Ilustrasi daging kambing (Sumber gambar: Jez Timms/Unsplash)

Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterolnya?

10 July 2022   |   15:24 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
Saat perayaan hari besar Iduladha, banyak orang mengonsumsi daging sapi atau daging kambing. Hal ini lantaran menyembelih hewan kurban menjadi salah satu ritual dari Hari Raya Iduladha. Meski begitu, mengonsumsi daging kerap dikaitkan dengan kolesterol tinggi.

Setiap orang tentu memiliki selera yang berbeda-beda terutama soal makanan. Sebagian besar orang mungkin lebih menyukai daging sapi, namun tak sedikit juga yang lebih gemar menyantap daging kambing. Namun, antara daging sapi dan kambing, mungkin kalian bertanya-tanya manakah dari keduanya yang lebih tinggi kolestrol.

Baca juga: 5 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Bau dan Tahan Lama

Melansir dari laman marham.pk, Minggu (10/7/2022), baik daging sapi maupun kambing, sama-sama mengandung lemak jenuh dan dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh secara keseluruhan.

Kendati begitu, daging kambing memiliki lemak yang jauh lebih sedikit daripada daging sapi. Daging kambing memiliki jumlah lemak jenuh dan total kalori yang lebih rendah, sehingga mengurangi risiko kolesterol dan kesehatan jantung.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), 3 ons daging kambing memiliki sekitar 122 kalori, 0,79 gram lemak jenuh, dan 3,2 miligram zat besi. Sedangkan dalam 3 ons daging sapi, terdapat 179 kalori, 3 gram lemak jenuh, dan 2,9 miligram zat besi. Ini membuat daging kambing menjadi pilihan yang tampaknya lebih baik daripada daging sapi.

Ilustrasi daging sapi (Sumber gambar: PK/Unsplash)

Ilustrasi daging sapi (Sumber gambar: PK/Unsplash)

 


Tip mengonsumsi daging sapi & kambing

Baik daging kambing maupun daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung  lemak. Menurut Dokter Spesialis Gastroenterologi FKUI RSCM, Ari Fahrial Syam, menjelaskan lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh.

Lemak jenuh ini, jelasnya, banyak mengandung low density lipoprotein (LDL), lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah, baik pembuluh darah otak dan pembuluh darah jantung. Selain lemak, daging sapi dan kambing juga mengandung protein hewani.

"Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Jadi daging tetap penting karena mengandung protein tinggi yang penting jangan dikonsumsi berlebihan," kata dokter Ari dalam keterangan tertulisnya yang diterima Hypeabis.id, Minggu (10/7/2022).

Baca juga: Cukup dengan Dua Bahan, Tekstur Daging Kurban Jadi Lebih Empuk

Lebih lanjut, dokter Ari menjelaskan dari sisi pencernaan, dampak langsung akibat mengonsumsi daging berlebihan adalah sembelit. Dia mengatakan daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus bekerja lebih ekstra untuk mengeluarkannya.

Oleh karena itu, dokter Ari mengatakan mengonsumsi daging harus diimbangi oleh banyak minum dan konsumsi sayur-sayuran. "Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus," terangnya.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Digelar 27 Agustus di Balikpapan, Begini Cara Beli Tiket Konser Sound Session

BERIKUTNYA

Keren! Masih Muda Bisa Kurban, Tapi Boleh Makan Dagingnya Enggak Ya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: