Ilustrasi para pemain Ariyah dari Jembatan Ancol saat konfernsi pers di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis, (13/7/23). (Sumber gambar Titimangasa)

Siap Pentas, Intip 5 Fakta Unik Lakon Teater Ariyah dari Jembatan Ancol Produksi Titimangsa Foundation

14 July 2023   |   13:59 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Like
Titimangsa Foundation akan menghelat pertunjukan teater bertajuk Ariyah dari Jembatan Ancol di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki pada 27-28 Juli 2023. Mengambil tema tradisi lisan, pentas itu diangkat dari cerita rakyat Si Manis dari Jembatan Ancol yang sudah eksis sejak abad ke-19.

Founder Titimangsa Happy Salma mengatakan, cerita rakyat mengenai Si Manis Jembatan Ancol memang sudah banyak diceritakan dalam berbagai medium. Namun, kadang kala esensi dari kisah tersebut jarang ditonjolkan, khususnya dalam dominasi budaya patriarki di masyarakat.
 
 


Menjadi produksi ke-63 dari Titimangsa, pementasan Ariyah dari Jembatan Ancol juga akan menjadi hal baru bagi mereka. Sebab selama ini kisah horor hanya populer lewat film, tapi kali ini akan hadir dalam pertunjukan langsung.

"Kami ingin mencoba dan menawarkan sesuatu yang baru. Selama ini, sastra hanya sering dimunculkan sebagai teks di atas panggung, tapi kali ini sastra [lisan] bakal dihadirkan dengan kuat sebagai sebuah peristiwa," tutur Happy dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (13/7/23).

Tak hanya itu, lakon Ariyah dari Jembatan Ancol nyatanya juga menyimpan berbagai fakta unik dalam pertunjukannya. Dihimpun Hypeabis.id dari sumber resmi, berikut beberapa di antaranya.
 

1. Diarahkan Dua Sutradara

Berbeda dari pertunjukan teater pada umumnya, kali ini lakon Ariyah dari Jembatan Ancol akan diarahkan oleh dua orang sutradara, yaitu Joned Suryatmoko dan Heliana Sinaga. Kolaborasi keduanya digadang dapat menampilkan pementasan yang lebih yahud dengan latar belakang mereka sebagai seniman yang sudah malang melintang di dunia panggung.

Dengan berlimpahnya bahan tentang cerita tentang legenda urban seringkali menumpulkan kepekaan masyarakat pada hantu itu sendiri. Oleh karena itu pementasan Ariyah juga ingin memunculkan kembali pengalaman bertemu dengan cerita hantu itu lewat medium langsung di atas panggung teater.

“Ariyah dari Jembatan Ancol merupakan pertunjukan yang berbasis legenda urban dengan dilandasi gagasan solidaritas atau persaudaraan sesama perempuan. Teks dan pemanggungannya pun hilir mudik antara masa lalu dan masa kini," papar Heliana Sinaga.
 

2. Aktor Multi Peran

Tak hanya menampilkan kisah sisterhood dalam bacaan ulang mengenai sastra lisan, pertunjukan Ariyah dari Jembatan Ancol juga bakal makin seru karena para pemainnya akan bermain multi peran. Hal ini merupakan salah satu metode untuk menghubungkan masa lalu dan masa kini kisah Ariyah yang ditafsir ulang oleh sutradara.

Aktor Ario Bayu misalnya, nanti akan berperan sebagai sosok bernama Tambas dan Mintarjo Sasongko, lalu Gusti Pratama sebagai Karim dan Yudha. Kemudian ada pula Lucky Moniaga sebagai Biqi dan Bardi, dan Joind Bayuwinanda sebagai Hasan, Barzah, sekaligus narator pertunjukan.

"Dalam pertunjukan ini kita  juga akan merayakan kerja-kerja keaktoran yang memiliki latar belakang disiplin dan metode keaktoran yang berbeda. Seperti realis, tubuh, musikal dan komedi, dan akan cair dalam kolaborasi dari seluruh tim yang terlibat,” jelas Heliana.  
 

3. Angkat Legenda Urban

Dalam pertunjukan Ariyah dari Jembatan Ancol, Titimangsa juga mengangkat sosok legenda urban Si Manis Jembatan Ancol yang sudah tidak asing lagi di telinga. Mulai berkembang sejak abad ke-19, kisah ikonik itu memang memiliki banyak versi dan telah diadaptasi dalam berbagai medium, termasuk film hingga sinetron.

Namun , dalam pertunjukan teater, karakter ikonik dari tradisi lisan itu dipastikan hadir dalam atmosfer yang lebih mencekam. Terlebih cerita tersebut nantinya juga tak hanya dijadikan sekadar teks, tapi turut dihadirkan sebagai peristiwa pertunjukan.

"Melalui pertunjukan ini kita juga bisa melihat perspektif lain dari sejarah yang ada di Indonesia bahwa legenda urban itu bukan sesuatu untuk menakut-nakuti, namun adalah cerminan psikologis dan sosiologis masyarakat," papar Happy Salma produser pertunjukan Ariyah dari Jembatan Ancol.
 

4. Comeback Ario Bayu Setelah Hiatus 10 Tahun

Pertunjukan Ariyah dari Jembatan Ancol juga akan menjadi momen kembalinya Ario Bayu ke panggung pertunjukan setelah satu dekade hiatus. Aktor yang populer lewat film Perempuan Tanah Jahanam itu memang mengawali kariernya di dunia hiburan lewat pertunjukan teater saat masih di Selandia Baru dan Inggris.

Dia pun merasa bahagia dapat kembali ke atas panggung pertunjukan. Terlebih kali ini dia dapat berkolaborasi dengan aktor dan aktris serta pihak penyelenggara pertunjukan, yakni Titimangsa yang diinisiasi oleh aktris kenamaan Happy Salma. 

"Ini sangat mengejutkan buat saya, dan mungkin akan menjadi pertunjukan yang besar meskipun saat ini masih dalam proses tapi saya merasa beruntung dapat berkolaborasi dengan teman-teman pertunjukan teater," jelas Ario Bayu.
 

5. Ada Tour Backstage & Meet and Greet dengan Pemain

Selain menonton pertunjukan utama, nantinya juga akan diadakan diskusi tentang demonisasi perempuan dalam kisah horor di Indonesia sebelum pertunjukan dimulai pada 26 Juli 2023 pukul 13.30 WIB di Lobby Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Tak hanya itu, berbeda dari pertunjukan teater kebanyakan, kali ini bakal ada pula backstage tour di mana penonton akan dipandu untuk masuk dalam pertunjukan yang site-spesifik. Bahkan, bagi para penggemar yang berminat juga bisa meet and greet bersama para pemain Ariyah dari Jembatan Ancol.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Kiat Praktis Mencegah Laptop Cepat Overheat saat Bermain Gim

BERIKUTNYA

Koleksi Outfit Margot Robbie yang Terinspirasi dari Kostum Barbie

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: