Nyeri pada bagian tubuh. (sumber gambar: NH/Bisnis Indonesia Weekend)

Jangan Anggap Sepele, Nyeri pada Tubuh Pertanda Ada Penyakit Serius

13 July 2022   |   15:28 WIB

Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri pada bagian tubuh tertentu tanpa ada sebab luka atau terbentur. Jika nyeri yang dirasakan berkepanjangan maka tidak boleh disepelekan karena dalam situasi tertentu, nyeri bahkan dapat menjadi suatu tanda (warning sign) adanya penyakit serius di dalam tubuh.

Berdasarkan International Association for Study of Pain 2011, nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau berpotensi terjadi kerusakan jaringan.

Menurut neurologist dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jimmy F. A. Barus, dalam kondisi tertentu nyeri dapat menandakan ada sesuatu yang salah pada tubuh seseorang.

Baca juga: 8 Cara Jitu Atasi Nyeri Tulang Belakang Tanpa Operasi

Salah satu contoh nyeri merupakan tanda penyakit yaitu nyeri di rongga dada sebelah kiri dan menjalar hingga lengan disertai  adanya rasa sesak napas dan tertekan. Nyeri semacam ini dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantung. Contoh lainnya nyeri di perut bisa jadi pertanda usus buntu.

Kemudian nyeri di kepala dapat berhubungan dengan adanya masalah pada gigi atau mata. ”Nyeri merupakan gejala klinis yang paling sering menyebabkan pasien ke dokter,” katanya dikutip dari Bisnis Indonesia Weekend edisi 26 Juli 2015. 

Penyebab nyeri pada dasarnya bermacam- macam, mulai dari rangsangan yang tidak  merusak jaringan seperti pukulan, kerusakan jaringan atau luka pada jaringan seperti tertusuk jarum, kerusakan jaringan saraf seperti stroke, dan lainnya.

Nyeri terbagi menjadi nyeri akut dan nyeri kronik. Nyeri akut berlangsung kurang dari tiga bulan, sedangkan nyeri kronik lebih dari tiga bulan. Lokasi nyeri dapat terasa di kepala, wajah, pinggang, leher, sendi, dan lain-lain.

Jika mengalami nyeri ringan kemudian mengonsumsi obat pereda nyeri atau analgetika yang beredar bebas di pasaran  tetapi tak ada perubahan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Ingat, nyeri dapat menjadi tanda ada suatu masalah yang ringan hingga serius dalam tubuh seseorang. ”Penggunaan analgetika juga tetap harus hati-hati karena ada efek samping,” katanya.

Dalam penanganan nyeri, pasien harus patuh pada petunjuk dokter untuk menghindari penggunaan yang berlebihan dari analgetika. Secara umum, nyeri dapat ditangani dengan  terapi secara farmakologi dan non-farmakologi.

Baca juga: Begini Cara Ampuh Mengobati Nyeri Otot, Tulang dan Sendi

Terapi farmakologi menggunakan  obat-obatan seperti golongan anti inflamasi, opiat (narkotik), maupun obat-obat adjuvans. Sementara itu, penanganan non-farmakologi untuk mengatasi nyeri dengan memberikan intervensi fisik dan atau psikologis seperti fisioterapi, relaksasi, dan lain-lain.

Pada kasus tertentu, nyeri membutuhkan bedah atau prosedur lainnya. Dengan demikian, nyeri harus mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak menjadi kronis dan semakin berat, bahkan menyebabkan depresi.

Editor: Fajar Sidik
 
SEBELUMNYA

Cara Agar Bisnis Keluarga Bertahan Lama  

BERIKUTNYA

TWICE Rilis Album Between 1&2 Pasca Perpanjangan Kontrak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: