Ilustrasi anak sedang sakit (Sumber gambar: Freepik)

Kasus Gangguan Gagal Ginjal Akut Pada Anak di Indonesia Mulai Menurun

16 November 2022   |   12:42 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Ada kabar baik buat para orang tua di Indonesia. Kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGPA) pada anak kini mulai menunjukkan tren penurunan.  Laporan dari Kementerian Kesehatan menyebut jumlah penambahan kasus sudah tidak terjadi lagi dalam 2 minggu terakhir.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan sejak 2 sampai 15 November 2022, tercatat tidak ada penambahan kasus baru GGPA di Indonesia. Kondisi tersebut membuat jumlah kasus GPPA di dalam negeri mengalami tren penurunan. 

Selain itu, Syahril juga mengungkap angka kesembuhan pasien terus meningkat. Saat ini ada 111 pasien yang telah sembuh dari total 324 kasus di Indonesia. Sebanyak 14 pasien hingga kini masih menjalani proses perawatan. Adapun, 199 pasien meninggal dunia. 

Baca jugaTetap Waspada, Ini Fase Anak Mengalami Gagal Ginjal Akut yang Harus Segera Ditangani Dokter
 

Data Kemenkes (Tangkapan layar konferensi pers Kemenkes)

Data Kemenkes (Tangkapan layar konferensi pers Kemenkes)

Sejak kemunculan kasus ini, sederet langkah strategis telah dilakukan Kemenkes.  Pada 18 Oktober 2022, kementerian telah mengeluarkan larangan penggunaan obat sirop. Pelarangan tersebut dilakukan setelah Kemenkes dan stakeholder terkait melakukan penelitian mendalam.

Mereka mengatakan penyebab gagal ginjal akut pada anak adalah karena intoksikasi zat etilen glikol dan dietilen glikol. Dua zat tersebut ditemukan di obat sirop yang diminum oleh anak-anak. Pada 23 Oktober 2022, Kemenkes bersama BPOM melakukan penelitian terhadap obat-obat yang direkomendasikan untuk diteliti lebih lanjut.

Dua hari setelahnya, Kemenkes menetapkan Fomepizole sebagai obat penawar atau antidotum. “Nah, sejak 2 November mulai sangat menurun hingga saat ini yang dirawat tinggal 14 orang,” ujar Syahril dalam konferensi pers Update Gangguan Ginjal Akut Pada Anak  di Indonesia, Rabu (16/11). 

Baca jugaMarak Kasus pada Anak, Begini 5 Cara Menghindari Risiko Gagal Ginjal

Syahril berharap dengan sudah adanya obat antidotum, keempat belas anak yang dirawat ini bisa cepat sembuh. Namun, masalah yang terjadi pada ke-14 anak ini terbilang sudah lanjut. Syahril mengatakan mereka yang masih dirawat berada di stadium 3. 

Syahril mengatakan stadium 3 merupakan kategori penyakit yang sudah berat. Kerusakan ginjal akibat GGPA cenderung cukup parah dengan kondisi-kondisi yang lain. “Namun, tidak ada komorbid. Sebab, mereka masih anak-anak. Cuma kondisi sakitnya saja yang membuatnya membutuhkan waktu untuk perawatan intensif,” imbuhnya.

Berdasarkan data Kemenkes, ke-14 anak ini berada di 5 daerah berbeda.  Sebanyak 2 orang di Aceh, 9 orang di DKI Jakarta, 1 orang di Kepulauan Riau, 1 orang di Sumatera Barat, dan 1 orang di Sumatera Utara. Namun, kini semuanya sudah dirawat di RSCM sebagai rumah sakit rujukan dalam kasus GGPA.

Syahril mengatakan pada 11 November 2022 Kemenkes juga telah mengeluarkan petunjuk penggunaan obat sediaan cair atau sirop pada anak, dalam rangka pencegahan peningkatan gagal ginjal akut progresif atipikal ini. Surat dengan nomor HK.02.02/III/3713/2022 itu diharapkan bisa diterapkan oleh seluruh kepada dinas provinsi, fasilitas layanan kesehatan, dan organisasi profesi kesehatan.

Melalui surat edaran ini, maka seluruh fasilitas kesehatan, penyelenggara sistem elektronik farmasi, dan apotek, dalam penggunaan obat diminta untuk berpedoman pada penjelasan kepala BPOM terkait daftar obat yang boleh digunakan dan tidak boleh digunakan. 

Baca jugaKhawatir Terkena Gagal Ginjal Akut? Perkuat Daya Tahan Tubuh Anak

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Data Aplikasi PeduliLindungi Diduga Bocor

BERIKUTNYA

3 Masalah Utama Wajah Pria Indonesia, Begini Cara Menanganinya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: