Ilustrasi berjemur pada pagi hari (Sumber gambar: Freepik)

Ini Manfaat & Tip Berjemur pada Pagi Hari Agar Kulit Sehat Maksimal

17 November 2022   |   17:23 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Genhype, terkena paparan sinar matahari pada siang hari cukup berbahaya bagi kesehatan. Sebab, paparan sinar ultravioletnya sudah tinggi dan cenderung merusak kulit. Namun, lain halnya dengan matahari pagi. Berjemur pada pagi hari justru bisa mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan kulit kita.

Manfaat sinar matahari pagi tersebut dapat dinikmati oleh semua umur. Dari yang masih bayi hingga lanjut usia, semua masih membutuhkan manfaat dari sinar matahari pagi.

Berjemur pada pagi hari, seperti dilansir dari Healthline, memberi manfaat yang beragam. Paparan sinar matahari dapat membantu tubuh membuat vitamin D secara alami. Vitamin tersebut sangat penting, tetapi banyak orang tidak bisa mencukupi setiap hari.

Sebab, vitamin D termasuk jenis yang sulit didapat dari makanan. Beberapa ikan, susu, dan telur memang mengandung vitamin D, tetapi jumlahnya tidak sebanyak paparan sinar matahari.

Berjemur pada pagi hari juga dapat meningkatkan perasaan tenang. Hal ini membuat orang yang rutin berjemur cenderung memiliki suasana hati yang lebih baik.

Baca juga: Awas, Kekurangan Vitamin D Bisa Memicu Autoimun

Mendapatkan sinar matahari pagi juga akan meningkatkan kualitas tidur. Jika punya insomnia, sebaiknya mulai mencoba berjemur pada pagi hari agar tidur bisa lebih lelap.

Selain itu, sinar matahari pagi juga bermanfaat bagi penguatan imun. Sinar matahari pagi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin D juga akan membantu tubuh melawan berbagai penyakit, seperi jantung, sklerosis otot, flu, dan penyakit autoimun, dan kanker tertentu.
 

Tip Berjemur Pagi Hari 

Meskipun punya manfaat beragam, berjemur pada pagi hari tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, proses berjemur yang diharapkan membawa manfaat justru bisa jadi petaka jika dilakukan tanpa pengetahuan.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Danang Triwahyudi mengatakan masyarakat sebaiknya mengecek indeks ultraviolet terlebih dahulu sebelum berjemur. Jika masih dalam kategori hijau atau kuning, berjemur masih boleh dilakukan.

Namun, jika indeks ultraviolet sudah dalam tahap oranye, merah, atau ungu, sebaiknya segera hindari paparan sinar matahari secara langsung.

Danang menyarankan agar berjemur dilakukan di bawah pukul 09.00 pagi. Pada jam tersebut, sinar ultraviolte terbilang belum terlalu tinggi.

Setelah jam 9 pagi, kata Danang, matahari sudah terlalu panas dan paparan ultravioletnya sudah tinggi. Alih-alih mendapatkan manfaat, berjemur pada waktu tersebut justru bisa membuat kulit rusak hingga sunburn.

“Untuk mendapatkan manfaat baik dari vitamin D, durasi berjemur cukup dilakukan selama  5-15 menit,” ungkap Danang dalam acara Kemitraan Vaseline dan PERDOSKI untuk Edukasi Publik Mengenai Permasalahan Kulit, beberapa waktu lalu.

Baca juga: 4 Makanan dengan Kandungan Vitamin D Tinggi

Dokter Danang mengatakan, berjemur sebaiknya dilakukan dengan pakaian seminim mungkin. Dia menyarankan untuk memakai celana pendek dan tanktop. Pemilihan pakaian ini penting agar paparan sinar matahari bisa didapat maksimal dan merata ke seluruh tubuh.

Bagi yang berkerudung, sebaiknya memiliki area privat sehingga proses berjemur bisa lebih nyaman. Sebab, berjemur yang dilakukan dengan pakaian tertutup cenderung tidak mendapatkan manfaat maksimal.


Editor: Roni Yunianto 
 
SEBELUMNYA

Intip Spesifikasi Xiaomi Redmi Pad, Tablet Entry Level Penunjang Hobi

BERIKUTNYA

Aksi Tukar Baju & Thrifting Ternyata Dapat Mengurangi Limbah Fesyen di Bumi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: