Lab Teater Ciputat mempersembahkan pertunjukan berjudul XQM4GZ (Sumber foto: Djarum Foundation)

Melawat ke Tokyo, Lab Teater Ciputat Kolabs dengan Grup Teater asal Jepang Theatre Company shelf

21 June 2023   |   16:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Geliat progresivitas teater di Indonesia kian moncer. Terbaru, Lab Teater Ciputat kembali menjalin kerja sama dengan grup Theatre Company shelf di Jepang. Kolaborasi ini untuk mempersiapkan pertunjukan di Morishita Studio, Tokyo, Jepang, pada Selasa (27/6/23).

Menandai tahun keempat kolaborasi, kedua grup teater itu tahun ini akan menghadirkan pertunjukan yang mengusung tema Crossing Text: Between Mystery and Mystical. Pementasan tersebut dilakukan setelah kedua grup melakukan workshop bersama dalam bentuk diskusi dan improvisasi untuk membuat konsep artistik.

Baca juga: Suara Lantang Perempuan Melawan Toksik Maskulinitas dalam Teater Monolog Drupadi

Sebelumnya, kedua sutradara dalam pertunjukan kolaborasi itu, yakni Bambang Prihadi dan Yasuhito Yano sudah menjalankan diskusi jarak jauh secara intens melalui zoom. Selama dua bulan bersama para aktor, tim artistik dan periset mereka juga mempersiapkan pertunjukan dalam lawatan balasan ini.

Adapun, karya work in progress tersebut sebelumnya telah ditampilkan di Jakarta pada 11-17 Desember 2022. Namun saat itu pementasan hanya diikuti oleh penonton terbatas termasuk akademisi, pengamat, dan pegiat teater untuk memberikan masukan melalui diskusi agar konsep artistik dan pertunjukan menjadi lebih matang.
 
 

Pimpinan produksi Lab Teater Ciputat Wulan Pusposari mengatakan, keberangkatan grupnya ke Jepang bertujuan untuk memperjuangkan  seni pertunjukan teater di Tanah Air. Dalam kerja kolaborasi ini terdapat 14 orang anggota Lab Teater Ciputat yang berangkat ke Jepang dengan bantuan Dana Indonesiana.

"Program Dana Indonesiana Kemdikbud Ristek telah memudahkan kami untuk menjawab dan menciptakan momentum yang lebih kuat dalam membangun pengalaman atau ruang perjalanan kesenian setiap seniman yang terlibat," kata Wulan dalam siaran tertulis. 

Lawatan Lab Teater Ciputat di Tokyo juga direspons oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI, Hilmar Farid. Dia pun mengapresiasi dengan menunjukkan pentingnya memberikan dukungan secara konkret kepada misi-misi kebudayaan yang cukup sulit bertahan, termasuk selama masa pandemi.

“Saya tahu Theatre Company shelf, bagus kalian bisa bekerja sama dengan mereka. Mestinya bisa jadi modal untuk mencari dukungan yang lebih luas," respons Hilmar.

Setelah dipentaskan di jepang, rencananya karya kolaborasi kedua teater ini juga akan dipertunjukkan sebagai world premiere pada Oktober 2023 di Jakarta. Kedua sutradara saat ini pun terus mengembangkan konsep crossing text baik dalam persiapan naskah, pelatihan aktor, maupun desain artistik pertunjukan. 

Mereka berharap, melalui crossing text kali ini, karya baru akan muncul secara lebih organik karena dihasilkan dari respon seluruh anggota kedua teater terhadap tema utama yaitu senyum, ketuaan, dan kematian. Selain anggota kedua teater, para sutradara juga turut mengundang akademisi dan seniman lintas bidang untuk terlibat dalam proses pertunjukan itu.

Lab Teater Ciputat sebelumnya bernama Lab Teater Syahid yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdiri sejak 17 Oktober 1988, hingga saat ini grup tersebut telah mementaskan puluhan karya panggung dan berhasil menjadi Penampil Terbaik Festival Teater Jakarta pada 2002.

Sedangkan Theatre Company Shelf merupakan grup teater asal Jepang yang telah banyak mendapat pengakuan internasional. Salah satunya saat mereka diundang untuk menjadi bagian dari program resmi The International Ibsen Festival 2014. Mereka juga sempat melakukan tur pementasan  pertamanya ke China dari produksi Hedda Gabler pada 2018.

Baca juga: Pergulatan Batin Perempuan dalam Pertunjukan Teater Boneka "Jalinan Kusam di Lemari Sosi"

Baca juga: 

SEBELUMNYA

Selain Cristiano Ronaldo, Ini 4 Pemain Pencetak Rekor Pertandingan Terbanyak

BERIKUTNYA

5 Kuliner Legendaris di Jakarta, dari Bakmi Gang Kelinci Hingga Kopi Es Tak Kie

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: