Sejumlah remaja berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Citayam Fashion Week, Ketika Anak Muda Berekspresi lewat Fesyen

17 July 2022   |   13:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Berekspresi lewat fesyen

Menurut Desainer sekaligus pengamat fesyen, Sonny Muchlison,  fenomena CFW ini tak lepas dari kemudahan banyak orang untuk mengakses informasi di media sosial. Dengan adanya akses itu, mereka bisa mengetahui perkembangan fesyen di berbagai belahan dunia sekaligus mengaplikasikannya.

Sonny menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena CFW ini terjadi yakni adanya kemudahan mengakses media sosial, kemudahan untuk meniru segala hal, serta kemudahan akses transportasi. 

"Karena pada saat mereka tahu bagaimana datang ke kota dengan cara instan itu, buat mereka itu sangat penting. Karena berdandan dengan segala rupa itu melelahkan, tetapi ada yang dibayar saat sampai lokasi. Misalnya dengan pemandangan Instagramable, itu menjadi poin utama," papar Sonny saat ditemui Hypeabis.id di kawasan Sudirman, baru-baru ini.

Dia pun menegaskan bahwa CFW adalah bukan suatu fenomena viral yang negatif, melainkan positif, sehingga perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Terkait inspirasi outfit yang dikenakan oleh para remaja 'SCBD' itu, Sonny menilai bahwa kecenderungan gaya mereka berpakaian terinspirasi dari negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan, Jepang, hingga Thailand.
 

Hal itu tak lepas dari referensi yang mereka lihat dari media sosial, ditambah dengan kemudahan akses untuk membeli produk-produk fesyen itu di sekitar mereka. "Mereka sudah tahu bagaimana menggambarkannya dan ini ada di produk-produk di Tanah Abang atau Pasar Senen yang akses transportasinya juga mudah," imbuhnya.

Tak sedikit pihak yang mengaitkan fenomena CFW dengan Harajuku yang ada di Tokyo, Jepang. Seperti diketahui, Harajuku telah lama menjadi pusat gaya nyentrik, mulai dari gotik sampai punk, vintage sampai lolita, yang dipopulerkan anak muda Jepang sejak 1964. Bahkan, salah satu media fesyen di Jepang, Tokyo Fashion, pun ikut mengomentari sekaligus mendukung fenomena CFW.

Menanggapi hal itu, Sonny pun mengamini jika CFW dinilai mirip dengan Harajuku Style. Hanya saja, bedanya menurut Sonny, Harajuku Style bisa berkembang karena dukungan dari pihak-pihak toko yang ada di sekitar lokasi tersebut, yang juga turut mengenakan fesyen street style.

Baca juga: Indonesia's Girl & Indonesia Teen Fashion Week 2022 Jadi Ajang Unjuk Bakat Anak Muda di Bidang Fesyen

"Pelayan toko-toko di sana itu semua berdandan ala street style. Itu akhirnya yang melebur mereka berani untuk melakukannya. Mudah-mudahan ini [CFW] bisa menjadi yang seperti itu," tambahnya.

Meski hanya sebagai nama sebuah jalan, lanjut Sonny, Harajuku berhasil membuat anak-anak muda di Jepang merasa memiliki tempat atau wadah yang menyenangkan untuk mengekspresikan dirinya melalui fesyen. 

"Jadi sebenarnya generasi muda itu semua perlu wadah, perlu penempatan untuk mengekspresikan diri. Toh, ekspresinya juga bukan sesuatu yang negatif, itu yang harus kita terima," ucapnya.

Editor: Nirmala Aninda
1
2


SEBELUMNYA

Mengenal Makna Filosofis dan Sejarah dari Corak Batik Parang

BERIKUTNYA

Begini Cara Menjadi Mitra dan Biaya Franchise Bisnis Kopi Janji Jiwa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: