komet ini dapat disaksikan untuk wilayah pedalaman dan pedesaan sejak 16 Januari. (sumber gambar Unsplash/Nima Sarram)

Muncul Sekali Seumur Hidup, Yuk Berburu Komet Langka yang Bakal Melintas di Langit Indonesia

11 January 2023   |   20:12 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Awal tahun ini ,bumi akan disuguhi fenomena astronomi langka yang cuma bisa disaksikan sekali seumur hidup. Yaitu melintasnya Komet C/2022 E3 (ZTF) yang muncul dalam periode 50.000 tahun sekali. Menariknya, peristiwa astronomi ini dapat disaksikan secara langsung dari Indonesia tanpa alat bantu optik.

Komet C/2022 E3 pertama kali diamati pada 10 Juli 2021 dari fasilitas pengamatan astronomis Zwicky Transient Facility (ZTF) menggunakan kamera yang terhubung dengan teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar, di California, Amerika Serikat. 
 
 

Peneliti Pusat Riset (PR) Antariksa BRIN, Andi Pangerang mengatakan komet tersebut hanya melintasi bumi satu kali dalam seumur hidup manusia dikarenakan orbitnya yang berbentuk hiperbola. Pasalnya, orbit ini mempunyai nilai eksentrisitas lebih besar dari satu, sehingga membentuk kurva terbuka di kedua titik fokusnya.

Baca juga: Daftar Fenomena Astronomi 2023, Ada Gerhana Bulan Penumbra & Hujan Meteor Geminid

Dia mengatakan komet tersebut akan mencapai titik terdekat dengan matahari, atau perihelion pada 13 Januari 2023 dengan jarak 166.387.000 km dari matahari. Tapi, saat mencapai perihelion, komet ini bermagnitudo +6,72 sehingga belum bisa diamati dengan mata kepala.

"Poin utamanya adalah, komet ini tidak dapat ditentukan periodenya meskipun gerak harian dailymotion-nya dapat ditentukan. Hal ini karena bentuk orbit yang hiperbola sehingga terdapat dua titik lenyap yang letaknya berada di jarak tak berhingga," ujar Andi dikutip dari Lapan.

Potensi Penampakan Komet C/2022 E3 di Indonesia
Andi mengungkapkan, komet ini dapat disaksikan untuk wilayah pedalaman dan pedesaan sejak 16 Januari pukul 02.30 hingga 05.30 waktu setempat dari arah Timur Laut dekat konstelasi Bootes (rasi bintang). Tak hanya itu, waktu terbit komet ini akan lebih cepat setiap harinya, dan terbit di arah Utara dekat konstelasi Ursa Minor.

Selain itu, komet ini diperkirakan melintas dekat Bumi pada 2 Februari pukul 00.32 WIB, pada jarak 42.472.000 km dari Bumi. Adapun, fase dapat dinikmati di seluruh Indonesia dapat dilakukan sejak 1-2 Februari pukul 18.30-02.30 waktu setempat dari arah Utara dekat konstelasi Camelopardalis. 

Untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya, komet ini akan mencapai titik tertinggi pukul 21.53 WIB dengan ketinggian 11,9 derajat. Saat mencapai titik terdekat, komet ini terlihat di arah Utara dengan ketinggian 7,4 derajat. Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur, komet akan terbenam saat mencapai titik terdekat dengan Bumi.

Pada 29-30 Januari, komet akan terlihat dua kali, yakni saat tengah malam pada pukul 21.00-23.00 waktu setempat dari arah Utara dekat konstelasi Draco. Sedangkan, pada tanggal 31 Januari, komet akan terbit pada pukul 19.00 waktu setempat dari arah Utara dekat konstelasi Camelopardalis.

Baca juga: Catat, Ini 15 Peristiwa Astronomi Terbaik Sepanjang 2022

"Komet ini dapat diamati tanpa menggunakan alat bantu optik untuk daerah pedalaman dan pedesaan hingga 13 Februari, sejak pukul 18.30 hingga 01.00 waktu setempat dari arah Utara hingga Barat dekat konstelasi Taurus," papar Andi Pangerang.

Editor: Fajar Sidik
 

SEBELUMNYA

Jantung Berdebar Tiba-tiba? Waspada Takikardia

BERIKUTNYA

Synchronize Fest 2023 Bakal Makin Seru dengan Tema dan Lineup Baru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: