Ilustrasi pembuatan kue (Sumber gambar: Freepik)

Ini Alasan Bisnis Kue Tradisional Tetap Menjanjikan dan Bertahan Lama

26 September 2022   |   11:52 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Bisnis kue di Indonesia memang tidak ada matinya. Setiap tahunnya selalu hadir makanan-makanan baru hingga kue-kue viral unik yang mewarnai tren kuliner. Namun, di tengah gempuran kue viral, ternyata kue tradisional Nusantara justru tetap bertahan dengan pasar tradisionalnya.

Chef Yongki Kurniawan mengatakan kue-kue tradisional Indonesia bisa bertahan lama karena  lebih dikenal oleh masyarakat. Dikenal di sini bukan hanya soal nama, melainkan juga cita rasa, bentuk, dan sejarahnya. Hal itu membuat kue tradisional punya hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat Indonesia.

Baca juga; Cobain Kuy! 4 Tempat Kuliner Legendaris Kaya Sejarah di Indonesia

Kue kekinian belakangan memang cukup banyak. Kue ini juga punya waktu yang relatif singkat untuk melejit dan disukai masyarakat Indonesia. Namun, kata Chef Yongki, rata-rata umur kue kekinian hanya 1 tahun hingga 2 tahun sebelum akhirnya hilang.

“Kalau kue tradisional itu sangat khas, ia bisa sepanjang masa bertahan. Di pasaran juga kue tradisional tetap lebih unggul dibanding kue kekinian,” kata Chef Yongki kepada Hypeabis.id.

Chef Yongki mengatakan belakangan ini kue tradisional juga sudah mulai naik daun di kalangan anak muda. Jadi, kue ini tidak hanya bagi orang tua atau kue keluarga saja. Sebab, banyak anak muda yang mulai memviralkan kue-kue tradisional sehingga bisa lebih relate dengan mereka.
 

Peluang Besar Bisnis Kue

Bagi yang tertarik berbisnis, menjajal usaha kue bisa jadi pilihan yang menarik. Chef Yongki menyebut bisnis kue memiliki peluang yang besar. Sebab, kue di Indonesia bisa dibilang sebagai makanan kedua setelah masakan umum atau nasi.

Namun, makanan kedua ini punya penikmat yang banyak, yakni sekitar 80 persen dibanding dengan masakan utama. Jadi, kebutuhan orang Indonesia terhadap kue sebenarnya cukup banyak.

Kue tidak hanya sebagai hidangan penutup. Akan tetapi, kue juga sebagai camilan hingga pengganjal perut. Hal itu membuat kue punya peluang menerobos berbagai kebutuhan orang-orang Indonesia.

Chef Yongki menyarankan orang yang mau berbisnis kue untuk memanfaatkan media sosial. Sebab, dari media sosial, sebuah kue bisa viral dan akhirnya disukai banyak orang.

Seseorang mesti bisa membuat sebuah makanan atau kue menjadi menarik dan menggoda selera saat di foto. Alhasil, foto tersebut mampu membuat orang lain tergugah untuk membeli karena penasaran dengan rasa yang ditawarkan.
 

Kue-kue Favorit Masyarakat

Chef Yongki mengatakan ada banyak kue-kue yang selalu jadi favorit masyarakat Indonesia. Namun, sekarang ini masyarakat Indonesia tampaknya sedang menyukai kue-kue kuno. Kue-kue kuno ini bisa dibilang punya cita rasa yang khas.

Beberapa kue-kue kuno tersebut ialah lapis malang, lapis mandarin, klapertart hingga spikoe surabaya. Menurut Yongki, kue tersebut adalah kue asli Indonesia meski sejarahnya berkaitan dengan zaman kolonialisme Belanda.

Baca juga: 4 Kiat Sukses Jadi Konten Kreator Kuliner ala Andre Sarwono

Saat ini kue-kue klasik memang lebih banyak disukai orang Indonesia. Penikmat kue klasik memang tidak ada habisnya, bahkan terus bertumbuh. Di sisi lain, camilan tradisional, seperti klepon hingga onde-onde juga mulai naik daun lagi.

Namun, onde-onde, klepon, atau yang lainnya kini sudah mendapat sentuhan inovasi. Chef Yongki menuturkan dia banyak menemukan klepon cake, onde-onde cake, dan talas cake. Kombinasi tersebut memberikan warna baru meski tidak meninggalkan cita rasa aslinya.

“Kue-kue tersebut memang selalu viral dan terus menjadi papan atas kue Indonesia,” imbuhnya.

Editor: Fajar Sidik 
SEBELUMNYA

Viral Soal Bahaya Minuman Manis, Berapa Jumlah Konsumsi Gula Harian?

BERIKUTNYA

Film Superhero Lokal Hadapi Tantangan yang Berat, Apa Saja?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: