Perencanaan keuangan untuk pasangan muda. (SUmber gambar: Karolina Grabowska/Pexels.com)

Ini 8 Pos Keuangan Ideal untuk Pasangan Muda, Harus Kompak Ya!

15 June 2022   |   13:15 WIB

Setiap pasangan muda pasti memiliki berbagai impian bersama. Namun, tak semua impian itu bisa sekaligus terwujud, apalagi kalau tidak mengerti bagaimana harus mengelola pundi-pundi rupiah mereka secara teratur dan penuh kedisiplinan.

Menurut Konselor Keuangan dan Keluarga MoneynLove Financial Planning & Consultant Andreas Freddy Pieloor, mempersiapkan perencanaan keuangan bagi pasutri memang tidak mudah, karena harus menyatukan pola pikir dari dua insan yang memiliki latar belakang serta kepribadian yang berbeda. 

Pengantin baru ini harus mulai belajar untuk mendahulukan kepentingan bersama yaitu keluarga yang baru mereka bangun.  

“Diperlukan komunikasi dan penyamaan pola pikir dengan menanggalkan kepentingan pribadi masing-masing,” katanya.


Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian dan perlu dilakukan oleh pengantin baru agar tujuan keuangan mereka bisa tercapai. Pertama kali, jumlahkan penghasilan suami dan istri. Selanjutnya, bicarakan pos-pos pengeluaran untuk keluarga serta pengeluaran pribadi masing-masing.

Baca juga: 3 Kiat Jadi Generasi Cashless yang Cerdas

Hal penting lainnya adalah kemukakan utang-utang pribadi baik milik suami maupun istri sebelum menikah yang dibawa ke dalam keluarga. Jika sudah melakukannya,  susunlah prioritas pengeluaran keluarga.

Apabila sudah menyusun prioritas pengeluaran keluarga, diskusikan dan sepakati pengeluaran keluarga terlebih dahulu, baru pengeluaran pribadi suami dan istri. Terakhir, pastikan total pengeluaran masih lebih kecil dibandingkan dengan penghasilan.

Penulis buku Money, Love & Marriage ini memaparkan secara umum prioritas pos-pos pengeluaran yakni,

1. Keperluan yang terkait sosial sebesar 2,5%-10%
2. Membayar utang maksimal 30%
3. Asuransi 5%-10%
4. Investasi 10%-20%
5. Keperluan pendidikan maksimal 15%,
6. Keperluan rumah tangga maksimal 60%
7. Pengeluaran pribadi maksimal 2,5%,
8. Wisata atau rekreasi tahunan maksimal 2,5%


“Total pos pertama hingga pos kedelapan adalah 100% penghasilan berdua. Yang perlu diperhatikan dalam menyusun keuangan bagi pasutri baru adalah sebaiknya menuliskan rencana keuangan dan menandatanganinya bersama-sama. Setelah itu, awasi dan kendalikan pengeluaran yang melampaui alokasi yang telah ditetapkan."

Baca juga: Biar Enggak Jadi Beban, Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Mobil

Untuk pasangan baru, prioritas utama biasanya adalah untuk persiapan persalinan anak, khususnya bagi mereka yang tak mau menunda memiliki buah hati.

Untuk mewujudkan berbagai impian seperti membiayai kuliah anak, pasangan baru dapat mulai menyisihkan uang untuk investasi terlebih dahulu atau memasukan pada pos pengeluaran keempat. Kelak, jika waktunya tiba, Si Buah Hati akan tersenyum bangga mempersembahkan toga untuk ayah bunda!

Catatan redaksi: Artikel diambil dari Bisnis Indonesia Minggu edisi 17 Mei 2015.

Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Film INANG & Horor Keliling Bakal Tayang Perdana di Festival Film BiFan 2022

BERIKUTNYA

Dana Darurat untuk Renovasi Rumah, Why Not?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: