Ilustrasi senam aerobik (Sumber gambar: Freepik)

Cek Manfaat Senam Aerobik yang Enerjik, Bisa Bakar Kalori Hingga Bikin Badan Ideal

14 March 2023   |   21:00 WIB

Sebelum mengenal olahraga senam aerobik, Agustina Maharani (27) kerap merasa kurang percaya diri dengan berat badannya yang kala itu mencapai 70 kilogram. Berat badan yang menurutnya tidak ideal itu juga berdampak pada kondisi kesehatan tubuhnya yang tak jarang mengganggu aktivitasnya, seperti mudah lelah dan sakit tulang.

Akhirnya, dia memutuskan untuk menggeluti satu olahraga agar dapat menurunkan berat badannya dengan senam aerobik. Awalnya, dia tertarik menekuni olahraga satu ini karena ajakan teman-teman kantornya. Namun, seiring waktu, dia merasakan manfaat senam aerobik salah satu yang tampak adalah berat badannya yang mulai menurun.

Baca juga: 10 Cara Asyik Senam Otak untuk Mengurangi Pikun, Kuy Dicoba

Diimbangi dengan pola makan yang lebih sehat dan teratur, dia kini merasa lebih bugar dan percaya diri dengan tubuhnya yang menurutnya sudah ideal yakni seberat 55 kilogram. "Kalau tekun, senam aerobik itu beneran berdampak ternyata. Tapi ya gitu, harus dijaga banget pola makannya supaya beneran turun [berat badannya]," ujarnya.

Ya, senam aerobik merupakan salah satu jenis olahraga yang sampai saat ini masih diminati oleh banyak orang. Pada dasarnya, semua aktivitas yang menggunakan oksigen untuk membakar kalori, memproduksi energi, dan meningkatkan detak jantung, bisa disebut sebagai olahraga aerobik.

Namun, di Indonesia, aerobik identik sebagai salah satu jenis senam. Aerobic Instructor Freya Studio, Damel Syafitri, menjelaskan senam aerobik adalah gerakan ritmik teratur yang dilakukan secara terus-menerus yang dimulai dari peregangan, latihan inti, dan pendinginan.

Damel menjelaskan senam aerobik menjadi latihan yang cukup efektif bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badan selama dilakukan secara teratur dan konsisten, juga dengan kekuatan (power) yang maksimal selama minimal 1 jam dalam satu kali senam. "Jadi sangat efektif untuk program penurunan berat badan," katanya.
 

Ilustrasi senam aerobik (Sumber gambar: Freepik)

Ilustrasi senam aerobik (Sumber gambar: Freepik)


Gerakan Senam Aerobik

Pada umumnya, dalam satu sesi latihan senam aerobik, terdiri dari tiga tahap latihan yakni pemanasan yang dilakukan selama 5-10 menit, gerakan inti selama 30-40 menit, dan pendinginan dengan durasi 5 menit. Namun, di antara sesi gerakan inti dan pendinginan, biasanya juga diselipkan gerakan pembentukan otot.

Gerakan pemanasan dilakukan untuk menaikkan denyut nadi dan suhu badan agar otot-otot tubuh siap untuk melakukan latihan inti dalam senam aerobik, sekaligus mengurangi risiko cedera. Sebaliknya, pada gerakan pendinginan, bertujuan untuk mengembalikan suhu dan denyut nadi seperti semula, juga mengurasi risiko otot-otot tubuh menjadi terasa pegal.

Di samping itu, dalam senam aerobik juga dikenal dengan beberapa jenis gerakan yang tujuannya untuk membakar kalori seperti single step, double step, V-step, knee up, dan jumping jacks. "Tapi hati-hati untuk gerakan-gerakan yang membutuhkan power lebih, itu harus dilakukan dengan teknik yang benar. Karena itulah gunanya ada instruktur," ujar Damel.

Kehadiran instruktur dalam senam aerobik sangat penting. Damel menjelaskan para praktisi yang menjalani latihan senam aerobik tanpa instruktur biasanya akan melakukan gerakan yang tidak sesuai teknik, sehingga tidak memberikan dampak yang maksimal pada tubuh. Selain itu, peran instruktur juga penting untuk memutuskan gerakan apa saja yang cocok dilakukan para praktisi.

"Kalangan, usia, penyakit-penyakit bawaan para praktisinya itu instruktur harus tahu. Jadi instruktur itu penting banget karena tahu urutan-urutan gerakannya. Kalau tidak biasanya akan ada kesalahan dalam gerakan," tambahnya.

Baca juga: Kombivit, Senam Kebugaran yang Bisa Jadi Pilihan buat Kaum Lansia

Sebelum melakukan senam aerobik, penting bagi praktisi untuk memastikan kondisi badan yang fit dengan jam tidur yang cukup. Adapun, beberapa perlengkapan yang perlu dipersiapkan yakni baju olahraga dan sepatu yang nyaman, serta air minum. Perlengkapan tersebut penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit sepanjang melakukan senam aerobik.

Sebagai salah satu jenis olahraga, senam aerobik terbilang fleksibel. Damel menjelaskan bagi praktisi pemula atau yang memiliki penyakit bawaan biasanya akan diberikan latihan dengan gerakan yang cenderung mudah (low impact). Sedangkan gerakan yang terbilang sulit atau high impact biasanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah sering latihan.

Dengan gerakan yang tepat dan dilakukan secara konsisten, dalam 1 menit senam aerobik, bisa membakar 6 kalori. Dengan begitu, dalam satu jam  senam, seseorang bisa membakar sebanyak 360-400 kalori. "Persentase penurunan berat badan dengan senam aerobik itu tergantung dengan berat dan tinggi badan masing-masing praktisi," jelasnya.

Adapun, untuk program penurunan berat badan yang efektif dengan senam aerobik, disarankan untuk konsisten latihan minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi masing-masing sesi yakni selama satu jam. Namun, jika dirasa mampu, bisa juga melakukan senam aerobik setiap hari untuk pembakaran kalori yang maksimal.

"Tapi perlu diingat, dalam penurunan berat badan juga penting untuk menjaga pola makan dengan 4 sehat 5 sempurna, jangan begadang dan kurangin stres," ujar Damel.

Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Belum Setahun, Meta Hentikan Fitur NFT di Facebook dan Instagram

BERIKUTNYA

Kelebihan & Kekurangan Hill Hold Control, Fitur yang Bantu Mobil Hadapi Jalan Menanjak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: