Ilustrasi keuangan (Sumber gambar - Unsplash - Ibrahim Rifath)

Ini Trik Supaya Kondisi Finansial Kalian Tahan Banting

01 June 2022   |   19:40 WIB

Inginnya sih, senang-senang di masa muda, tua kaya raya, mati masuk surga. Namun perlu diingat hai anak muda. Kalian ini bukanlah anak sultan atau crazy rich. Jadi, perlu namanya mengatur keuangan agar tetap bisa bernapas sampai akhir bulan. Bahkan sampai pada masa tua. 

Meskipun masih muda, tentu tidak ada alasan untuk mengatur keuangan demi mempersiapkan masa depan yang lebih terarah. Kondisi keuangan untuk masa depan alangkah lebih baik jika disiapkan sejak awal, apalagi jika kalian memiliki target yang pasti untuk masa depan. 
 
Bisa saja suatu saat kalian bokek,  sementara harus memenuhi kebutuhan yang lainnya. Tabungan dapat menjadi salah satu solusinya. Misalnya saja, pada masa yang akan datang kalian sudah berpikir memiliki sebuah aset yang bisa menjadi sumber penghasilan.

Baca juga: Tertarik Investasi Barang Mewah? Simak Dulu Penjelasan Ini Biar Kalian Enggak Buntung

Bisa juga memimpikan untuk membeli rumah secara mandiri tanpa campur tangan orang tua. Tentu harus menabung untuk mendapatkan aset tersebut bukan?.  

Dalam Bisnis Indonesia Weekly edisi Juni 2018. perencana keuangan Aidil Akbar menuturkan dalam merencanakan keuangan langkah awal yang perlu diperhitungkan adalah tujuan dan kemampuan finansial seseorang. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengategorikan sebagai kebutuhan prioritas karena kondisi setiap orang berbeda-beda.
 

Pikirkan Skala Prioritas

Kebutuhan prioritas mau tidak mau harus dipenuhi karena memang dibutuhkan.  Setelah menentukan kebutuhan mana yang menjadi prioritas dan mana yang kurang maka seharusnya dapat memangkas anggaran belanja untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

Salah satu contoh adalah untuk makan dan membayar uang kos masuk dalam skala prioritas karena berkaitan dengan pangan dan papan. Sedangkan kebutuhan bukan prioritas seharusnya tidak akan mengganggu kelangsungan hidup apabila tidak terpenuhi, misalnya nonton  di bioskop atau nongkrong.

“Kalau nongkrong sebenarnya relatif, tidak semua nongkrong itu negatif. Kalau nongkrong dapat menghasilkan projek itu bagus. Kondisi orang berbeda-beda. Kalau dia orang kerja kantoran tiap malam nongkrong bersama teman-teman, nah itu baru negatif,” kata Aidil.

Artinya, bukan berarti tidak boleh nongkrong namun sebaiknya intensitas dikurangi. Apabila selama ini biasanya nongkrong 10 kali dalam sebulan dapat dikurangi menjadi lima kali atau bahkan tiga kali.
 

Sisihkan Gaji Untuk Ditabung Setiap Bulan

Supaya bisa konsisten dalam menabung, tentu kalian harus menghitung nominal uang yang harus dialokasikan untuk kebutuhan prioritas setiap bulannya dari penghasilan. 

Kemudian, sisanya bisa masuk dalam tabungan, paksa untuk tidak belanja kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting. “Sebenarnya kembali lagi pada orangnya. Belanja itu kan kalau ada uangnya. Jadi ya dibuat seakan tidak ada uangnya,” ujarnya.

Kalian juga bisa konsisten menabung sekian persen dari penghasilan setiap bulannya. Salah satu contoh, dalam sebulan  katakanlah kalian mendapatkan penghasilan sebesar Rp5 juta, alokasikan paling tidak sebesar 15? persen dari gaji tersebut. 

Bila kalian bisa konsisten setiap bulan berhasil menabung Rp750.000, dalam satu tahun paling tidak bisa mendapatkan Rp9 juta. Belum lagi apabila kalian memiliki sumber pendanaan lainnya.

“Namun setiap orang kondisi keuangannya berbeda-beda. 15% itu hanya patokan minimum. Kalau penghasilan lebih besar, mau nambah lebih dari itu [15%] tentu ya boleh-boleh saja, asal pastikan kebutuhan prioritas cukup,” jelasnya.
 

Mulai Berinvestasi Dari Now

Meski masih muda bukan alasan untuk sudah memulai investasi. Justru berinvestasi sejak dini lebih menguntungkan daripada harus menunda-nunda. Anak muda masih  mampu untuk mempelajari  investasi. 

Saat ini, katanya, ada beberapa investasi yang cocok untuk anak muda mulai dari investasi saham, reksa dana, atau bahkan investasi emas.

Baca juga: Sebelum Berinvestasi, Kuy Kenalan dengan Tipe-tipe Investor Ini

 Kalau ditanya investasi mana yang pas? Aidil mengatakan harus dilihat kembali tujuan dan kemampuan finansial masing-masing orang.  “Setiap orang memiliki tujuan keuangan berbeda-beda, kalau mau jangka pendek bisa masuk investasi emas, kalau jangka panjang bisa masuk reksa dana atau saham, tergantung risiko dan jangka waktu yang dipilih. Jadi tidak bisa disamaratakan. Semua produk bisa dipakai sesuai kondisinya,” paparnya.

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Lewat Asuransi

BERIKUTNYA

5 Cara Mudah Bersihkan Dasbor Mobil

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: