Ilustrasi anak bebas stunting. (Sumber gambar : Freepik/Jcomp)

Bunda, Intip 5 Kiat Cegah Stunting pada Anak

11 January 2023   |   12:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Like
Kekurangan gizi masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pada 2021 tercatat 24,4 persen balita di Tanah Air mengalami gangguan perkembangan yang disebabkan oleh kondisi yang disebut stunting ini. Bukan semata-mata berasal dari faktor genetik, penyebab terbesarnya adalah asupan gizi mereka belum terpenuhi. 

Spesialis Gizi Klinik dr. Diana Felicia Suganda, mengatakan untuk menghadapi masalah besar pada perkembangan generasi muda Indonesia ini, orang tua, khususnya ibu perlu memperhatikan keseimbangan gizi dan kesehatan anak. Bukan hanya anak, namun juga diri sendiri mulai dari remaja yang nantinya menjadi calon ibu.  

“Dengan kebiasaan gaya hidup dan pola makan yang seimbang, masyarakat Indonesia, khususnya anak dan ibu, dapat terbebaskan dari siklus rantai stunting,” ujar Diana, dikutip Hypeabis.id, Rabu (11/1/2023). 

Baca jugaMengenal Faktor-faktor Penyebab Anak Alami Stunting

Buat kamu para ibu dan calon ibu, berikut kiat-kiat dari dokter Diana untuk memutuskan rantai stunting balita Indonesia.


1. Perhatikan Pola Makan Ibu dan Anak

Diana menegaskan stunting dapat terjadi sejak anak berada di dalam kandungan. Oleh karena itu, perempuan Indonesia perlu memperhatikan pola makan sehat dengan asupan gizi yang cukup untuk menjaga kesehatan dirinya sendiri, bahkan dari beranjak remaja dan sebelum menikah.

Pola makan sehat termasuk konsumsi makanan berserat, memakan sayur dan buah, serta minum air putih.
Dengan menjaga kebiasaan pola makan sehat dan bergizi seimbang, perempuan Indonesia dapat mengurangi risiko punya anak kurang gizi mulai dari masa remaja.

Penelitian Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 16,8 persen remaja, termasuk remaja perempuan, berusia 13-18 tahun memiliki tubuh kurus dan sangat kurus. Ini disebabkan oleh kurang makan dan asupan
gizi. 


2. Jangan Lupakan Vitamin dan Mineral

Asupan gizi yang tidak seimbang juga memengaruhi kesehatan ibu hamil. Risiko yang ditimbulkan mulai dari anemia, sembelit, hipertensi, diabetes gestational, dan hiperemesis gravidarum atau mual dan muntah berlebih sehingga dapat mempersulit masa kehamilan ibu.

Perempuan yang stunting, kelak berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yang memiliki risiko tinggi kondisi stunting. Oleh karena itu, Diana menyebut sangat penting bagi ibu hamil untuk menerapkan prinsip gizi seimbang dengan memenuhi asupan energi dan protein, asam lemak dan asam folat, serat, zat besi, serta vitamin dan mineral. 


3. Pola Asuh Sejak Dini

Diana mengatakan kondisi stunting pada anak tidak bisa berubah. Data Studi Kasus Gizi Indonesia telah menunjukkan bahwa dari 34 Provinsi di Indonesia, hanya 1 provinsi sudah termasuk dalam kategori gizi baik. 

Untuk mencapai perbaikan gizi anak di seluruh Indonesia, perlu diperhatikan masa kritis perkembangan anak, salah satunya adalah dalam 1000 hari pertama kehidupannya (HPK), yang dimulai dari 270 hari masa kehamilan sampai dengan anak berusia 2 tahun atau 730 hari. 

Ya, walaupun tidak bisa diubah, stunting masih dapat dicegah demi menciptakan masa depan generasi muda yang lebih baik. Orang tua dapat menjaga asupan gizi yang seimbang bagi anak dengan menerapkan Isi Piringku.


4. Jangan Ragu Tanya ke Dokter Gizi!

Dengan berkonsultasi kepada dokter gizi serta dokter anak, orang tua dapat terus memantau kebutuhan gizi anak dan mencegah stunting terjadi pada anak. Pada masa kritis 1000 HPK, anak yang mengalami stunting lebih awal yaitu sebelum usia enam bulan, akan mengalami stunting lebih berat menjelang usia dua tahun. 

Menurut Diana, jika tidak ditangani, maka kondisi stunting di anak usia lima tahun akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan usia dini berlanjut pada masa remaja serta mempengaruhi potensi kesuksesan di masa mendatang.

Dia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ataupun mencari informasi dari internet dan komunitas orang tua untuk membuat resep makanan yang praktis dan menggugah selera anak dengan gizi seimbang.

Jangan lupakan kandungan mikro dan makronutrien yang optimal dan sesuai takaran, dari mulai lauk pauk hingga bumbu
tambahan seperti lada, garam, ataupun MSG.


5. Terapkan Isi Piringku

Kehadiran inisiatif program dan kegiatan yang fokus terhadap gizi anak dan ibu sangat membantu dalam memberikan edukasi mengenai makanan dan asupan gizi yang cukup.

Dengan panduan Isi Piringku, orang tua dapat mengambil peran aktif untuk menjaga gaya hidup sehat bagi anak dan keluarga, mulai dari isi piring yang seimbang hingga mengonsumsi air putih yang cukup dan olahraga setiap hari.

Baca jugaMemperbaiki Pertumbuhan Anak Stunting lewat Asupan Tepat

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Jadi Pembuka Album Kedua, Ify Alyssa Rilis Single Semesta Menari

BERIKUTNYA

Joaquin Phoenix Tampilkan Raut Penuh Misteri dalam Film Beau Is Afraid Karya Ari Aster

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: