Dita Aisyah (Sumber gambar: Binar Academy)

Forbes 30 Under 30 Asia, Dita Aisyah Makin Semangat Ciptakan Lebih Banyak Talenta di Bidang Teknologi 

01 June 2022   |   21:23 WIB

Majalah Forbes baru saja merilis daftar anak muda yang masuk dalam Forbes 30 under 30 Asia 2022. Satu di antara beberapa anak muda itu, ada nama nama Cofounder Binar Academy, Dita Aisyah. Dia terpilih karena perannya di bidang consumer technology.

Dita Aisyah menuturkan, keberhasilan masuk dalam penghargaan Forbes 30 under 30 ini memacu dirinya untuk menghadirkan lebih banyak talenta di bidang teknologi. 

Menurutnya, apresiasi dari Majalah Forbes menjadi motivasi baginya untuk menghadirkan dampak yang lebih besar melalui Binar Academy. 

Baca juga: Alamanda Shantika Soroti Bias Sosial terhadap Perempuan

Dia menuturkan bahwa banyak anggapan talenta Indonesia di bidang teknologi kalah bersaing dengan talenta asing. Hal ini mendorong dia bersama rekan-rekannya untuk menciptakan talenta digital berkompeten yang memberikan kontribusi secara domestik dan global.

“Ketika mendirikan binar bersama Alamanda Shantika dan Seto Lareno pada 2017, kami optimistis bahwa akses yang inklusif terhadap pendidikan teknologi dapat dilaksanakan. Optimisme itu akan terus kami jaga dan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan yang terbaik,” katanya dalam keterangan tertulis. 

Melalui daftar ini, Forbes mengumumkan 30 orang dan 10 kategori. Di antaranya seni (seni & gaya, makanan & minuman), hiburan & olahraga, keuangan & modal ventura, media, pemasaran & periklanan, ritel & e-niaga, teknologi perusahaan, industri, manufaktur & energi, kesehatan & ilmu pengetahuan, dampak sosial dan teknologi konsumen.

Sebelumnya, Menkominfo Johnny G. Plate memaparkan bahwa pada 2021 sektor informasi dan komunikasi itu tumbuh positif berturut-turut yaitu 8,72% pada kuartal I, 6,87% pada kuartal II dan 5,51% pada kuartal III. Pertumbuhan tersebut memiliki implikasi terhadap adanya peningkatan demand terhadap digital talent yang dapat mendukung terjadinya transformasi digital. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga menyatakan dalam sembilan tahun antara tahun 2021-2030, ekonomi digital Indonesia akan tumbuh 800 persen. Dia memprediksi ekonomi digital Indonesia akan tumbuh dari Rp632 triliun pada 2020 menjadi Rp4.531 triliun pada akhir 2030.

Oleh sebab itu, kebutuhan akan talenta digital saat ini kian tinggi, tidak hanya startup teknologi tetapi  juga berbagai perusahaan yang tengah melakukan transformasi digital ataupun pemerintah yang mengembangkan smart city. 

“Tingginya demand akan praktisi di bidang teknologi, khususnya programmer memberi peluang bagi generasi muda untuk berkarya di sektor ini. Oleh karena itu, Binar Academy hadir untuk membantu meningkatkan kompetensi para talenta digital.”

Baca juga: Cara Mengatur Keseimbangan Hidup & Kerja ala Elvira Lianita

Forbes mengumumkan 30 orang dan 10 kategori. Di antaranya Seni (Seni & Gaya, Makanan & Minuman); Hiburan & Olahraga; Keuangan & Modal Ventura; Media, Pemasaran & Periklanan; Ritel & E-niaga; Teknologi Perusahaan; Industri, Manufaktur & Energi; Kesehatan & Ilmu Pengetahuan; Dampak Sosial dan Teknologi Konsumen.


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Diangkat Jadi Film, Ini Histori di Balik Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh

BERIKUTNYA

Sejarah Nama Bumi, dari Ertha hingga Mundus

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: