Achmad Zaky Foundation kucurkan investasi ke perusahaan manajemen energi Powerbrain (Sumber gambar: Unsplash/Riccardo Annandale)

Eks Bos Bukalapak Investasi di Powerbrain, Startup Manajemen Energi 

28 June 2022   |   13:25 WIB

Perubahan iklim, pemanasan global, kelangkaan energi adalah isu-isu yang tengah mendapatkan perhatian publik. Mulai dari kalangan akademisi hingga korporasi. Hal-hal tersebut menjadi tantangan nyata yang perlu dihadapi oleh masyarakat. 

Berawal dari isu pemanasan global yang bisa berdampak besar terhadap perekonomian nasional, Irvan Farastha, Founder & CEO Powerbrain - perusahaan pengembang efisiensi energi dengan pemanfaatan teknologi pintar - memulai usahanya. 

Irvan menyatakan bahwa Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki iklim tropis yang hangat. Peningkatan suhu akibat pemanasan global bisa memberikan dampak yang buruk, mulai dari tenggelamnya pulau-pulau kecil hingga beban operasional bisnis yang semakin tinggi. 

Baca Juga: Akibat Perubahan Iklaim, Es di Puncak Jaya Terancam Hilang pada 2025 

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia tengah menjadikan hal ini sebagai pusat perhatian. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan, dan meminimalisir dampak dari fenomena ini. 

“Powerbrain dimulai dari kecemasan terhadap isu pemanasan global. Kami siap mendedikasikan diri untuk menyelesaikan isu ini melalui pemanfaatan teknologi,” katanya dalam konferensi pers virtual. 

Rilwanu Lukman, Co-founder & Chief Marketing Officer Powerbrain, menambahkan bahwa perusahaan memiliki empat produk atau layanan yakni manajemen energi, energi terbarukan, manajemen aset, dan solusi pengisian kendaraan listrik. 

Disebutkan bahwa dengan memanfaatkan solusi dari Powerbrain, perusahaan mitra bisa menghemat biaya listrik hingga 20 sampai 30 persen. Hal ini dilakukan dengan sistem teknologi pintar untuk memonitor dan otomatisasi aset perusahaan. 

Baca juga5 Perbedaan Usaha & Startup yang Perlu Dipahami

“Untuk gimana kita bisa implementasi penghematan, pertama kita pakai kaidah manajemen energi. Kita lakukan energi audit, untuk lihat apa yang bisa dilakukan efisiensi dan dicocokkan dengan solusi yang disediakan,” imbuhnya. 

Baca Juga: Ekonomi Sirkular Dapat Mengurangi Dampak Perubahan Iklim 

Powerbrain berdiri sejak akhir 2020, di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung. Kendati begitu, hingga kini perusahaan telah memiliki lebih dari 100 proyek yang dikerjakan dari puluhan perusahaan besar di dalam negeri. 
 

Konferensi pers Pendanaan Powerbrain dari Achmad Zaky Foundation (Sumber gambar: tangkapan layar)

Konferensi pers Pendanaan Powerbrain dari Achmad Zaky Foundation (Sumber gambar: tangkapan layar)

 

Raih Pendanaan

Dalam diskusi virtual, Powerbrain juga mengumumkan pendanaan tahap awal dari Achmad Zaky Foundation - sebuah yayasan yang berfokus pada isu-isu sosial dan berinvestasi pada perusahaan dengan impak positif terhadap masyarakat, besutan pendiri platform Bukalapak. 

Zaky menuturkan bahwa di Indonesia bisnis berbasis impak seperti Powerbrain belum mendapatkan perhatian dari para investor konvensional. Padahal, selain menguntungkan dari sisi bisnis, jenis perusahaan solusi seperti ini punya nilai yang sangat baik untuk masyarakat. 

Dia mengatakan bahwa pemanasan global telah menjadi hal yang harus diperhatikan. Isu ini sekitar 40 persen datang dari sektor kelistrikan, sehingga apa yang dilakukan oleh startup besutan Irvan menjadi penting. Tidak hanya untuk perusahaan mitra itu sendiri, tapi juga lingkungan. 

“Kami sudah melakukan kajian yang komprehensif, dengan mempertimbangkan misi dalam menciptakan dampak sosial yang tinggi. Kami yakin, Irvan dan kawan-kawan punya kapabilitas dan inovasi untuk memberikan impak yang baik,” katanya. 

Baca Juga: Begini Cara Membangun Fundamental Bisnis Startup Biar Sukses

Adapun, Irvan mengatakan bahwa Powerbrain dan Achmad Zaky Foundation memiliki kesamaan visi dan misi, yakni membantu pemerintah mengurangi gas karbon dan mencapai karbon netral pada 2060 mendatang. 

Dia menuturkan, pendanaan - yang tidak disebutkan nominalnya - akan digunakan oleh perusahaan untuk memperluas dan meningkatkan layanan kepada mitra, serta memberikan impak lebih kepada masyarakat. 

Untuk saat ini, mereka akan fokus menggarap pasar komersial (business to business) khususnya bagi para pemilik bangunan komersial ukuran medium. Pasalnya mereka harus mengeluarkan biaya listrik yang lebih mahal, sementara umumnya bisa dilakukan efisiensi dengan pemanfaatan teknologi. 


Editor: GIta Carla
SEBELUMNYA

Bulan Imunisasi Anak Nasional, Jangan Lewatkan Tahapannya!

BERIKUTNYA

J-Hope BTS Tampil Misterius dalam Foto Teaser Pertama Album Jack In The Box

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: