Ilustrasi keluarga yang hendak liburan bersama (Sumber gambar: Freepik)

Asyik, Libur Sekolah dan Cuti Bersama Iduladha Bikin Wisata Rame Lagi

26 June 2023   |   15:50 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Momentum liburan sekolah memberikan angin segar bagi industri pariwisata. Apalagi, pemerintah telah resmi mencabut status pandemi menjadi endemi, sehingga diprediksi mobilitas masyarakat untuk berwisata saat ini semakin masif, termasuk adanya cuti bersama libur Hari Raya Iduladha.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan adanya 150 juta pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) yang terjadi selama tiga pekan periode libur sekolah mulai dari 24 Juni hingga 5 Juli 2023. Pergerakan wisatawan didefinisikan sebagai kegiatan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu minimal 6 jam.

Baca juga: Wisata Hits Puncak Bogor, 7 Keseruan Berlibur ke Nicole’s River Park

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan untuk menyambut momentum liburan sekolah ini, pihaknya telah membuat program Libur Sekolah #DiIndonesiaAja, sebagai bagian upaya untuk mendorong pergerakan wisatawan Nusantara tahun 2023 hingga 1,4 miliar perjalanan.

Realisasi program tersebut salah satunya melalui penyebaran QR code melalui banner yang dipasang di institusi-institusi pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia. Nantinya, QR code tersebut langsung menghubungkan penggunanya dengan sekitar 100 paket wisata yang berupa e-booklet Mudik Jelajah Masjid #DiIndonesiaAja.

Dia memaparkan berdasarkan data yang diterima Kemenparekraf, saat ini konsep wisata yang digandrungi masyarakat yakni yang dekat dengan mereka, personal dan cenderung wisata lokal. "Karena populasi Indonesia banyak di Pulau Jawa, jadi masyarakat akan berlibur di dekat lokasi mereka tinggal, sekitar 200 sampai 250 kilometer dengan berkendaraan darat," jelasnya.

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan liburan sekolah bisa menjadi momentum yang potensial untuk menggerakkan masyarakat berwisata di dalam negeri, sehingga bisa mendongkrak perekonomian terutama di daerah-daerah wisata termasuk UMKM.

Untuk memaksimalkan peluang perputaran ekonomi tersebut, dia pun menuturkan para pelaku usaha wisata perlu aktif dalam membuat paket wisata yang sudah mencakup akomodasi, destinasi wisata, kuliner, hingga tempat oleh-oleh yang dikelola oleh masyarakat di daerah wisata tersebut, untuk ditawarkan kepada wisatawan.

"Kami berharap momen liburan sekolah itu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur di dalam negeri," katanya.


Pasalnya, menurut Budi, saat ini masyarakat rentan untuk lebih memilih berlibur ke luar negeri dibandingkan dalam negeri karena harga tiket pesawat yang tidak bisa bersaing. Dalam beberapa kesempatan, harga tiket pesawat ke luar negeri tidak jauh berbeda dengan harga tiket ke tujuan domestik, bahkan lebih murah.

Oleh karena itu, lanjutnya, hal ini harus menjadi perhatian bagi para perusahaan jasa transportasi dan pemerintah, sehingga gairah masyarakat untuk berwisata di dalam negeri tetap terjaga. "Pariwisata memang memberikan efek domino yang besar kalau dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kita harus terus menjaring wisatawan yang berkualitas," imbuhnya.
 

Ilustrasi keluarga yang sedang berlibur di pantai (Sumber gambar: Freepik)

Ilustrasi keluarga yang sedang berlibur di pantai (Sumber gambar: Freepik)

Peningkatan Okupansi Hotel
Pergerakan wisatawan yang meningkat saat liburan sekolah turut mendongkrak bisnis pada sektor lainnya seperti perhotelan dan restoran. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau Yeyen Heryawan mengatakan momentum liburan sekolah tahun ini meningkatkan tingkat okupansi hotel hingga 85 persen, dari rata-rata tingkat keterisian kamar pada hari-hari biasa sebesar 60 persen-70 persen.

Dia menjelaskan untuk Kepulauan Riau, wisatawan yang berkunjung masih didominasi oleh wisatawan mancanegara (wisman) seperti dari Singapura dan Malaysia yang mencapai 70 persen, sedangkan sisanya adalah wisnus yang hendak pergi ke Negeri Singa namun transit terlebih dahulu di wilayah tersebut.

"Harapan kami adanya penambahan cuti bersama [Iduladha] ini bisa jadi lebih maksimal lagi, mungkin rata-rata keterisian kamar hotel bisa naik hingga 90 persen," jelasnya.

Untuk menyambut momentum liburan sekolah ini, Yeyen menjelaskan para pelaku usaha telah menyiapkan sejumlah paket wisata yang bekerjasama dengan agen travel dan pengelola tempat wisata seperti destinasi Jembatan Barelang dan Masjid Tanjak Batam, termasuk wisata kuliner.

Dengan adanya peningkatan pergerakan wisatawan di Kepulauan Riau, dia juga menuturkan hal itu turut menciptakan multiplier effect bagi bisnis di sektor lain termasuk UMKM setempat seperti bisnis oleh-oleh. "Wisatawan juga biasanya shopping ke pasar-pasar tradisional di Batam," ucapnya.

Kendati potensi pergerakan sektor pariwisata yang besar pada momen liburan sekolah, sejumlah tantangan kini tengah dihadapi oleh para pelaku usaha di sektor ini, salah satunya pencabutan sementara aturan bebas visa untuk turis asing dari 159 negara. Yeyen mengatakan akibat dari aturan tersebut, setidaknya ada 6-8 negara asal wisman di Kepulauan Riau yang terdampak seperti India dan China.

"Meskipun visa on arrival masih ada, tapi sayang karena harusnya jumlah wisman bisa meningkat lagi. Bahkan Kepri bisa mengalahkan Jakarta seperti pada 2019. Di masa recovery ini seharusnya bebas visa lagi, harapannya itu," katanya.

Baca juga: 6 Rekomendasi Tempat Wisata di Dago Bandung, Cocok untuk Healing Liburan Sekolah 

Sementara tantangan lain yang dihadapi oleh para pengelola hotel di Kepulauan Riau adalah sering terjadinya mati listrik dan masalah ketersediaan air, sehingga menghambat jalannya operasional hotel.

Akibat dari kondisi ini, para pengelola pun kerap harus mengeluarkan bujet operasional lebih seperti menyewa genset dan membeli air bersih untuk tetap memberikan kenyamanan kepada pengunjung.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Jelang Libur Sekolah dan Iduladha, Potensi Sektor Wisata Indonesia di Era Endemi Meningkat

BERIKUTNYA

Stres di Tempat Kerja Enggak Reda-reda, Coba deh Metode Mindfulness & Sedona

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: