Will Champion (Sumber gambar: Instagram.com/coldplay)

Profil Drummer Coldplay Will Champion, Anak Arkeolog yang Kepincut Musik

11 May 2023   |   05:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Coldplay mungkin tak setua The Rolling Stone yang sudah dibentuk sejak 1963, dan akan menyentuh usia 60 tahun. Coldplay baru dibentuk pada 1996 dari sekumpulan anak kuliah yang menyukai musik. Meski demikian, mungkin sebagian milenial sepakat jika mereka banyak bertumbuh ditemani lagu-lagu Coldplay.

Yellow, single pertama yang diorbitkan Coldplay bahkan terus didengarkan meski sudah bertahun-tahun sejak perilisan perdananya. Semua itu tak lepas dari kerja keras musisi hebat yang terlibat di dalamnya. Bukan hanya sang pentolan Chris Martin yang berperan penting dalam grup ini. Gubahan musik itu tak akan lengkap tanpa hentakan dari drum yang ditabuh sang drummer, Will Champion.

Baca juga: Profil Chris Martin, Vokalis Coldplay yang Siap Guncang Jakarta November 2023

Memang, Will Champion bukanlah orang pertama yang mencetuskan Coldplay. Dia baru bergabung setelah Chris Martin, Jonny Buckland, dan Guy Berryman memutuskan untuk membuat band. Chris dan Jonny  merupakan rekan di tempat kuliah di Univeristy Collage, London. Sampai akhirnya Guy bergabung untuk memegang posisi bass. Saat itu, Coldplay belum mengukuhkan nama. Mereka masih berganti-ganti nama sebelum akhirnya ketok palu dengan nama Coldplay pada 1998.

Sebagai seorang penggebuk drum, Will Champion tidak kalah disorot dari Chris Martin dan kawan-kawan. Pria kelahiran 31 Juli 1978 itu lahir di Southampton, Inggris dari seorang ibu berprofesi sebagai akademisi di bidang arkeologi. Will sudah terlihat memiliki talenta musik sejak masih belia. Peran ibunya yang ikut memetik gitar saat Will kecil turut mendorong minat Will dalam bermusik.

Di usianya yang ke 8 tahun, Will tak ingin lepas bermain alat musik piano. Seiring bertambahnya usia, Will tak hanya ingin menekuni piano saja. Dia mulai merambah ke alat musik lain seperti bass dan drum. Semasa kecil hingga remaja, Will banyak menghabiskan waktu belajar musik dengan gurunya.

Pada awal karier bermusiknya, Will memang banyak memegang instrumen piano dan gitar hingga belasan tahun lamanya. Namun saat Coldplay hendak dibentuk, Chris Martin dan kawan-kawan memintanya untuk mengisi posisi drum.

Rekanan ini sempat mendengarkan tabuhan drum ciamik dari Will sebelum mengambil keputusan. Akhirnya, tawaran itu melayang dan langsung disambut baik oleh Will. Apalagi, Will merasa senang akhirnya tergabung dalam sebuah grup band setelah banyak bermain solo dalam hidupnya.

Karier Will langsung meroket dalam waktu yang cepat. Namanya naik daun sebagai drummer yang ikonik untuk Coldplay. Bahkan, Will sangat dihargai di tanah kelahirannya dengan gelar doktor kehormatan di bidang musik dari University of Southampton di awal 2023 lalu. Itu merupakan apresiasi atas kerja keras Will yang dinilai bertalenta dan berdedikasi dalam perkembangan musik pop.

Kini, musisi berusia 44 tahun ini akan segera menghentak Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta lewat tabuhan drumnya di konser Coldplay: Music of Spheres pada November 2023 mendatang. Hal ini akan menjadi konser perdana Coldplay di Indonesia setelah lama dinantikan oleh para penggemarnya.

Baca juga: 8 Cara Unik Coldplay Ciptakan Konser Ramah Lingkungan, Bakal Diterapkan di Jakarta?

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Penderita Asma Disarankan Kurangi Penggunaan Inhaler, Ini Alasannya

BERIKUTNYA

Mengenal Xylobands, Gelang Menyala Coldplay yang Bikin Konser Makin Meriah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: