Koleksi yang akan ditampilkan di Spotlight (Sumber gambar: IFC)

Indonesia Fashion Chamber Bakal Gelar Acara Spotlight, Dukung Wastra Jadi Tren Fesyen Dunia

29 November 2022   |   22:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Sebagai negeri dengan keanekaragaman budaya dan etnis yang kaya, Indonesia memiliki potensi yang kuat untuk membangun industri fesyen di mata dunia. Dengan membawa inspirasi dan warisan lokal yang diterjemahkan ke dalam gaya modern, bukan tidak mungkin mode dalam negeri bisa menjadi tren global.

Atas dasar spirit itulah, Indonesia Fashion Chamber (IFC) akan menggelar acara Spotlight Indonesia: Celebration of Diversity  pada 1-4 Desember 2022 di Great Hall Pos Bloc Jakarta. Spotlight akan menjadi perhelatan fesyen untuk merayakan keragaman budaya Indonesia sebagai inspirasi karya-karya unggulan fesyen Tanah Air.

Ali Charisma selaku National Chairman IFC mengatakan perhelatan Spotlight akan menampilkan kekuatan inspirasi lokal dalam produk ready-to-wear yang menjadi ciri khas fesyen Indonesia. Wastra Nusantara atau konten budaya lokal yang dikemas dalam wujud kontemporer dan kekinian menjadi highlight perhelatan ini yang diharapkan dapat diterima oleh pasar global, bahkan dapat menarik perhatian dunia.

"Kultur Indonesia juga berpotensi menjadi sumber inspirasi dan tren bagi dunia,” katanya dalam rilis pers yang Hypeabis.id terima, Selasa (29/11/2022). 

Baca jugaRegenerasi Perajin Menjadi Tantangan untuk Keberlanjutan Industri Wastra
 

Koleksi yang akan ditampilkan di Spotlight (Sumber gambar: IFC)B

Koleksi yang akan ditampilkan di Spotlight (Sumber gambar: IFC)

Seperti temanya, celebrating diversity atau yang berarti merayakan keberagaman, koleksi yang ditampilkan di Spotlight nantinya berdasarkan zonasi suku-suku bangsa Indonesia, antara lain Batak, Jawa, Melayu, Betawi, Minangkabau, Bugis, Bali, Papua, Nusa Tenggara, dan Dayak.

Ali menjelaskan meskipun bertema tentang suku-suku bangsa yang ada di berbagai daerah Indonesia, produk fesyen yang ditampilkan akan dibuat dengan desain kontemporer atau kekinian. Dengan begitu, dia berharap bahwa produk fesyen yang disuguhkan dapat diterima oleh pasar skala global.

"Dengan mengekspos penggunaan wastra atau material lokal dan pengerjaan tangan [handmade], merupakan upaya konkret kami untuk mendukung terwujudnya industri fesyen berlandaskan sustainability atau berkelanjutan," jelasnya.
 

Rangkaian Acara

Menjadi gelaran yang pertama, Spotlight akan menghadirkan kegiatan meliputi fashion show, eksibisi, instalasi ethnic textiles, gelar wicara, dan seminar. Dalam 17 sesi fashion show, lebih dari 130 desainer, jenama, dan institusi pendidikan akan menunjukkan koleksi mereka. 

Produk koleksi yang ditampilkan yang mencakup kategori formal wear, casual/street wear, men’s wear, hingga modest wear dengan mengangkat wastra atau inspirasi budaya Indonesia. Sedangkan dalam kegiatan pameran, akan menghadirkan produk fesyen dari 180 jenama, termasuk instalasi wastra Indonesia. 

Dalam acara Spotlight, sederet desainer dan jenama kenamaan Tanah Air pun akan menampilkan koleksi terbaiknya diantaranya Danjyo Hiyoji, Ichwan Thoha, Billy Tjong, Rinda Salmun, RaegitaZoro, Purana, AMOTSYAMSURIMUDA, ALLETS by Stella Lewis, dan JYK Fashion Label.

Tak hanya itu, ada juga Gingersnap, Sofie, Deden Siswanto, Eko Tjandra, Fomalhaut Zamel, Lenny Agustin, Mardiana Ika, Nuniek Mawardi, Hannie Hananto, Kursien Karzai, Heaven Lights, VANILLA, Jarum Hijau, Rengganis, Tenun Gaya by Wignyo, Batik Chic, dan Roemah Kebaya Vielga. 

Selain itu, Spotlight juga akan memberikan ruang bagi karya-karya fesyen siswa beberapa sekolah mode dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya SMK 3 Blitar, SMK N 1 Kalitengah Lamongan, ISWI Fashion Academy, Desain Mode Universitas Kristen Maranatha, LPTB Susan Budihardjo, Istituto Di Moda Burgo Indonesia, dan LaSalle College Jakarta.
 

Koleksi yang akan ditampilkan di Spotlight (Sumber gambar: IFC)

Koleksi yang akan ditampilkan di Spotlight (Sumber gambar: IFC)

Keunikan

Berbeda dengan gelaran peragaan busana lainnya, IFC juga telah menyiapkan konsep penjualan fesyen yang baru dalam Spotlight yang diberi nama See Now, Buy Now. Model bisnis yang menjual barang-barang fesyen dengan segera, setelah ditampilkan di panggung runway.

Nantinya, para calon konsumen dapat mengakses sekaligus berbelanja melalui kode QR yang terhubung langsung ke katalog daring (e-catalog). 

Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC), Dina Midiani, menjelaskan konsep penjualan ini dibuat agar para pengunjung yang hadir dalam peragaan busana Spotlight bisa mengetahui produk fesyen yang sedang ditampilkan di runway, termasuk informasi harga dan cara membelinya sehingga bisa langsung terhubung dengan para desainer.

"Kami ingin kalau fashion show itu jangan cuma celebration atau sekadar menunjukkan kreasi terbaru untuk dinikmati, tapi sekaligus bisa memperkuat konsep bisnisnya," terangnya.

Baca jugaIndonesia Tak Ikut Geng Asean Daftarkan Kebaya ke UNESCO? Ini Kata Pegiat Wastra

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Strategi Mempersiapkan Masa Pensiun Sejak Dini

BERIKUTNYA

Mini Album Baru Red Velvet Puncaki Tangga Lagu iTunes di Lebih dari 40 Negara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: