Karya dari Seniman Mintosari (Sumber gambar: Galeri Nasional Indonesia)

Pameran Antara Kecemasan & Harapan di Galeri Nasional Resmi Dibuka Malam Ini

05 May 2023   |   22:35 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Like
Lembaga Perupa Kalimantan Timur (LPK) bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia mengadakan pameran bertajuk Antara Kecemasan dan Harapan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran yang dibuka pada Jumat, 5 Mei 2023 itu dapat disaksikan oleh masyarakat umum dari 6 hingga 28 Mei 2023. 

Pameran  Antara Kecemasan dan Harapan menampilkan 42 karya dari 13 perupa asal Kalimantan Timur. Ada pun, karya yang dapat dinikmati berupa seni lukis dan grafis dengan berbagai pendekatan material dan teknik. 

Plt. Kepala Museum dan Cagar Budaya,  Ahmad Mahendra mengatakan pameran ini buka sekedar sebuah akan perkenalan atau promosi perupa dari Kalimantan Timur. Namun, sebuah upaya komunikasi dari perupa Kaltim kepada publik dan pemerintah mengenai agenda pemindahan ibu kota ke tanah kelahiran mereka.

Baca juga: Refleksi Pembangunan Ibu Kota Negara di Pameran Lukisan "Antara Kecemasan dan Harapan"

“Maka dari itu saya rasa pameran ini akan sangat menarik untuk dikunjungi, bukan hanya oleh Sahabat Galnas yang sudah rutin berkunjung, tapi juga para pemangku kepentingan dan pembuat keputusan agar dapat ‘melihat’ suara dari para perupa ini,” katanya dalam rilis yang diterima Hypeabis.id.  

Dia menuturkan, penyelenggaraan pameran Antara Kecemasan dan Harapan dilatarbelakangi rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Proyek ini tak sekadar memindahkan manusia saja, tapi juga beririsan dengan aspek politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Menurutnya, wajar jika kemudian muncul rasa khawatir yang dirasakan putra-putri daerah tersebut. Meskipun begitu, mereka tetap menyuarakan besarnya harapan mereka bahwa proyek strategis negara (PSN) ini akan membawa keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Kalimantan Timur yang menciptakan kesejahteraan. 

Kurator pameran, Citra Smara Dewi dan Surya Darma menyatakan pameran ini menegaskan tradisi panjang dari budaya Kalimantan timur melalui pemilihan objek, artefak, dan material, seperti mitologi Kerajaan Kutai berupa  lembuswana, ornamen Suku Dayak, hutan tropis, orangutan, dan simbol lain yang lekat dengan kehidupan masyarakat lokal. 

Di sisi lain, pameran ini juga merupakan bentuk perwujudan atas sikap kritis dan kepedulian dari perupa Kalimantan Timur dalam menghadapi rencana besar pemerintah atas IKN Nusantara serta tahun politik 2024 yang sudah di depan mata.

Dalam catatan kuratorialnya, mereka menuliskan harapan dan kecemasan merupakan realita sosial yang tidak terhindarkan di IKN  Nusantara ada saat ini. Menurut mereka, harapan itu berupa kehadiran peradaban baru yang akan membawa Indonesia menjadi kota dunia yang berkelanjutan. Lalu, terjadi pemerataan ekonomi yang tidak lagi berpusat di pulau Jawa. 

Sementara itu, terdapat juga kecemasan akan lunturnya potensi budaya lokal karena tergerus modernitas, mengingat masyarakat adat asli seperti Suku Dayak memiliki kebudayaan tinggi dan menjunjung nilai-nilai toleransi. 

Di sisi lain, kehadiran globalisasi telah menyulut kelahiran fenomena  detradisionalisasi, yakni kondisi masyarakat menjadi sama menuju homogenitas sehingga keragaman budaya menjadi pudar. Kecemasan lainnya adalah tentang lingkungan. Mereka khawatir pembangunan yang dilakukan dapat mengganggu habitat alamiah satwa yang selama ini berada di lokasi inti ibu kota negara. 

"Jangan sampai dengan adanya pembangunan justru memunculkan konflik dengan satwa liar di daerah tersebut serta merusak habitat dan ekosistem yang selama ini telah berjalan dengan baik," demikian tertulis.

Baca juga: Menyimak Luapan Ekspresi Perupa Bumi Borneo di Galeri Nasional

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Dukung Wellnes Tourism, Kara Coco Hadir Lagi di BaliSpirit Festival

BERIKUTNYA

Menparekraf Sandiaga Uno Bertemu VP CJ ENM, KCON Bakal Hadir di Indonesia?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: