Pengembangan kawasan desa wisata perlu adanya pelatihan dan mentoring dari perusahaan swasta. (Sumber gambar: Unsplash/Crystal Jo)

Desa Wisata Butuh Dukungan Agar Berkembang

02 August 2022   |   19:10 WIB

Jejaring Desa Wisata (Jadesta) merupakan salah satu elemen dalam pariwisata untuk kawasan desa wisata yang masih memerlukan perhatian dalam aspek pemberdayaan dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Salah satu caranya adalah melalui pelatihan atau mentorship.

Upaya ini dilakukan oleh perusahaan agen travel daring Tiket.com bersama dengan startup pengembangan diri dan karier Inspigo, di mana pelatihan ini ditujukan untuk membangun pengembangan bisnis bagi Jadesta.

Setidaknya, ada empat desa yang akan mendapatkan program Jagoan Desa: Desa Condet di Jakarta Timur, Desa Mulyaharja di Bogor, serta Desa Kaki Langit Mangunan dan Desa Dewi Sambi di Yogyakarta.

Baca juga: Xiaomi Redmi 10 5G Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasinya!

Pelatihannya sendiri dilakukan oleh tim internal Tiket.com bersama dengan Inspigo. Dengan pelatihan para mentor dari Inspigo, materi pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para pelaku usaha di Jadesta bervariasi dari pemberian solusi atas tantangan pelaku usaha hingga pelatihan dalam sisi sumber daya manusia.

Sistem pelatihan yang akan dilakukan oleh para karyawan Tiket.com dan Inspigo akan mengaplikasikan kombinasi teori dan praktik. Materi ini disesuaikan dengan situasi nyata yang dihadapi para UMKM di Jadesta serta disampaikan berupa lokakarya yang edukatif dan interaktif.

"Upaya ini dilakukan karena Indonesia memiliki begitu besar dan banyak lokasi desa wisata potensial, tapi perlu ada upaya maksimal dengan berbagai cara seperti pelatihan bagi sejumlah desa wisata," jelas Gaert Undarsa, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com dalam konferensi pers, Selasa (2/8/2022).

 

Gaert Undarsa, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com dan Yoris Sebastian, Co-Founder Inspigo dalam konferensi pers, Selasa (2/8/2022). (Sumber gambar: Tiket.com)

Gaert Undarsa, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com dan Yoris Sebastian, Co-Founder Inspigo dalam konferensi pers, Selasa (2/8/2022). (Sumber gambar: Tiket.com)


Dengan rangkaian materi dari operasional sampai pemasaran, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berharap bahwa kegiatan ini bisa memberikan solusi nyata terkait dengan isu yang dihadapi oleh para penggiat dan pelaku pariwisata sekaligus memberikan kiat jitu dalam mengoperasikan usaha pariwisata dengan cara yang lebih cerdas.

Selain pelatihan, kegiatan yang juga hadir dalam program ini adalah kompetisi antar desa wisata yang terpilih dalam kegiatan mentoring untuk meramu strategi bisnis terbaik. Penghargaan yang diperebutkan adalah Best Tourist Attraction, Best Homestay, Best Souvenir & Culinary, dan Best Digital & Creative.

Kompetisi ini dilakukan dengan perancangan proposal strategi bisnis dan presentasi kepada para juri yang dilakukan pada Oktober 2022. Harapannya, program ini bisa mengembangkan strategi dan inovasi para pelaku usaha Jadesta dalam berbagai aspek. 

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun Ke-27, Simak Prestasi Pebulu Tangkis Kevin Sanjaya

Di sisi lain, upaya dari program ini membuat para mentor bisa mengetahui situasi nyata yang dihadapi oleh para pelaku usaha desa wisata. Tak hanya itu, upaya ini juga diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi perusahaan berbasis teknologi untuk berkenalan lebih dalam dengan komunitas warga dan budaya Desa Wisata yang ada.

"Kami mendesain program ini agar juga turut membawa manfaat bagi karyawan Tiket.com, yaitu pengetahuan mendalam akan tantangan yang dihadapi oleh para pelaku dan penggiat bisnis lokal di desa wisata," tutur Chief People Officer Dudi Arisandi.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Park Hae-soo & Kim Da-mi Bakal Adu Akting di Film Orisinal Netflix Great Flood

BERIKUTNYA

Mengenal Bipolar, Penyebab, & Cara Pemulihannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: