Pameran ini juga menjadi permulaan atau kick-off dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Qatar. (Sumber gambar: rilis Museum Nasional Indonesia)

Yuk Seruput Bareng di Pameran Kopi Togetherness Museum Nasional

19 November 2022   |   20:01 WIB

Museum Nasional Indonesia menyelenggarakan pameran dan festival bertajuk Kopi Togetherness mulai tanggal 19 sampai dengan 18 Desember 2022. Dalam pameran ini kita dapat menikmati beragam jenis kopi berkualitas yang terbagi ke dalam lima subtema, yakni Kopi Bumi, Kultur Kopi, Kopi Kini, Kopi Kita, dan Kopi Bumi.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid mengatakan bahwa subtema Kopi Bumi mengangkat relasi kopi sebagai sumber daya agrikultural yang memberikan sumbangsih dan keberlanjutan terhadap lingkungan dan beragam upaya masyarakat dan komunitas untuk memberdayakannya.

Baca jugaAsyik, Penikmat Kopi Bakal Dimanjakan di Jakarta Coffee Week 2022

Kemudian, Kultur Kopi mengangkat berbagai aspek kebudayaan, sejarah, dan kearifan lokal yang diciptakan di berbagai pelosok Nusantara. Sementara Kopi Kita dan Kopi Kini menghadirkan berbagai narasi keseharian, kreativitas, dan kehidupan sosial yang terhubung oleh skena kopi Indonesia.

Keempat subtema itu dihadirkan dalam rangkaian karya instalasi yang dibuat oleh enam komunitas/kolektif seiman yang diundang khusus untuk merespons tema Kopi Togeterness.

Kolektif atau komunitas seniman itu adalah duo musisi elektronik bottlesmoker, komunitas graffiti dan street art Mahavisual (featuring Stereoflow, Alphabad.xyz, Popo Mangu, Yessiow, dan Gardu House).

Kemudian terdapat kolektif kolektif arsitektur Ugahari, jejaring penggambar (sketchers) nusantara Indonesia Sketchers, jejaring aktivis kopi Komunitas Jenama Kopi (featuring Smesta, Popsiklus, Gunagoni, Debbybyday, Koleksi Karta, Craft Denim, Seniman), dan kelompok perupa dan seni pertunjukan Paguyuban Gegerboyo.

Sementara itu, subtema Kopi Merdeka di pameran ini menghadirkan serangkaian artefak dan arsip koleksi Museum Nasional Indonesia yang berkolaborasi dengan museum-museum erta pusat arsip dalam jejaring nasional – internasional Museum dan Cagar Budaya Kemendikbudristek. 

Subtema ini berupaya menawarkan sisi lain dan perspektif baru dari rekam jejak historis Kopi sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

Dia menambahkan pameran ini juga menghadirkan serangkaian program publik yang menawarkan pengetahuan, rekreasi, dan selebrasi kopi nusantara bersama jejaring komunitas produsen, penggiat dan penggemar kopi dengan menggali berbagai hubungan antara masyarakat Indonesia dengan kopi.

“Kopi sebenarnya media diplomasi, media untuk mencairkan suasana, melalui pameran ini, para penikmat dan penggiat kopi dapat berinteraksi dengan disiplin ilmu lain seperti pemerhati lingkungan, kuliner dan gaya hidup serta berbagi pandangan untuk meningkatkan apresiasi terhadap Kopi Indonesia dari hulu hingga hilir, lebih dari itu,” katanya.

Dia menambahkan tanaman kopi di Indonesia juga memiliki fungsi sebagai penghasil oksigen dan berperan dalam menjaga lingkungan dengan proses pertanian yang berkelanjutan, sehingga kopi bukn hanya sebagai komoditas belaka.

Selain itu, dia juga berharap pameran ini dapat mengangkat harkat dan martabat petani kopi dan seluruh penggiat kopi yang menggantungkan hidup dari kopi.

Kerja Sama Bilateral
Pameran ini juga menjadi permulaan atau kick-off dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Qatar. Pada 2023, Indonesia menjadi negara mitra penyelenggara Qatar Year of Culture. Dalam ajang ini, Indonesia dan Qatar akan saling memromosikan kekayaan budaya setiap negara.

Qatar akan memamerkan berbagai kekayaan budaya Indoensia. Sementara itu, berbagai event kebudayaan di Indonesia juga akan memamerkan kekayaan budaya Qatar.

Baca jugaCerita Eksploitasi Diungkap Kritis dalam Novel Babad Kopi Parahyangan & Stains On My Khanga

Kedua negara sepakat mengangkat kopi sebagai tema besar dalam kerja sama bilateral tersebut. Menurutnya, budaya Kopi di Indonesia akan dipamerkan selama enam bulan di Museum Nasional Qatar dengan berbagai event penyerta.  

Editor: Fajar Sidik 
 
SEBELUMNYA

Yuk Tengok Sejarah Pertemuan Qatar vs Ekuador Sebelum Membuka Laga Piala Dunia 2022

BERIKUTNYA

Pameran Seni Kontemporer Constellations: Global Reflections (CGR) Hadir di Bali Sampai November 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: