Periksa gigi (Sumber Foto: Freepik)

Mengapa Gigi Anak Mudah Berlubang? Dokter Sebut Makanan Manis Jadi Biang Keroknya

20 June 2023   |   17:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Anak-anak seringkali mengonsumsi makanan manis seperti  permen, cokelat, dan es krim. Sayangnya makanan tersebut tidak bagus untuk kesehatan gigi, gusi, dan mulut. Bahkan, bisa menjadi salah satu penyebab masalah gigi berlubang.

Danar Pradipta Rani, Dokter Gigi Anak dari Brawijaya Hospital Antasari menjelaskan bahwa makanan manis seperti permen dan cokelat bersifat kariogenik. Ciri-ciri makanan tersebut, yakni bertekstur lengket dan mudah hancur dalam mulut. Seringkali sisanya menempel di sela-sela gigi dan gusi, sehingga menyebabkan karies gigi dan gigi berlubang.

Baca juga: Mudah Karies, Begini Cara Merawat Gigi Anak Berkebutuhan Khusus

“Mulut memiliki bakteri alami yang berkembang biak, ketika bertemu dengan sisa makanan kariogenik di gigi, maka bisa menyebabkan asam yang mengikis enamel gigi dan membuatnya berlubang,” jelas Danar.

Lebih lanjut, dia memaparkan, umumnya pada orang dewasa, gejala gigi berlubang ditandai dengan rasa sakit yang berdenyut dan terasa sangat menyiksa. Sebaliknya pada anak-anak justru tidak bergejala, sehingga anak tidak menyadari kalau giginya bermasalah.

"Sampai lubangnya sudah besar sekali atau sudah bengkak baru terasa sakit, akhirnya terlambat ditangani," ungkapnya.

Menurut Danar, masalah gigi berlubang tidak bisa ditangani dalam satu kali tindakan pengobatan. Melainkan harus dilakukan dengan beberapa kali kunjungan ke dokter gigi karena ada banyak prosedur yang harus dilakukan, mulai dari pembersihan sampai perawatannya. Jangan khawatir karena prosedur penambalan gigi untuk anak-anak terbilang aman dan tidak ada minimal usia untuk dilakukan tindakan tersebut.

"Nanti dokter gigi akan menentukan perawatan terbaik, apakah harus dilakukan penambalan atau harus perawatan saluran akar," lanjutnya.

Perawatan saluran akar dilakukan saat gigi berlubangnya sudah dalam sekali sampai saraf gigi. Prosedurnya, gigi yang berlubang akan dibersihkan dan dirapikan hingga terlihat bagian saluran akar. Saluran akar gigi tersebut kemudian dibersihkan dengan alat khusus sampai ke ujungnya, sehingga saraf gigi dan pembuluh darah non-vital dapat diambil bersama bakteri yang ada di sekitarnya.

"Namun apabila sudah terlalu parah, sebaiknya dilakukan pencabutan gigi," kata Danar.

Untuk mencegah masalah gigi berlubang yang sudah parah, penting sekali bagi orang tua untuk menjaga kebersihan gigi anak sejak dini. Misalnya dengan membiasakan kegiatan menyikat gigi sampai bersih, sehingga plak sisa makanan dan bakteri tidak akan bersarang di sana.

Darvini Rachmida dokter gigi dari RSUD Kramat Jati, memaparkan bahwa kebiasaan menyikat gigi harus dimulai sejak usia anak masih kecil. Caranya dengan membersihkan gigi, gusi, dan semua bagian dalam mulut. Mulai dari bagian luar dan bagian dalam gigi, gigi geraham untuk mengunyah, serta area lidah dan sisi dalam pipi.

Sikatlah gigi 2-3 kali sehari, jangan terlalu sering karena bisa merusak lapisan luar gigi dan melukai gusi. Pada bayi dan anak yang masih kecil umumnya belum bisa menyikat gigi sendiri, ibu bisa membantunya berkumur-kumur.

“Setelah minum susu anaknya dikasih kumur-kumur air putih, karena susu kalau mengendap dalam mulut terus dibawa tidur, bisa menyebabkan masalah gigi,” kata Darvini.

Sementara pada bayi bisa menggunakan kain kasa atau kapas. Ibu bisa membersihkan sisa susu atau makanan yang menempel pada permukaan gusi atau giginya apabila sudah tumbuh.

Baca juga: 9 Bahan Dapur Ini Dipercaya Dapat Meredakan Sakit Gigi Secara Alami

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Menengok Gedung Baru Sony Music yang Punya Teknologi Dolby Atmos Terkini

BERIKUTNYA

Cara Merintis Bisnis Bersama Pasangan Bermodal Uang Pesangon

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: