The Meeting (2023), Dadan Setiawan, 120x190 cm, oil on canvas. (Sumber gambar: Art1 New Museum)

Menelisik Eksplorasi Gestur Warna dalam Lukisan Dadan Setiawan

09 June 2023   |   11:45 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Sebuah lukisan berdimensi 120 cm x 190 cm menarik perhatian di salah satu ruang pamer di Art1: New Museum, Jakarta. Lukisan abstrak berjudul The Meeting itu didominasi oleh sapuan warna merah menyala. Pada beberapa sisinya, terdapat warna gelap seperti hitam, coklat, dan abu-abu.

Sementara pada bagian sudut bawahnya, terdapat warna perpaduan antara biru dan putih yang tampak lembut. Di satu sisi, lukisan ini memiliki visual yang kuat dari komposisi bentuk-bentuk dan tarikan-tarikan kuas atau palet terhadap pigmen, tapi di sisi lain, karya ini juga memberikan ruang yang luas untuk menciptakan satu penafsiran tertentu. 

Baca juga: Refleksi Pembangunan Ibu Kota Negara di Pameran Lukisan "Antara Kecemasan dan Harapan"

Lukisan itu hanyalah satu dari 14 karya yang disuguhkan dalam pameran tunggal Abstraksi Gestur dari perupa Dadan Setiawan. Eksibisi ini menjadi momentum kembalinya Dadan menggelar pameran tunggal setelah 15 tahun. Kala itu, dia menggelar pameran tunggal bertajuk Critical Gauge di d'Gallerie, Jakarta.

Selama rentang waktu tersebut, dia aktif mengikuti sejumlah pameran kolektif dan mengajar di salah satu kampus swasta di Bandung. Karya-karyanya telah diboyong di beberapa pameran baik dalam maupun luar negeri seperti Vanessa ArtLink di Beijing, China, dan Singapura, serta Hangaram Art Museum di Seoul Arts Center, Korea Selatan.

Setelah 6 tahun mengajar, kini Dadan memutuskan untuk fokus kembali berkarya. Pada 2021, Art1: New Museum menawarkannya untuk menggelar pameran tunggal. Namun, baru setahun setelahnya, ajakan tersebut direalisasikan seiring dengan keputusannya untuk berhenti mengajar.

"Tahun 2022 saya berhenti mengajar dan berkeputusan untuk berkarya total lagi. Karena beberapa pertimbangan, saya akhirnya kembali fokus ke studio dan mulai mengerjakan proyek pameran tunggal," kata perupa asal Bandung itu.

Menari di Atas Merah (2023), Dadan Setiawan, 140x145 cm, oil on canvas. (Sumber gambar: Art1 New Museum)

Menari di Atas Merah (2023), Dadan Setiawan, 140x145 cm, oil on canvas. (Sumber gambar: Art1 New Museum)

Karya-karyanya kali ini merupakan perkembangan dari pencapaian artistik yang dia lakukan sedari 2005. Sejak saat itu, Dadan telah melewati berbagai masa transisi yang menentukan sikap dan caranya dalam memutuskan pilihan estetik.

Sepanjang kariernya sebagai perupa, Dadan pernah mengeksplorasi lanskap, cahaya, komposisi, warna, dan ekstraksi bentuk. Pada karyanya yang lain, dia juga pernah membayangkan 'suasana' yang secara formatif membuka wawasan keruangan, hingga menyelami visual-visual yang menimbulkan persepsi fotografis.

Namun, pada titik tertentu, perupa berusia 44 tahun itu mengaku tidak tertarik lagi dengan apa yang dilukiskan, tapi lebih fokus bagaimana karya itu sendiri dilukiskan. Baginya, karya-karya dalam pameran ini merupakan akumulasi eksplorasinya terhadap buah karya lukisan. 

Halaman selanjutnya: Pendidikan Seni 
1
2


SEBELUMNYA

Game Honkai: Star Rail Bakal Rilis di PlayStation 5 pada Akhir 2023

BERIKUTNYA

Sabrina Soetomo Merilis Single Kedua berjudul 404 Love Not Found

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: