekosongan dari sesuatu yang diyakini ada, tapi tak mampu dibuktikan oleh inderawi manusia. Dari sinilah dia menghadirkan objek-objek abstrak, yang akhirnya menjadi sebuah komposisi asing, rumit, tapi dalam satu sisi justru sangat puitik.

Objek-objek tersebut juga dapat dilihat dalam karya berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Wujud Perkembangan 5 (acrylic and oil on canvas, 120X200 cm). Dalam karya bertitimangsa 2023 ini Rendy mencampur berbagai warna pastel yang didominasi hitam dan biru dengan jalinan gelombang, sulur, hingga garis seperti jaring-laba-laba yang mengindikasikan gerak kepasrahan.
 

Katya Rendy Berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Wujud Perkembangan 5 (sumber gambar Hypeabis.id/ Prasetyo Agung)

Katya Rendy Berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Wujud Perkembangan 5 (sumber gambar Hypeabis.id/ Prasetyo Agung)

Dalam pengkaryaannya Rendy dia tidak menggunakan warna-warna khusus. Selain itu, ketimbang menggunakan kuas seniman kelahiran 1992 ini justru memilih menuangkan cat secara langsung, lalu menumpuknya dengan berbagai warna lain secara random. Sebab keberhasilan dan kegagalan dalam melukis menurutnya akan menjadi kelengkapan tersendiri  bagi karya-karyanya.

"Saya ingin menciptakan sesuatu yang baru agar orang merasa asing laiknya menemukan sesuatu yang lain dari rutinitas sekarang. Mungkin sekilas orang melihat karya saya adalah abstrak, tapi jika diteliti ada ruang yang bisa dilihat kejelasan melalui karakter di dalamnya," papar Rendy saat ditemui Hypeabis.id.


Garis-garis Abstrak

Kurator Ganjar Gumilar mengatakan karya yang dihadirkan oleh Rendy merupakan  intuisi dari sang seniman dalam menghadirkan realitas baru, yang sama nyata, atau bahkan mungkin ‘lebih nyata,’ dari apa yang dihadapinya dalam rutinitas keseharian, serta renungan eksistensial yang dimetaforakan oleh perupa.

Saat proses pengkaryaan inilah intuisi Rendy melebar seraya menelusup ke terus menggali ke kedalaman. Intuisi tersebut juga memandunya untuk terus melakukan penggalian dan pemampatan ke bagian diri yang terdalam. Meski yang dialami sang perupa adalah pengalaman personal, tapi saat menjadi karya seni hal itu akan dapat dicerap oleh umum.
 

Karya Rendy Berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Dalam Numena 2 (sumber gambar Hypeabis.id/ Prasetyo Agung)

Karya Rendy Berjudul Kehendak dalam Penciptaan: Dalam Numena 2 (sumber gambar Hypeabis.id/ Prasetyo Agung)

Melalui pengalaman estetik dan metafora inilah yang mencoba untuk memantik perbincangan ulang lukisan abstrak di dunia seni kontemporer. Sebab, melalui karya Rendy seni rupa juga berpotensi untuk mengangkat kemudian melepas batasan logika yang dibangun bahasa dan mengantar seseorang pada kualitas makna yang lebih dalam dan nyata. 

"Proses Rendy dalam berkarya itu meta referensial atau secara sadar menghindari referensi. Jadi bentuk-bentuk yang ada dalam lukisannya itu sangat internal dan intuitif. Bahkan dia tidak pernah membuat sketsa, tapi saat dilihat secara keseluruhan ada benang merah dari semua karyanya," jelas Ganjar.

Rendy Raka Pramudya merupakan seniman asal Jakarta yang kini mukim dan berkarya di Bandung. Sepanjang kariernya karya-karya Rendy telah ditampilkan di sejumlah ajang pameran dan galeri bergengsi seperti UOB Painting of the Year 2017, Shared Coordinates 2018, The Art House Singapore, Art Fair Philippines, Silverlens Galleries, Ayala Center, dan Makati City (2017). 

Baca juga: Sejarah Jakarta dalam Goresan Kanvas, Mengulik Lukisan Epik Pertempuran Sultan Agung dan J.P. Coen karya Seniman S. Sudjojono

Edior: Dika Irawan

SEBELUMNYA

3 Resep Unik Olahan Daging yang Patut Dicoba Saat Iduladha, Maknyus & Mantap

BERIKUTNYA

5 Cari Uang dengan Bisnis Merchandise Kpop, Enggak Susah Kok

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: