Ilustrasi medical checkup (Sumber gambar: Antoni Shkraba/pexels)

5 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan dan Metabolisme Tubuh Selama Ramadan

25 March 2025   |   08:01 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Selama Ramadan dan Idulfitri, perubahan pola makan dan aktivitas sering kali berdampak pada kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh. Data menunjukkan adanya peningkatan permintaan layanan kesehatan terkait masalah ini, mencerminkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatannya selama bulan suci.

Menurut laporan Halodoc Health & Wellness Insight 2025, pembelian obat pencernaan meningkat sebesar 12 persen selama pekan Idulfitri dibandingkan rata-rata tahunan. dr. Nur Aini Hanifiah, SpPD, mitra dokter spesialis Halodoc, menyebut gangguan pencernaan seperti kembung, mual, nyeri ulu hati, heartburn, dan konstipasi lebih sering terjadi selama Ramadan. 

"Hal ini dipengaruhi oleh pola makan tinggi karbohidrat dan gula, konsumsi makanan dalam jumlah besar secara tiba-tiba, serta kurangnya kualitas tidur," katanya.  

Baca juga: 5 Layanan Kesehatan Paling Dicari Selama Ramadan dan Idulfitri

Untuk tetap sehat selama Ramadan dan Idulfitri, berikut lima cara yang bisa diterapkan: 


1. Konsumsi makanan kaya serat

Untuk menjaga kesehatan pencernaan selama Ramadan, dr. Aini menyarankan beberapa langkah penting, yakni mengonsumsi makanan kaya serat seperti biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Batasi asupan makanan berlemak dan gula berlebih saat sahur dan berbuka untuk menghindari gangguan pencernaan. 
 

2. Jaga hidrasi dengan minum air yang cukup 

Kurangnya cairan bisa menyebabkan konstipasi dan gangguan metabolik. Pastikan minum air putih minimal delapan gelas sehari dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat sahur, empat gelas saat malam, dan dua gelas saat berbuka). 
 

3. Hindari makan berlebihan saat berbuka 

Makan dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan nyeri ulu hati dan heartburn. “Disarankan berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan makanan utama setelah jeda,” ujar dr. Aini. 
 

4. Tetap aktif dengan aktivitas ringan

Berjalan kaki selama 30 menit setelah berbuka dapat membantu menjaga metabolisme tetap optimal. Selain itu, olahraga ringan seperti peregangan atau yoga juga bisa mendukung kesehatan tubuh. “Pastikan tidur cukup. Lakukan minimal 7 sampai 8 jam per malam, agar metabolism tetap optimal selama Ramadan,” ucapnya. 
 

5. Lakukan medical check-up berkala

Selain masalah pencernaan, gangguan metabolik juga menjadi perhatian selama Ramadan dan Idulfitri. Laporan yang sama mencatat peningkatan pembelian obat kolesterol sebesar 15 persen dibandingkan rata-rata tahunan. dr. Aini menjelaskan bahwa perubahan pola makan yang mendadak dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh. 

"Saya sangat merekomendasikan masyarakat untuk melakukan medical check-up secara berkala guna mengetahui kondisi kesehatan mereka saat ini. Dengan begitu, langkah pencegahan atau pengobatan yang tepat dapat segera dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mengatasi gejala yang muncul," jelasnya.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, masyarakat dapat tetap sehat selama Ramadan dan Idulfitri tanpa terganggu masalah pencernaan dan gangguan metabolik. 

Baca juga: Simak Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Selama Puasa

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Pesona Grojogan Sewu, Keindahan Tersembunyi di Lereng Gunung Lawu

BERIKUTNYA

Resensi Novel Satine, Bayang Dilema Antara Takdir dan Pilihan Hidup

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga