Hypefast kenalkan lima brand lokal ke pasar singapura (sumber gambar : hypefast)

Begini Strategi Brand Aggregator Bawa Brand Lokal Naik Kelas 

29 November 2022   |   11:10 WIB
Image
Dewi Andriani Hypeabis.id

Beberapa tahun terakhir makin banyak brand lokal yang hadir dengan berbagai keunikan dan keunggulan yang mereka miliki. Bahkan dari sisi kualitas, brand lokal saat ini sudah makin berkembang dan mampu bersaing dengan brand-brand asing. 

Meski demikian, masih ada beberapa hal yang menghambat pertumbuhan bisnis brand lokal ini, mulai dari permodalan, sumber daya manusia dan ekspertis yang bisa memberikan masukan atau ide-ide segar, hingga ekosistem yang terintegrasi. 

Untuk memperkuat dan mendukung pertumbuhan bisnis dari brand-brand lokal tersebut serta membantu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, belakangan mulai muncul sejumlah brand aggregator di Indonesia, sebut saja Hypefast, Tjufoo, maupun OpenLabs. 

Baca jugaPebisnis, Perhatikan Tiga Hal Ini Agar Brand Dilirik Investor

Brand aggregator atau yang dikenal juga sebagai e-commerce roll up merupakan perusahaan yang bekerja untuk mengakusisi brand tertentu yang memiliki potensi untuk berkembang. Merek-merek tersebut nantinya akan didorong dan ditingkatkan skala bisnisnya melalui suntikan modal, dukungan teknis, marketing, infrastuktur dan operasional, serta ekosistem bisnis sehingga para pemilik brand bisa naik kelas. 

Salah satu startup brand aggregator yang berdiri sejak Januari 2020 adalah Hypefast, didirikan oleh Achmad Alkatiri yang sebelumnya sempat menjabat sebagai CMO di Lazada. 

Hingga saat ini Hypefast sudah menyuntikkan modal sekitar Rp500 miliar kepada lebih dari 20 merek lokal di Indonesia, khususnya pada brand yang bergerak di kategori busana, kecantikan, kebutuhan ibu dan anak, kesehatan dan gaya hidup.
 
Adapun kriteria penerima investasi tersebut adalah bisnis harus sudah beroperasi selama lebih dari 12 bulan. Memiliki omzet minimal Rp300 juta hingga Rp500 juta dalam sebulan. Dimana 50 persen omzet yang didapatkan diperoleh dari kanal online.
 
"Kami akan terus berkomitmen mendukung pertumbuhan brand lokal. Tidak hanya menyalurkan pendanaan, kami juga menyediakan tim ahli, ekosistem retail yang terintegrasi, serta berbagai inisiatif lainnya, untuk membantu brand lokal semakin berkembang," jelasnya. 

Ada ratusan tim ahli yang dimiliki oleh Hypefast, mereka berasal dari berbagai latar belakang dan keahlian sehingga para pelaku usaha tidak perlu lagi mencari konsultan untuk membantu mengembangkan brand yang dimiliki. 

Dengan berbagai dukungan yang diberikan oleh Hypefast, sejumlah brand yang bernaung di bawahnya berhasil meningkatkan omzet hingga berkali lipat bahkan berhasil ekspansi hingga ke sejumlah negara. Apalagi saat ini Hypefast sudah memiliki jangkauan di 4 negara di Asean mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Achmad mengatakan dalam proses pengembangan bisnis, Hypefast tetap mempertahankan pendiri-pendiri brand dalam jajaran manajemen sehingga bisa tetap memiliki relevansi yang kuat dengan pasar lokal karena pada dasarnya Hypefast memiliki misi untuk menciptakan house of e-commerce brands terbesar, lewat kolaborasi dengan para pendiri brand lokal yang luar biasa dan kreatif. 

Selain itu, pihaknya juga sangat memperhatikan dan mengutamakan kualitas bisnis dari brand yang sudah diakuisisi sehingga dapat terus bertumbuh dengan dukungan permodalan, tim yang terpadu, teknologi mumpuni, hingga ekosistem yang terintegrasi. 

"Kami selalu mencari brand baru setiap saat tapi sekarang fokus kita ada di lifestyle. Kategori yang sedang diincar itu health and beauty serta personal care yang saat ini pertumbuhannya cukup pesat," ujarnya. 

Selain Hypefast, stratup brand aggregator lainnya yang juga ikut mendorong perkembangan bisnis sejumlah brand lokal di Indonesia adalah Tjufoo yang baru meluncur awal tahun 2022. 

Startup yang didirikan oleh TJ Tham ini memiliki konsep “House of Brands” yang bisa membantu brand lokal meningkatkan performa melalui rangkaian teknologi digital, platform data, kecerdasan buatan, tim berpengalaman, serta suntikan modal usaha. 

Co-Founder and CEO Tjufoo TJ Tham mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen membantu meningkatkan performa brand-brand yang telah bergabung di dalam ekosistemnya melalui dukungan tim yang berpengalaman serta semua teknologi yang diperlukan oleh UMKM. 

Dari sisi permodalan, Tjufoo juga berkomitmen mengembangkan UMKM dan brand lokal dari berbagai kategori dan level dengan berinvestasi pada modal pengembangan usaha dengan nilai akuisisi sebesar Rp1,8 triliun yang akan segera dijalankan sebagai rencana jangka pendek. 

“Dengan dukungan permodalan ini, kami berharap Indonesia mampu menelurkan ratusan brand lokal yang dapat bersaing di pasar global,” ungkapnya. 

Hal menarik yang dilakukan oleh Tjufoo ini adalah mereka cukup fokus meningkatkan partisipasi para founder perempuan. Sebab, TJ Tham menilai bahwa perempuan masih membutuhkan dukungan untuk menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan bisnis. 

Berdasarkan hasil studi Smeru Research Institute, 82.3% UMKM milik perempuan mengeluhkan kekurangan modal sebagai hambatan di masa pandemi di tengah penjualan yang turun dan biaya produksi yang meningkat. Sementara itu, dua tantangan utama yang mereka hadapi adalah strategi bisnis yang perlu diubah (80.4%) dan operational cash flow yang terganggu (79.4%). 

Salah satu upaya memperkuat komitmen Tjufoo dalam pengembangan direct-to-consumer brands dan melahirkan the next generation of female founders and leaders di Tanah Air, pihaknya bekerja sama dengan Stellar Women meluncurkan progran inkubasi bisnis yang didirikan oleh perempuan melalui program AKSi (Akselerasi Bisnis Perempuan). 

Program ini berhasil memberdayakan 2.055 perempuan Indonesia dan ribuan partisipan publik online bootcamp

Menyambut keberhasilan program AKSI,  Tjufoo memperkuat ekosistemnya dengan menggandeng tiga bisnis perempuan dengan potensi terbaik untuk naik kelas. 

Ketiga bisnis tersebut, yakni bisnis fashion muslimah, Winona Modest; bisnis perawatan dan kecantikan, DEW ME; serta bisnis konveksi perlengkapan bayi, Crucil. Ketitanya berkesempatan meraih peluang investasi, berupa pendanaan dan dukungan operasional, senilai total miliaran rupiah. 

TJ Tham, mengatakan ketiga bisnis yang terpilih menjadi pemenang AKSI Perempuan memiliki potensi kuat untuk menguasai pasar lokal dengan dukungan yang tepat apalagi dengan peluang industri direct-to-consumer yang semakin masif. 

"Sebagai brand aggregator yang fokus pada pasar Indonesia, Tjufoo berharap para womenpreneur terpilih dapat memanfaatkan peluang naik kelas melalui ekosistem dan jaringan kami yang growing. Berbagai kanal pemasaran secara online maupun offline tersedia dalam menjangkau konsumen, maupun jejaring yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," jelasnya. 

Baca jugaUnik, Brand Denim Ini Masih Pakai Mesin Jahit Tua Era 1920-an
 

Profil Hypefast 

  • Pendiri :  Achmad Alkatiri 
  • Didirikan pada : Januari 2020 
  • Jumlah brand di dalamnya (saa ini):  20 brand 
  • Kategori brand : busana, kecantikan, kebutuhan ibu dan anak, kesehatan dan gaya hidup 
  • Dukungan yang diberikan kepada brand : pendanaan, tim ahli, ekosistem retail, pemasaran, dan inisiatif lainnya 
  • Jumlah dana yang disuntikkan kepada brand : Rp500 miliar (sudah dikucurkan) 


Profil Tjufoo

  • Pendiri :  TJ Tham & Aldrian Foo
  •  CEO : TJ Tham
  • Didirikan pada : Januari 2022
  • Jumlah brand di dalamnya (saat ini): 6 brand
  • Kategori brand :  Terbuka untuk D2C Brands dari berbagai kategori 
  •  Dukungan yang diberikan kepada brand : Pendanaan, tim ahli, ekosistem retail O2O (Online to Offline), pemasaran, teknologi, platform data analitik, dan inisiatif lainnya
  • Jumlah pendanaan yang disiapkan untuk akuisisi brand potensial: Rp1,8 triliun  (hingga akhir 2024) 

Sumber : Hypefast dan Tjufoo

Editor: Fajar Sidik 
SEBELUMNYA

Bikin Uruguay Tak Berkutik, Portugal Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022

BERIKUTNYA

5 Fakta Unik Qatar, Negara Timur Tengah Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: