Ilustrasi Candi Borobudur (Sumber gambar: Mario La Pergola/Unsplash)

Festival Indonesia Bertutur Tampilkan Ragam Narasi Cagar Budaya

11 September 2022   |   10:00 WIB

Like
Indonesia memiliki ribuan peninggalan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai bagian dari cagar budaya yang tersebar di seantero Nusantara. Sebagai investasi alam pikir dan rasa dari masa lampau, cagar budaya juga bisa menjadi salah satu sumber ilmu pengetahuan.

Dalam rangka merawat ingatan dan apresiasi cagar budaya, Direktorat Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek tengah menyelenggarakan Indonesia Bertutur 2022 pada 7-11 September 2022 di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Mengusung tema Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan, festival dua tahunan ini mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat dengan cagar budaya di Indonesia, yang dinarasikan kembali dengan menyesuaikan pada konteks dan kondisi masa sekarang, serta dituturkan lewat beragam cara dan media-media baru.

Baca juga: Babak Baru Pengelolaan Museum dan Cagar Budaya 

Direktur Jenderal Kebudayaam Kemendikbudristek, Hilmar Farid, mengatakan Indonesia Bertutur merupakan salah satu inisatif yang dibuat untuk memanfaatkan media digital yang kian berkembang, sebagai wadah untuk menyampaikan atau menarasikan kembali warisan budaya di masa lampau.

Penamaan kata 'bertutur', paparnya, diambil lantaran karakteristik masyarakat Indonesia yang dinilai kuat akan budaya tuturnya dari generasi ke generasi untuk mewariskan kebudayaan dari masa lampau.

Selain diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, festival Indonesia Bertutur juga akan menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan cagar budaya Nusantara kepada para delegasi dari negara-negara anggota G20, negara undangan khusus, dan organisasi internasional, seiring dengan tengah berlangsungnya presidensi tersebut.

"Ini [Indonesia Bertutur] adalah platform yang sangat baik untuk mengomunikasikan kekayaan budaya kita, juga capaian-capaian di bidang kebudayaan," kata Hilmar.

Baca juga: Gerakan Candi Darling Ajak Generasi Muda Peduli Konservasi Alam di Situs Sejarah 

Tak hanya memberi ruang yang seluas-luasnya untuk menarasikan dan mengenal warisan cagar budaya Nusantara, Indonesia Bertutur juga diharapkan dapat memberikan inspirasi maupun dorongan untuk menciptakan produk kebudayaan baru pada masa sekarang.

"Jadi ini semacam undangan bagi kalangan muda untuk turut melestarikan kebudayaan tapi dengan cara-cara baru dan kreatif," imbuhnya.
 


Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022 Melati Suryodarmo menjelaskan Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan diusung menjadi tema Indonesia Bertutur 2022 karena ingin mengajak masyarakat untuk memahami narasi sejarah dari cagar budaya yang tersebar di Indonesia, sekaligus menelaah, menelisik, ataupun menginterpretasikan kembali narasi-narasi tersebut.

"Bagaimana kita yang hidup di masa kini bisa melihat kembali apa yang dituliskan oleh sejarawan, kemudian bagaimana dengan daya kreatif cipta kita selaku pelaku budaya itu menginterpretasikan kembali masa lampau supaya berhubungan dengan masa kini, dan menyusun masa depan lebih baik," jelasnya.

Acara festival Indonesia Bertutur 2022 sendiri berusaha menggali 20 Mahakarya Nusantara yang berupa cagar budaya era Klasik hingga era Majapahit dan Fajar Prasejarah Nusantara. Warisan cagar budaya tersebut adalah Sangiran, Liang Bua, Maros-Pangkep, Raja Ampat, Sangkulirang, Lore Lindu, Kutai, Tarumanegara, Borobudur, Mendut, Pawon, Dieng, Prambanan, Gunung Kawi, Muara Takus, Muaro Jambi, Jago, Singasari, Trowulan, dan Bahal.

Baca juga: Kawasan Cagar Budaya di Sumatra Ini Punya Banyak Keunikan 


Cerita & Narasi Cagar Budaya 

Dalam festival itu, para seniman Indonesia dan internasional  menceritakan kembali, menarasikan interpretasi mereka terhadap cagar budaya Nusanatara Indonesia yang akan disesuaikan dengan konteks masa sekarang dan ditampilkan lewat rangkaian pengalaman yang baru.

Menurut Melati, keberlangsungan atau keberlanjutan suatu budaya bukan hanya dilakukan melalui pelestarian atau konservasi, tetapi juga dengan pemikiran dan daya cipta kreatif. Oleh karena itu, paparnya, program-program yang dihadirkan oleh Indonesia Bertutur bukan hanya menyajikan sebuah festival, melainkan lokakarya cipta dan pertemuan antar lintas seni.

"Jadi kegiatan-kegiatan yang justru membangun semangat untuk mencipta dan bagaimana mempelajari kembali, mendekatkan dengan situs cagar budaya sebagai sumber kreativitas dan pemikiran baru," terangnya.

Dalam realisasinya, Melati mengatakan Indonesia Bertutur  menghadirkan seniman-seniman atau pelaku budaya yang menyajikan narasi-narasi masa lampau dari cagar budaya ke dalam berbagai bentuk terutama yang menyangkut dengan media digital.

Baca juga: Candi Barong, Kala Dewa Wisnu dan Dewi Sri Memelihara Bumi 

"Jadi kurasi dari Indonesia Bertutur itu memang seniman yang dalam praktiknya memiliki hubungan dengan teknologi digital," imbuhnya.

Proses kurasi dilakukan dengan melibatkan beberapa kurator dari berbagai bidang seni, dan memilih para seniman yang memang dianggap proses kekaryaannya selama ini dekat dengan nilai atau tema yang diusung oleh Indonesia Bertutur, diantaranya Tarian Relief Jataka Borobudur, Mila Rosinta, Choy Ka Fai, Teater Garasi, Kinara Darma, Senyawa, dan Prehistoric Body Theater.

Adapun, rangkaian acara festival Indonesia Bertutur akan terbagi dalam lima segmen yakni Kiranamaya yang menyajikan ragam video mapping dan instalasi seni cahaya, Layarambha terdiri dari beberapa penayangan film tari, dan Anarta yang berisikan pertunjukan-pertunjukan kontemporer dari bidang musik, tari ataupun teater.

Selain itu, ada juga Visaraloka yang merupakan pameran seni expanded media dengan mengangkat tema-tema yang terinspirasi dari narasi-narasi warisan budaya, serta Virama yang menghadirkan panggung musik yang diisi oleh musisi-musisi terbaik negeri di kala senja. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
SEBELUMNYA

Sejarah Hari Radio Nasional yang Punya Peran Penting pada Masa Kemerdekaan

BERIKUTNYA

Kenalan Yuk! Ini Dua UMKM yang Unjuk Gigi di Event Presidensi G20

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: