Ilustrasi asuransi (Sumber gambar: Freepik)

6 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Asuransi

03 January 2023   |   19:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Asuransi adalah salah satu pondasi untuk membuat kondisi keuangan tetap stabil ketika terjadi musibah. Dengan memiliki asuransi, kita bisa mencegah potensi kerugian lebih banyak saat mengalami kejadian tak terduga, seperti kecelakaan, sakit parah, kebakaran, dan sebagainya.

Pasalnya, saat memiliki asuransi, biaya-biaya yang harus dikeluarkan akibat kejadian tak terduga itu sudah ditanggung oleh penyedia layanan. Oleh karena itu, asuransi sebaiknya jadi instrumen yang dimiliki banyak orang.

Namun, banyak orang yang masih belum memahami prinsip perusahaan asuransi. Direktur OneShildt Financial Planning, Budi Raharjo, mengatakan banyak orang baru merasakan kebutuhan asuransi saat risiko atau musibah sudah dialami. Misalnya, orang baru mencari-cari produk asuransi kesehatan saat sudah terbaring sakit di rumah sakit.

Padahal, fungsi asuransi adalah untuk memindahkan risiko keuangan peserta kepada perusahaan asuransi. Perusahaan akan mau menanggung risiko tersebut jika risiko kejadiannya masih tidak pasti. Jika sudah pasti terjadi atau potensinya sangat tinggi, perusahaan asuransi biasanya akan menolak atau diterima dengan catatan membayar kontribusi premi yang lebih mahal.

Baca jugaGenhype Harus Tahu, 5 Manfaat Penting Punya Asuransi
 

Ilustrasi penghitungan asuransi (Sumber gambar: Freepik)

Ilustrasi penghitungan asuransi (Sumber gambar: Freepik)


Oleh karena itu, membeli asuransi sebaiknya dilakukan saat kondisi masih sehat atau dalam keadaan stabil. Budi juga menyarankan agar masyarakat membeli asuransi sesuai dengan kebutuhannya. Lantas apa saja faktor yang perlu dipertimbangkan saat akan membeli asuransi? Setidaknya ada enam hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli asuransi. 
 

1. Beli Saat Kondisi Stabil

Budi mengatakan membeli asuransi sebaiknya dilakukan saat kondisi stabil. Kondisi yang dimaksud ialah saat risiko kejadian buruk masih berupa kemungkinan, bukan hal yang pasti akan terjadi. Misalnya, saat membeli asuransi kesehatan, berarti kita masih dalam kondisi sehat.

Dengan membeli saat kondisi stabil, kemungkinan asuransi kita akan disetujui lebih besar. Selain itu, kita juga terhindar dari membayar premi yang mahal, terlebih jika kita ikut asuransi sejak usia muda.
 

2. Beli Sesuai Kebutuhan

Belilah asuransi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Jika khawatir kondisi kesehatan akan memburuk, orang bisa membeli asuransi kesehatan terlebih dahulu. Namun, jika khawatir tentang keadaan rumah, orang bisa membeli asuransi properti.
 

3. Pilih Perusahaan yang Kredibel

Setelah paham dengan kebutuhan asuransi, kini saatnya memilih perusahaan asuransi mana yang cocok. Pilihlah perusahaan asuransi yang kredibel dan memiliki kondisi finansial yang sehat. Kamu dapat mengetahuinya dengan melihat kecukupan modal perusahaan asuransi RBC (Risk Based Capital) yang dipersyaratkan OJK minimal 120 persen.
 

4. Perhatikan Klaim & Risiko

Kamu bisa menanyakan tentang persyaratan klaim dan risiko secara detail kepada agen penjual. Hal ini penting guna mengetahui gambaran persyaratan administratif apa yang perlu dipenuhi saat risiko terjadi. Jangan sampai saat hal yang tak diinginkan terjadi, klaim yang diajukan justru tidak disetujui karena ada beberapa persyaratan yang tidak terpenuhi.
 

5. Perusahaan Mudah Diakses

Pilihlah perusahaan asuransi yang mudah diakses. Jadi, ketika terjadi risiko, proses klaim bisa dilakukan dengan mudah. Artinya, jika proses klaim secara online bermasalah, kamu bisa mengunjungi langsung kantor cabang terdekat dari perusahaan asuransi yang dipilih.
 

6. Membaca Polis dengan Detail

Sebelum membeli produk asuransi, sebaiknya kamu sudah membaca polis dengan detail. Jangan hanya mengandalkan penjelasan dari agen, tetapi kamu juga harus mengetahui isi sebenarnya dari polis tersebut. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih ialah terkait dengan manfaat, batasan manfaat, dan pengecualian perlindungan.

Baca jugaPerbedaan Asuransi Swasta & BPJS Kesehatan, Mana Lebih Bagus?

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Tren Wisata 2023: Sekarang Zamannya Bekerja, Berbisnis, dan Healing sambil Traveling

BERIKUTNYA

Prospek Bisnis Alat Musik Bekas, Ini Alasan Gitar Seken Diincar Banyak Orang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: