Poster film Sri Asih (Sumber gambar: Jagat Sinema Bumilangit)

Film Superhero Lokal Hadapi Tantangan yang Berat, Apa Saja?

26 September 2022   |   13:25 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Dia berpendapat bahwa pasar penikmat film pahlawan super di Indonesia sudah terbentuk atau terlanjur akrab dengan kisah-kisah yang dibawa oleh rumah-rumah produksi Hollywood seperti Marvel Cinematic Universe (MCU) atau DC yang memang sudah mencatatkan histori panjang di jagat sinema dengan genre tersebut.

Alhasil, kata Hikmat, sejak 1990-an hingga saat ini, para kreator film-film pahlawan super Indonesia cenderung ingin mengikuti kesuksesan Hollywood. Seperti misalnya Jagat Sinema Bumilangit yang memiliki ambisi untuk membuat film-film dari komik-komik pahlawan super Indonesia yang ada.

"Enggak apa-apa punya keinginan seperti itu, tapi kemudian kan ekspektasinya jadi mesti lebih diatur. Sebab, pasar kita tidak terlalu terbentuk dengan superhero [lokal]," terangnya.

Hikmat menegaskan bahwa persoalan membentuk pasar film pahlawan super Indonesia bukan hanya menjadi tugas dari para kreator, melainkan harus ada pembenahan dari sisi ekosistem atau infrastrukturnya.  

Dia menilai bahwa kondisi industri bioskop saat ini masih perlu dibenahi dari sisi slot film yang tayang. Seperti diketahui, jika ada film-film blockbuster superhero dari MCU atau DC yang tayang, tak jarang mereka langsung mendominasi jadwal tayang di bioskop-bioskop sehingga menggeser keberadaan film-film lain yang tayang juga.

Menurutnya, beberapa industri perfilman di luar negeri cenderung menghadirkan pasar yang majemuk yang terdiri dari mass dan niche market, sehingga baik film blockbuster sebagai mass market maupun film-film kecil dengan niche market saling mengisi.

"Kalau [bioskop] di Indonesia kan cuma satu, pengennya blockbuster semua. Jadi pasarnya tunggal, jadi kebijakan slotnya juga tunggal, sehingga merugikan film-film alternatif termasuk superhero," tegasnya.

Baca juga: Jadi NFT Pertama Bumilangit, Yuk Kenalan dengan Karakter Gundala & Sri Asih

Meski begitu, Hikmat mengapresiasi para studio dan sineas yang sudah mendedikasikan diri mencoba membangun genre pahlawan super dan menyemarakkan dunia film Indonesia.

Apalagi, kemampuan para sineas dan teknologi yang digunakan dalam beberapa film pahlawan super lokal Indonesia dinilai sudah cukup membuktikan sineas lokal punya modal kapasitas membuat film penuh efek visual itu.

"Kemampuan teknis film superhero Indonesia tentu sudah sangat meningkat dan memadai. Saya pribadi juga senang sekali kalau genre superhero ini bisa berhasil di Indonesia," ujarnya.

Editor: Fajar Sidik
1
2


SEBELUMNYA

Ini Alasan Bisnis Kue Tradisional Tetap Menjanjikan dan Bertahan Lama

BERIKUTNYA

Heboh Somasi Minuman Manis, Ini 5 Manfaat Air Mineral

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: