Ilustrasi penanganan cedera (Sumber gambar: Unsplash/Diana Polekhina)

Pengetahuan Dasar Menangani Cedera, Mulai dari Luka Berdarah hingga Keracunan

06 July 2022   |   18:01 WIB

Pernahkah Anda membalut luka dengan kapas atau mengompresnya dengan rivanol? Jika iya, ada baiknya Anda mencari kembali informasi tentang penanganan pertama pada luka. Pada banyak kasus, tidak sedikit juga yang mengoles luka bakar dengan pasta gigi atau mentega. Padahal, tindakan tersebut merupakan hal yang harus dihindari dalam penanganan kecelakaan.

Mengutip Bisnis Indonesia Weekend edisi 23 Oktober 2016, Lelitasari, Dokter Praktisi Keamanan dan Keselamatan 4Life, menuturkan keterampilan menangani luka sama pentingnya dengan menyimpan kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) itu sendiri.

Apalagi jika memiliki anggota keluarga yang rentan cedera seperti balita dan manula, keterampilan ini mutlak diperlukan. Apa saja pengetahuan dasar untuk menangani beberapa jenis cedera yang sering muncul? Berikut ini daftarnya: 

Baca juga: Kenali Tiga Tingkat Luka Bakar dan Cara Penanganannya


• Luka Berdarah

Hentikan pendarahan dengan menekan daerah luka menggunakan kain bersih atau kassa steril. Lindungi luka dari infeksi dan tutupi dengan kain kasa steril atau plester. Untuk kasus luka dalam dan pendarahaan besar, gunakan perban untuk mengikat luka sebelum menghubungi rumah sakit. 
 

• Tersengat Listrik

Pastikan penolong dalam keadaan aman, matikan aliran listrik. Amankan penderita dari sumber elektrik dengan benda isolator seperti kain dan selimut. Jika diperlukan lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR).
 

• Tersedak pada Dewasa

Paksa korban untuk batuk dan induksi muntah. Jika tidak berhasil, tahan badan atas korban dengan menghadap ke depan dan coba untuk meredakan tersedak dengan memukul antara bahu menggunakan telapak tangan sebanyak lima kali. Apabila korban mulai kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas normal, mulai lakukan CPR.
 

• Tersedak pada Bayi

Tidurkan bayi di lengan menghadap bawah sambil ditengadahkan ke bawah sehingga posisi kepala lebih rendah dari dada. Pegang kepala bayi dengan tangan, tahan mulut bayi dan pastikan leher tidak menekuk ke dada. Tepuk punggung bayi di antara bahu menggunakan telapak tangan sebanyak lima kali.
 

• Luka Bakar

Untuk luka bakar ringan bilas dengan air dingin mengalir selama 10 menit. Tutup luka bakar dengan kasa steril tanpa tekanan, dan tanpa perekat. Jangan pecahkan luka lepuh. Jangan lepaskan pakaian yang menempel pada luka bakar. Bila perlu potong pakaian tersebut. Untuk luka bakar berat segera ke rumah sakit terdekat. 
 

• Mimisan 

Jika korban sadar, dudukkan dengan posisi agak membungkuk ke depan dan letakkan kain bersih di bawah hidung. Kompres dengan es atau kain basah di daerah belakang leher atau dahi untuk menghentikan pendarahan.
 

• Keracunan

Cek respons tanda vital kehidupan dan bila diperlukan, mulai lakukan bantuan hidup dasar. Apabila korban mengalami muntah, bantulah mereka dan ambil sampel muntahan. Damping korban dan pastikan korban tidak makan atau minum. Gunakan sarung tangan untuk perlindungan dan dalam kasus keracunan langsung lakukan nafas buatan menggunakan alat bantu. 

Baca juga: 6 Cara Agar Luka Operasi Cepet Sembuh Anti Infeksi
 

• Cedera Mata

Tahan mata yang terpapar bahan kimia dan biarkan mata terbuka. Dudukkan korban dan bilas mata dengan air mengalir dari pojok dalam mata ke arah luar dengan jarak 10 cm. Tutup kedua mata dengan kasa steril untuk melindungi mata dan mengurangi potensi pergerakan mata yang membahayakan. Khusus untuk kasus mata bengkak gunakan kompres dingin pada mata tanpa menekannya. 

Editor: Dika Irawan
 
SEBELUMNYA

Apa itu Psikososial? Jangan Remehkan Kondisi Ini

BERIKUTNYA

6 Tip Menjaga Kulit Wajah Tetap Bersih dan Sehat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: