Ilustrasi aerobik (Sumber gambar - Unsplash - Bruce Mars)

Ini Manfaat Aerobik Untuk Alzheimer

26 July 2022   |   16:47 WIB

Senam aerobik ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh. Senam aerobik juga dapat  mempengaruhi kesehatan otak, atau dapat membantu memulihkan ingatan yang menurun.Bahkan senam aerobik dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak yang terjadi pada penderita Alzheimer. 

Dikutip dari Bisnis Indonesia Weekend edisi Februari 2018, Peneliti menilai data dari 19 penelitian yang dilakukan pada 2002 sampai dengan 2015 tentang efek olahraga terhadap kemampuan kognitif pada 1.145 orang yang didiagnosis menderita Alzheimer. 90 persen merupakan uji coba terkontrol secara acak, sebagai jenis studi yang paling diandalkan.

Pada penelitian dalam Journal of American Geriatrics Society, sebagian besar  71 persen peserta adalah perempuan dengan usia rata-rata 77 tahun. Lebih dari separuh subyek penelitian berpartisipasi dalam program latihan aerobik, atau program aerobik ditambah intervensi pelatihan perlawanan. Sisa peserta studi hanya menerima perawatan biasa.

Latihan aerobik tersebut meliputi jalan cepat, joging, berenang, bersepeda dan aktivitas lainnya yang dapat meningkatkan detak jantung dan menguatkan jantung dan paru-paru.

Baca juga: Awas, 5 Gangguan Mental Ini Mengintai karena Overthinking

Rata-rata, partisipan berolahraga 3,5 hari seminggu dengan intensitas sedang, dengan setiap sesi berlangsung 30 sampai 60 menit. Sementara program yang diuji dalam beberapa penelitian hanya singkat selama 8 minggu, sementara yang lain berlangsung lebih dari 6 bulan.

"Kami menemukan peningkatan fungsi kognitif secara statistik yang signifikan pada kelompok yang menerima intervensi latihan dibandingkan dengan kelompok kontrol non-olahraga," kata Peneliti Gregory Panza, dari University of Connecticut di Storrs.

Dia mengatakan diantara orang-orang yang memiliki skor tes kognitif serupa, seseorang dalam kelompok latihan akan mendapatkan nilai lebih tinggi pada tes fungsi kognitif dibandingkan dengan 69 persen pasien dalam kelompok kontrol non-latihan.

Fungsi kognitif paling sering dinilai dengan menggunakan Mini-Mental State Exam (MMSE), tetapi alat validasi lainnya juga digunakan. 

Alat tersebut mengevaluasi hal-hal seperti pemecahan masalah dan kecepatan pemrosesan, kemampuan motorik, multi tasking dan ingatan tentang kejadian serta pengenalan objek serta kemampuan untuk merencanakan, yang semuanya berfungsi sebagai proxy untuk ketajaman mental. Efek positif dari olahraga bukanlah satu-satunya hal yang ditemukan peneliti. 

"Benar, kami menemukan bahwa fungsi otak membaik," tutur Asisten Peneliti Linda Pescatello, juga dari Universitas Connecticut, dalam sebuah wawancara telepon. "Tapi di kelompok yang tidak mendapat latihan, sebenarnya ada kemerosotan. Kemerosotan ini tidak diantisipasi dan benar-benar menonjolkan pentingnya temuan kami. "

Dia menambahkan hal tersebut merupakan penelitian pertama yang menunjukkan bahwa latihan aerobik mungkin lebih efektif daripada jenis olahraga lainnya bila tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan kognitif orang tua yang berisiko atau dengan penyakit Alzheimer.

Direktur Laboratorium Fisiologi Terapan di Universitas Columbia, Teachers College, di New York City Carol Ewing Garber mengatakan, olahraga dapat mengubah kimia otak. Mengubah neurotransmitter yang terkait dengan depresi, kecemasan dan stres serta zat kimia otak.

Baca juga: 5 Manfaat Tertawa untuk Kesehatan Fisik dan Mental

 "Perubahan ini dapat berakibat pada membaiknya mood, ketahanan terhadap stres dan memperbaiki fungsi otak seperti kecepatan pemrosesan, perhatian, ingatan jangka pendek dan fleksibilitas kognitif antara lain."

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Cek Lima Sumber Kekayaan Baim Wong

BERIKUTNYA

5 Rekomendasi Buku Wajib Buat Kalian Para Calon Founder Startup

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: