Teknologi metaverse disebut bakal membawa konsep smart city lebih imersif (Sumber gambar: Unsplash/Joey Kyber)

Potensi Metaverse dalam Pengembangan Smart City

25 June 2022   |   15:27 WIB

Teknologi membuat kehidupan masyarakat kian cerdas. Tak ayal sekarang kita dekat dengan berbagai istilah mulai dari ponsel cerdas (smartphone), rumah cerdas (smart home), kantor cerdas (smart office) , hingga kota cerdas (smart city). Istilah terakhir merupakan prinsip yang sering terdengar tapi implementasinya masih perlu dioptimalkan. 

Kota cerdas, mengutip European Commission, dapat didefinisikan sebagai tempat di mana jaringan dan layanan tradisional dibuat lebih efisien dengan pemanfaatan solusi digital guna kepentingan penduduk dan bisnisnya. 

Sementara itu, definisi berdasarkan buku putih Gerakan Menuju 100 Smart City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, adalah satu konsep pengembangan kota/kabupaten berdasarkan prinsip teknologi informasi yang dibuat untuk kepentingan bersama secara efektif dan efisien. 

Implementasi kota cerdas di Indonesia memang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Banyak kota/kabupaten telah memulai upayanya mewujudkan konsep tersebut. Bahkan pada tahun ini, Kemenkominfo menetapkan 50 wilayah di Indonesia sebagai target bimbingan teknis Masterplan Smart City. 

Baca Juga : Regulasi Masih Jadi Tantangan Pengembangan Layanan Kesehatan Digital  

Upaya mewujudkan Indonesia dengan banyak smart city tidak dilakukan sendiri oleh pemerintah, tapi juga melibatkan pihak swasta. Direktur Bisnis Digital Telkom, Fajrin Rasyid, menyatakan perusahaan berupaya mendorong penciptaan lingkungan digital, pengembangan masyarakat digital, dan akselerasi ekonomi digital. 

Salah satu dukungan yang akan dilakukan adalah solusi kota cerdas. Telkom menyebut konsep ini akan menjadikan kawasan lebih cerdas dan modern, yang dibangun dari pilar utama seperti infrastruktur cerdas, pengelolaan ekosistem kota terpadu, dan solusi cerdas. 

“Saat ini, solusi Smart City Nusantara yang dirancang Telkom sedang diimplementasikan pada pembangunan Ibu Kota Negara,” katanya. 

Sejatinya, kota cerdas hadir seiring dengan perkembangan teknologi seperti konektivitas jaringan hingga internet segalanya (internet of things). Lantas bagaimana dengan perkembangan teknologi terbaru, yang belakangan santer menjadi perbincangan, metaverse

Baca Juga : Meta Luncurkan Toko Produk untuk Avatar Digital 


Digital Twin

Pengajar Universitas Teknologi Digital Indonesia, Sri Redjeki, mengatakan bahwa metaverse akan membawa konsep smart city lebih jauh lagi. Menurutnya, salah satu tren teknologi yang akan menjembatani antara konsep smart city dan metaverse adalah apa yang dikenal sebagai digital twin, sebuah virtual model dari aset fisik yang ada di dunia nyata. 

Umumnya konsep digital twin banyak diimplementasikan dalam lingkup yang lebih kecil. Misalnya sebuah mesin, ruangan, atau satu bangunan. Akan tetapi, belakangan mulai banyak diterapkan dalam cakupan yang lebih luas. 

Sri mencontohkan di Boston, otoritas setempat - Boston Planning and Development Agency - telah membuat kembaran digital yang memetakan fisik kota dalam lingkup luas. Termasuk sistem perairan, saluran pembuangan, dan yang lainnya. 

Teknologi itu kemudian dipakai untuk melakukan prediksi hingga antisipasi dampak fisik dari bangunan yang ada di kota. Hal tersebut dilakukan melalui simulasi dari berbagai data yang telah dikumpulkan. Dengan begitu, otoritas dapat mengambil keputusan tata kota yang cepat dan tepat. 

“Tujuan [adanya digital twin dari sebuah kota] adalah untuk melakukan efisiensi. Berbasis data untuk prediksi, klasifikasi, penentuan pola dan lainnya… Ini menjadi kerangka yang paling kuat saat kita masuk ke dalam metaverse itu sendiri,” katanya. 

Baca Juga : Peluang Pemanfaatan Metaverse untuk Pengembangan Bisnis 
 

Metaverse Smart City 

Sri menuturkan bahwa pada akhirnya, konsep kota cerdas bertujuan untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, akurat, dan efisien. Untuk itu, metaverse bisa menjadi solusi yang dapat mempercepat dan memberi penguatan terhadap konsep tersebut di wilayah Indonesia. 

Implementasinya bisa diterapkan dalam berbagai dimensi kota cerdas. Bagian branding misalnya, bisa dilakukan dengan memanfaatkan metaverse kota yang dilengkapi konten lokal. Mulai dari keindahan alam hingga keunikan budaya, bisa dijadikan destinasi virtual untuk mendongkrak pariwisata riilnya. 

Dimensi lain seperti pemerintah (governance), dapat dimanfaatkan untuk menyuguhkan ragam layanan publik secara virtual. Sebagaimana diketahui, Jakarta telah menggandeng WIR Group untuk menyediakan platform dan menghadirkan layanan virtual nantinya. 

Begitu juga dengan Bandung yang akan memanfaatkan metaverse sebagai bagian dari kemajuan teknologi untuk pelayanan masyarakat. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, menyebutkan bahwa teknologi ini akan memungkinkan pengembangan smart city, smart government, dan smart people

Pada periode awal, pengembangan kota melalui pemanfaatan metaverse bisa dimulai dengan menghadirkan alternatif pelayanan publik. Akan tetapi, ke depannya teknologi tersebut bisa diperluas ke berbagai arah, baik untuk pengembangan bidang edukasi, kebudayaan, pariwisata, hingga perekonomian


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

6 Film Horor Thailand yang Cocok Ditonton untuk Hiburan Akhir Pekan Ini!

BERIKUTNYA

10 Mobil Mazda Bakal Temani Peserta Maraton Bali

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: