ilustrasi UMKM Sanubari (sumber gambar : SiCepat Ekspres)

Dukung Ekosistem UMKM Digital, Dua Perusahaan Ini Siapkan Program Pendukung

21 August 2022   |   14:08 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Transformasi digital bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) merupakan faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Hal ini juga menjadi salah satu fokus yang tengah digalakkan oleh pemerintah khususnya dalam momen menuju Presidensi G20 November mendatang.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, dalam side event G20 Indonesia bertajuk Digital Economy to Support SDGs mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 83 persen pelaku UMKM nasional bergantung pada digitalisasi.

Baca juga: Pelaku UMKM, Catat Nih Pelatihan yang Diberikan Platform Digital

Hingga Juni 2022, jumlah UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital telah mencapai 19,5 juta pelaku usaha, atau 30,4 persen dari total UMKM yang tercatat sekitar 64 juta pelaku usaha.

Melihat pentingnya transformasi digital bagi para pelaku UMKM, SiCepat Ekspres menghadirkan program UMKM Sanubari (UMKM Siap Bangkit Untuk Negeri) sekaligus mendukung pemerintah mewujudkan ekosistem UMKM digital.

Melalui program ini, para pelaku UMKM mendapa tkan edukasi untuk dapat mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi serta konsep digital marketing.

Wiwin Dewi Herawati Chief Marketing & Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres mengatakan bahwa UMKM merupakan tonggak ekonomi negara, sehingga diharapkan melalui program Sanubari ini, pihaknya dapat memberikan dukungan dan menstimulasi UMKM bertransformasi dan membangkitkan ekonomi negeri.

Di samping memberikan edukasi, SiCepat Ekspres juga memberikan stimulus bagi UMKM untuk mengasah kreativitas dalam berbisnis melalui kompetisi Sanubari Business Plan Competition.

Melalui kompetisi ini, pelaku UMKM dan masyarakat dapat menunjukkan proposal ide bisnisnya. Bagi pelaku UMKM terbaik maka akan diberikan bantuan modal usaha. Pemenang dilihat berdasarkan penilaian ide, kesesuaian target pasar, hingga strategi penjualan dan pemasaran.

Tidak hanya melalui program Sanubari , SiCepat secara konsisten menghadirkan produk layanan pengiriman dengan harga terjangkau melalui produk Halu (Harga Mulai Lima Ribu) sejak 2019 lalu untuk mendukung bisnis UMKM khususnya di platform marketplace.

Selain itu, pada 2022, SiCepat juga terus mengembangkan fitur aplikasi SiCepat Superapp yang dapat membantu pelaku UMKM menggunakan layanan pengiriman SiCepat dengan mudah hanya dalam satu genggaman. Kemudahan fitur request pick up, drop off paket, cek dan tracking resi juga menjadi keunggulan dari SiCepat Superapp.

‘’Melalui produk layanan hingga program-program yang secara khusus kami hadirkan untuk pelaku UMKM ini, kami harap hal ini dapat terus menstimulasi pertumbuhan bisnis UMKM. Apalagi diketahui aktivitas UMKM berkontribusi hingga 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dari data ini kami optimis bahwa UMKM dapat membawa ekonomi Indonesia untuk bangkit kembali,’’ jelasnya.

Tidak cuma SiCepat, perusahaan logistik lainnya juga turut mengembangkan program untuk akselerasi UMKM. Salah satunya, Shipper yang menjajaki kerja sama Kementerian Koordinator Perekonomian untuk memperkuat kebangkitan UMKM nasional dengan pemerataan distribusi dan efisiensi biaya logistik.

Mengutip Bisnis.com, Budi Handoko, Co-Founder & Chief Operation Officer Shipper menjelaskan dengan efisiensi melalui teknologi logistik dan pergudangan bisa turut mendukung pertumbuhan bisnis UMKM.

Dalam upaya mengefisiensikan biaya logistik antar kepulauan yang tinggi, serta mengurangi ketidakseimbangan distribusi barang akibat belum terintegrasinya konektivitas jaringan logistik nasional, Shipper melakukan transformasi digital melalui teknologi aggregator logistiknya yang dapat menghubungkan penjual dan pembeli di seluruh Indonesia dengan penyedia 3PL.

Dengan teknologi ini, UKM dapat menikmati tarif pengiriman terbaik dengan jangkauan lebih luas. Berdasarkan catatan Shipper, UKM yang menggunakan teknologi Shipper dapat menghemat hingga 20 persen biaya pengiriman.

Shipper juga melakukan terobosan dengan mendekatkan lokasi barang UMKM ke lokasi pasarnya melalui pengelolaan lebih dari 300 gudang pintar (Smart Warehouse) yang tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia dengan total 500.000 meter persegi.

Baca juga: Menggairahkan Bisnis UMKM dengan Menghadirkan Pertunjukan Musik

Layanan pergudangan Shipper mengintegrasikan pengelolaan gudang, inventori stok, pengelolaan toko online, penjualan, pengiriman, hingga laporan tracking barang secara realtime hanya dengan satu aplikasi. UMKM kini cukup menempatkan barang dagangannya pada gudang Shipper di kota yang menjadi target pasarnya. Hingga saat ini, Shipper telah membantu lebih dari 35.000 penjual online dan ratusan perusahaan berskala besar di berbagai industri.

Selain sektor e-commerce, sektor logistik dan pergudangan diharapkan bisa menjadi pemain utama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Orphan: First Kill, Teror Psikopat di Balik Tubuh Gadis Kecil

BERIKUTNYA

5 Ide Kencan yang Hemat & Ramah Kantong, Kalian Suka yang Mana?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: