Cashless society semakin populer beberapa tahun terakhir dan begitu diminati masyarakat karena dinilai lebih efisien, praktis, cepat, serta mudah (Sumber gambar: Karolina Grabowska/Pexels)

3 Kiat Jadi Generasi Cashless yang Cerdas Menurut Pakar Keuangan

03 June 2022   |   08:29 WIB

Kemajuan industri pembayaran digital membawa berbagai manfaat dan kemudahan bagi masyarakat dan semakin mendorong terbentuknya masyarakat non-tunai atau cashless society. Meski begitu, masyarakat juga perlu memperhatikan serangkaian cara untuk bisa menjadi masyarakat cashless yang cerdas dalam mengelola keuangan.

Istilah cashless society semakin populer beberapa tahun terakhir dan begitu diminati masyarakat karena dinilai lebih efisien, praktis, cepat, serta mudah. Tak hanya itu, banyaknya fitur uang elektronik, dompet digital yang bermunculan dengan penawaran menarik seperti cashback dan kartu debit membuat masyarakat tidak perlu repot lagi untuk membawa uang tunai dalam jumlah banyak ketika berpergian.

Meski begitu, menurut Pakar finansial Andhika Diskartes, kemudahan yang bisa dinikmati masyarakat ini harus disertai dengan kesadaran terhadap perencanaan keuangan agar masyarakat bisa bertransaksi secara cerdas dan leluasa sehingga tidak terjadi keborosan.

(Baca juga: Kiat Menyusun Perencanaan Keuangan untuk Pasangan Muda)

“Tentunya dibutuhkan cara-cara efisien dalam mengatur keuangan sehari-hari, khususnya sebagai pribadi yang melek terhadap perkembangan teknologi dan pandai memanfaatkan layanan non tunai,” kata Andhika.

Supaya tidak boncos, berikut adalah beberapa cara cerdas dalam mengelola keuangan bagi generasi cashless.

1. Disiplin mengatur bujet yang dimiliki

Andhika mengatakan menetapkan target finansial adalah bagian paling mudah dari perencanaan keuangan pribadi, sedangkan kedisiplinan saat mengambil keputusan dalam pengeluaran sehari-hari adalah bagian yang sulit.

Terlebih lagi, jika kalian hobi berbelanja yang berpotensi untuk menjadi pengeluaran yang tidak terkendali. Berbagai keputusan kecil yang terkesan sepele ini juga dapat menentukan apakah kita bisa bertahan atau keluar jalur dari perencanaan finansial yang telah ditetapkan.

“Kuncinya adalah kedisiplinan yang tinggi, agar kita bisa lebih cermat mengatur anggaran uang masuk dan keluar secara lebih bijak,” ujar Andhika.
 

Ilustrasi transaksi non tunai (Sumber gambar: Clay Banks/Unsplash)

Ilustrasi transaksi non tunai (Sumber gambar: Clay Banks/Unsplash)


2. Kenali ragam dan fitur transaksi non-tunai

Dalam perencanaan keuangan, memahami komponen yang berkaitan langsung dengan kehidupan kita merupakan poin utama yang akan menyelamatkan keuangan kita di masa mendatang.

Saat melakukan evaluasi pengeluaran dan perencanaan anggaran pribadi, lakukan riset terhadap berbagai biaya yang terikat dengan berbagai jenis transaksi. Bisa berupa biaya transfer, biaya admin saat menggunakan suatu layanan, biaya pengiriman, ataupun bunga yang terikat dengan suatu transaksi cicilan atau pinjaman.

Menurut Andhika, meskipun terkesan sederhana, pemahaman yang baik tentang berbagai biaya ini akan membantu mengatur anggaran dengan lebih tepat. Berbagai biaya tersebut, katanya, biasanya sering terlupakan dan tergolong sebagai pengeluaran tak terduga saat melakukan evaluasi pengeluaran bulanan.


3. Gunakan layanan pembayaran digital sesuai kebutuhan

Dengan tersedianya berbagai layanan pembayaran digital, perlu dicermati penyedia layanan yang paling cocok dengan kebutuhan kita. Jika kalian sering melakukan transfer uang kepada orang lain, bisa dipertimbangkan untuk memilih penyedia layanan pembayaran digital yang memberikan keuntungan atau keringanan saat melakukan transfer.

Sebagai contoh, penyedia layanan pembayaran digital yang juga telah menghadirkan fitur Transfer ke Bank, yang memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan saldo mereka ke berbagai bank secara gratis tanpa memberikan batas kuota untuk melakukan transfer. "Perkembangan teknologi seperti inilah yang dapat mendukung produktivitas masyarakat cashless dan membantu kita berhemat," kata Andhika.

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Studi Ini Sebut Ada 4 Perubahan Cara Hidup Manusia Akibat Pandemi

BERIKUTNYA

Hari Sepeda Sedunia, Simak Sejarahnya & Pentingnya Bersepeda

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: